
''Sayang ,,tatap mas, dengarkan, Vera tidak usah malu berpakaian seperti itu di hadapan mas, mas suka melihatnya, dengan melihat istri mas berpenampilan seperti ini di kamar saat bersama mas , Mas bahkan selalu bersyukur pada Allah telah di beri istri cantik dan sempurna ini, dan itu adalah ibadah buat kita berdua sayang , jadi jangan pernah merasa malu pada mas ya'' ucap Varel menenangkan Vera sambil mengelus pipi istrinya itu, lalu mengecup bibir Vera dengan lembut
'' Tapi Vera tidak biasa dan risih dengan pakaian seperti ini mas, kesannya Vera ini seperti wanita penggoda '' jawab Vera lagi
''Itu hanya perasaan Vera aja kok, semua istri pasti pingin tampil cantik di depan suaminya, jadi Vera jangan fikirkan apa-apa lagi tentang gaun ini yang penting mas suka melihatnya, dan mas mau Vera selalu memakainya setiap malam, berjanjilah '' ucap Varel sambil membelai rambut istrinya tersebut
''Baik mas , Vera akan selalu pake bila mas menyukainya'' jawab Vera patuh
'' Makasih ya sayang, I Love sayang'' ucap Varel sambil mengeratkan pelukannya lalu menciumi bibir Vera dengan lembut,Vera tidak menolak walaupun merasa sedikit capek, dengan mencium aroma maskulin dari tubuh Varel, Vera mulai membuka sedikit mulutnya , dengan seperti itu Varel memperdalam ciumannya dibibir vera dengan lembut sementara tangannya sudah mulai bergerilya di sepasang bukit kembar Vera
Each,,, vera mendesah , mendengar ******* Vera, Varel semakin bersemangat mencumbui istrinya tersebut, dengan perlahan tapi pasti, semua yang menempel di tubuh Vera sudah terlepas semua, Vera hanya pasrah saat mulut Varel bermain di atas dua bukit itu, berkali-kali Vera mendesah
'' Sayang ,,,jangan di tahan desahannya, lepaskan aja, ini kamar kedap suara kok'' ucap Varel lagi, Varel begitu suka mendengarkan ******* istrinya tersebut
Setelah puas mencumbui istrinya, tanpa disadari oleh Vera perlahan Varel melepas semua pakaiannya dan saat Vera merasakan sesuatu
'' aaa ,,, ada ular'' ucap Vera yang tiba-tiba berteriak
Varel kaget mendengar teriakan Vera lalu dengan sigap membuang selimut ke lantai dan mencari ular yang Vera maksud
''Mana ularnya sayang, ngak ada tuh'' ucap Varel sambil melayangkan pandangannya ke tempat tidur
'' Ternyata bukan ular mas, tapi i i itunya mas '' ucap Vera gugup sambil menunjuk ke arah ke antara dua pangkal paha Varel
''Walah sayang, mas kirain tadi benar- benar ular, ternyata tongkat pusakanya mas '' ucap Varel sambil tersenyum, lalu kembali melanjutkan mendaki ke bukit kembar dan menuruni lembah mencari lahan untuk bercocok tanam, menanamkan bibit unggulnya
__ADS_1
Berkali-kali Vera mendesah dan nafasnya memburu
'' Sayang sudah siap dan bolehkan mas menyemai benih mas di sini? '' tanya Varel pelan penuh harap
''Boleh mas, tapi Vera takut, kata orang rasanya sakit sekali saat pertama melakukan, Vera takut mas'' jawab Vera jujur
'' Ngak usah takut sayang, mas akan melakukannya dengan hati-hati, boleh ya?'' tanya Varel lagi
Vera lalu meanggukan kepalanya
Varel dengan hati-hati dan pelan memasuki goa sempit yang masih bersegel itu
''aaahh sakit '' ucap Vera menahan sakit
