
" Oke,,, terimakasih ya atas pengertiannya , oh ya bagaimana kabar hubungan kamu sama Monica saat ini?" tanya Varel pada sepupunya itu
" Alhamdulillah , kabarnya baik dan semakin mesra" jawab Marshcel sambil tersenyum
" Bagus,, saya harap kamu tidak main-main dengan hubungan mu sama Monica" ucap Varel lagi
" Tidak kok bos, saya serius kok sama Monica , kaena selain orang tuanya yang sudah merestui hubungan kami , mama dan papa saya pun sudah merestuinya juga" ucap Marshcel menjelaskan
" Syukurlah kalau begitu, saya turut senang mendengarnya, dan jika kamu sudah berniat melanjutkan hubungan kamu ke langkah yang lebih serius lagi, kamu kabari saya aja " ucap Varel lagi
" Baik bos , pasti akan saya kabari, oh ya, saya balik ke ruangan saya dulu, ada pekerjaan saya yang belum selesai saya kerjakan tadi " ucap Marshcel pamit
" Baik, ingat meeting kita bentar lagi" ucap Varel mengingatkan
" Siap bos " jawab Marshcel sambil mengangkat tangannya , dan menaruhnya di samping keningnya seprti hormat pada bendera , lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan atasannya , atau sepupunya tersebut
Jarum jam sudah menunjukan ke angka dua lewat dua puluh menit, dan tinggal sepuluh menit lagi meeting akan di mulai
Tok tok tok pintu di ketuk dari luar
" Masuk " jawab Varel dari dalam
Stella masuk sambil membawa berkas dan mendekati meja kerja atasannya
" Pak, waktu meeting tinggal sepuluh menit lagi, dan klien kita sudah berada di ruang meeting lima menit yang lalu, apakah bapak sudah siap?" tanya Stella mengingatkan
" Oke, saya sudah siap, coba kamu hubungi Marshcel, suruh dia langsung ke ruang meeting aja " jawab Varel lagi
__ADS_1
Stella lalu mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Marshcel , lalu bilang apa yang di suruh kan oleh pimpinannya barusan
" Sudah pak, pak Marshcel katanya sudah otw ke ruangan meeting" ucap Stella memberi tau
" Baik, mari kita ke ruang meeting juga " ucap Varel sambil berdiri lalu berjalan keluar menuju ke ruang meeting dengan di iringi oleh sekretarisnya Stella dari belakang
Sementara di ruang meeting beberapa orang sudah berkumpul disana termasuk Marshcel dan Monica sebagai penganti Vera
" Assalamu'alaikum" ucap Varel saat masuk ke ruang meeting tersebut sambil berjalan menuju ke kursi yang biasa dia duduki saat meeting
" Wa'alaikum salam" jawab para peserta meeting dengan bersamaan
Setelah Varel duduk di kursinya, Stella membagikan data file kerja sama mereka ke semua yang hadir di ruangan itu
" Baik, selamat datang kami ucapkan pada perusahaan Indah Perkasa di perusahaan kami, dan sebelum kita memulai meeting ini mari saya perkenalkan dulu , di sebelah kanan saya ini pak marshcel , beliau adalah asisten pribadi sekaligus wakil saya di perusahaan ini , dan di sebelah Marshcel ini adalah Monica, beliau adalah sekretaris dari Menajer workshop arsitek yang tidak bisa hadir pada hari ini, dan yang di sebelah kiri saya ini adalah Stella, sekretaris saya, dan saya sendiri adalah Varel Palevi Prasetyo pemimpin perusahaan ini" ucap Varel memperkenalkan stafnya pada lawan meetingnya