Selesai lah sudah bibit unggul di semaikan di lahan subur tersebut, dan mereka sama-sama terkulai lemes sambil mengatur nafas dan beristirahat
''Sayang, terimakasih sudah melakukan ibadah malam pertamanya, sekali lagi I Love you sayang ,,,'' ucap Varel sambil mengecup kening wanita yang sangat dia cintai itu
'' Setelah ini apa Vera mau kemar mandi untuk membersihkan diri?' tanya Varel lagi
'' Iya mas, Vera ngak nyaman tidur dalam keadaan begini '' jawab Vera lagi sambil menutupi badannya dengan selimut
'' Kalau begitu yuk bersihkan diri ke kamar mandi, lebih cepat lebih baik, biar kita cepat beristirahatnya'' ajak Varel sambil menyodorkan tangannya pada Vera , Vera menjabat tangan tersebut, lalu segera turun dari tempat tidur
''Aduuh sakit'' ucap Vera meringis menahan sakit
__ADS_1
''Sakit banget ya sayang, maafkan mas ya?'' ucap Varel lalu mengendong Vera Masuk ke kamar mandi
Saat mau mengendong Vera, Varel sempat melirik ke tempat tidur, yang terkena noda bewarna merah
' Hmm pasti itu yang di sebut darah perawan ' ucap Varel di dalam hati
'' Sayang tunggu di sini sebentar , mas isikan bathtub nya dulu dengan air hangat, biar rasa perihnya berkurang '' ucap Varel sambil mengisi Bathtub dengan air hangat, setelah di rasa cukup, perlahan Varel mengendong Vera memasukkan dia ke dalam bathtub tersebut , lalu membantu istrinya tersebut membersihkan diri , setelah itu Varel membalut kan handuk ke tubuh Vera, lalu menggendongnya lagi ke atas tempat tidur
''Tunggu disini dulu ya sayang, mas mandi sebentar, ngak lama kok '' ucap Varel izin pada Vera lalu berjalan masuk ke kamar mandi
Sepuluh menit kemudian, Varel keluar dari kamar mandi, dan melihat Vera sudah mengenakan bajunya kembali , dan Varel juga memakai bajunya kembali lalu berjalan menuju ke walk in closed untuk mengambil sesuatu di dalam saku celana pengantennya tadi, lalu kembali mendekati Vera istrinya
''' Sayang ini ada salep yang mas beli kemaren di apotik, ini adalah salep untuk menghilangkan rasa sakit saat abis melakukan malam pertama, mau mas yang oleskan ?' ucap Varel sambil menyodorkan salep tersebut ke tangan Vera
'' Kok mas tau hal yang beginian? Apa mas pernah,,," ucap Vera tidak melanjutkan ucapannya
''Sayang ,, jangan pernah berprasangka buruk dulu sama mas, demi Allah dan demi Rasullullah . mas belum pernah menjamah tubuh wanita lain, Vera adalah yang pertama segala-galanya buat mas, dan jujur, dalam seminggu ini mas rajin melihat film biru, mas belajar dari sana, mas takut tidak bisa memuaskan Vera di ranjang bila telah halal , dan masalah salep ini, mas di kasih tau oleh salah satu Kariawan kantor mas ,biar Vera tidak menahan sakit dan perih terlalu lama saat malam pertama kita " ucap Varel menjelaskan panjang lebar pada Vera
" Baik lah mas, kalau begitu maafkan Vera yang telah berprasangka buruk sama mas " ucap Vera lalu memeluk suaminya itu
" Iya sayang , mas mengerti kok , mas memaafkan Vera asalkan jangan sering-sering aja berprasangka buruknya " ucap Varel lagi
" Sekarang yuk kita bobok " ucap Varel lagi sambil merebahkan tubuh Vera di sampingnya, lalu memeluk tubuh tersebut
" Selamat malam sayang, mimpi indah ya " ucap Varel lalu mencium kening istrinya dengan lembut sambil mengusap-usap kepala nya
__ADS_1