'' Baiklah, karena pimpinan perusahaan ini sudah memperkenalkan diri, maka kami pun akan memperkenalkan diri pula, kenalkan, nama saya Indah Puji Dinata , saya adalah pimpinan atau pemilik perusahaan Indah Perkasa , di sebelah kiri saya adalah sekretaris saya yang bernama Diana , dan yang di sebelah kanan saya adalah pak Ronal, dia adalah wakil saya di perusahaan Indah Perkasa , dan mari kita mulai meeting kita ini" ucap Indah memperkenalkan stafnya juga
" Baiklah , semua sudah di jelaskan dan sudah di tetapkan, silahkan ibu Indah untuk memberikan keputusan selanjutnya" ucap Varel mempersilahkan Indah untuk memutuskan hasil meetingnya
" Baiklah, terimakasih pada pak Varel dan staf yang sudah meluangkan waktunya untuk menerima kami disini dan bernegosiasi juga , dan saya memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan pak varel dan siap melaksanakan prosedur yang ada " ucap Indah sambil tersenyum manis bicara ke arah Varel ekskutif muda tersebut
" Terimakasih kami ucapkan sekali lagi pada ibu Indah, dan silahkan kita masuki proses penanda tanganan kontrak kerja sama kita ini " ucap Varel lagi sambi memberi kode pada Stella untuk menyiapkan surat tanda tangan kontrak kerja samanya
Penanda tanganan kontrak pun telah selesai di laksanakan
'' Semua ,, mari minum dan cicipi sedikit suguhan dari kami di sini, dan semoga Ibu Indah dan para staf menyukainya " ucap Varel berbasa basi
__ADS_1
Merekapun mencicipi suguhan yang telah di hidangkan oleh bagian konsumsi di kantor Varel sambil ngobrol dan sesekali tertawa
" Pak varel, jika ada waktu datanglah sesekali ke kantor saya " ucap Indah mengundang Varel
" Insyaallah bu Indah, bila ada waktu saya akan datang" jawab Varel berbasa basi
" Oke ,, kami tunggu waktunya ya pak " jawab Indah sambil tersenyum manis pada Varel
" Insyaallah" jawab Varel lagi
Setelah selesai meeting , merekapun keluar dari ruangan tersebut
" Maaf pak Varel, saya mau bicara berdua aja, minta waktunya lima menit aja, boleh ? " tanya Indah saat Varel sudah hampir sampai di pintu keluar ruangan meeting tersebut
" Boleh , silahkan bu Indah, apa yang mau di bicarakan" ucap Varel serius sambil menghentikan langkahnya.
" Begini pak, untuk ungkapan terima kasih saya, saya pingin mengajak bapak untuk makan siang besok, tempatnya nanti saja saya share kalau bapak tidak keberatan " ucap Indah pada Varel yang berdiri satu meter di hadapannya
" Bagaimana ya,, soalnya saya sudah ada janji dengan seseorang juga untuk makan siang besok" jawab Varel merasa tidak enak untuk menolak ajakan Indah yang biasa di lakukan di kalangan pebisnis, tapi juga tidak enak juga pada istrinya Vera
" Kalau tidak bisa besok, lusa juga boleh kok" jawab Indah lagi penuh harap
" Baiklah , saya pikirkan dulu ya bu Indah, kalau ada Waktu nanti saya akan hubungi bu Indah nya " jawab Varel lagi
" Baiklah kalau begitu pak Varel, saya akan tunggu kabar dari bapak" ucap Indah sambi tersenyum manis lagi pada Varel
" Baik bu Indah, yuk saya duluan " ucap Varel pamit dan mendahului Indah keluar dari ruangan meeting tersebut
__ADS_1
' Pak Varel Palevi itu tampan sekali, tubuh dan body nya bagus banget, emang lelaki idaman wanita banget ' ucap Indah di dalam hati sambil melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruangan meeting tesebut
" Ada apa bu Indah?mengapa bu Indah mengajak Pak Varel bicara empat mata ? Apa ada masalah ? " Tanya Ronal wakilnya Indah saat melihat indah yang baru keluar dari ruangan meeting tersebut