Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 59 Well Come Tanah Air Tercinta


__ADS_3

Setelah cukup lama ngobrol , akhirnya Vera dan Varel tertidur dengan pulesnya , sementara Hanifah bersama suaminya juga sudah lebih dulu tidur , begitu juga dengan mana dan papa Vera , mereka juga sudah tertidur , mungkin karena suhu di atas pesawat yang cukup terasa dingin menyebabkan mata mereka cepat mengantuk



Dan begitu juga dengan penumpang yang lain , juga sudah pada tidur , beristirahat di dalam perjalanan panjang mereka ini , hanya ada beberapa gelintir penumpang saja yang masih ngombrol pelan setengah berbisik, takut meganggu penumpang yang lain nya


Empat jam perjalanan , Felly terbangun dari tidurnya , saat merasakan perutnya sudah mulai minta di isi


" Pa, papa ,, ayo bangun " ucap Felly membangunkan suaminya sambil menepuk nepuk bahu suaminya itu dengan pelan


" Hmm ,, ada apa ma ? apa kura sudah sampai ? " tanya papa Vera tersebut pada istrinya


" Belum pa , masih lama , kita terbang Jan baru 4 jam , mama bangunkan papa untuk makan , perut mama sudah mulai lapar nih pa , makan yuk" jawab Felly pada suaminya menjelaskan


" Boleh , tapi bagaimana dengan yang lain ? " tanya Fito pada Felly istrinya


" Biarkan ajalah mereka tidur pa , ngak enak juga bila kita membangunkan mereka " jawab mama Vera lagi


" Baiklah kalau begitu " jawab papa Vera lagi


walaupun ada makanan yang di sediakan di pesawat untuk penumpang , tapi Felly dan keluarganya juga keluarga Bara lebih suka membawa bekal sendiri yang sesuai dengan lidah mereka orang Indonesia


Felly mengeluarkan bekal makanannya yang dia bawa dari Maldives ,dan menyantapnya berdua dengan suaminya


Setelah selesai makan dan minum , sepasang suami istri itu pun menenangkan perutnya sambil mengobrol ringan dengan pelan


Saat mereka asyik ngobrol Hanifah pun terbangun dari tidurnya


" Felly , sudah berapa jam kita penerbangan kita ?" tanya Hanifah Maminya Varel


" Kurang lebih 5 jam Hani , maaf kami barusan habis makan , mau bangunkan kamu tadi , tapi tidak enak , takut meganggu istirahat mu dan mas Bara " ucap Felly pada sahabatnya tersebut


" Oh ngak apa apa Felly , sebentar lagi saya juga mau makan , tunggu mas Bara bangun dulu " ucap Hanifah lagi

__ADS_1


Mereka bertiga pun lalu ngobrol dengan pelan sambil menunggu Bara bangun untuk makan


Benar saja , setelah setengah jam kemudian Bara pun terbangun dari tidurnya


" Oh , kalian sudah bangun " tanya Bara sambil meregang ototnya dari tempat duduknya


Sudah Bara , bahkami sudah makan lagi , tadi saya niat bangunin kamu , tapi tidak enak juga meganggu tidurmu dan Hani juga " jawab Fito menjelaskan pada Bara


" Oh begitu , ngak apa apa kok " jawab Bara lagi


Ayo Pi , kita makan dulu , tadi saya mau makan , tapi tidak enak juga makan sendirian , dan terpaksa menunggu mas bangun dulu" ucap Hanifah maminya Varel


" Baiklah kalau begitu , ayo kita makan " jawab Bara suaminya


" Itu anak anak bagaimana ! apa mereka sudah makan ?" ucap bara mengulas lagi


" Mereka juga belum makan Pi , biarkan aja mereka tidur , nanti kalau lapar juga bangun sendiri , bekal mereka kan sudah ada di dekatnya " ucap mami Varel lagi


Sehabis makan , Hanifah ,Bara , Felly dan suaminya Fito pun sesekali ngobrol sambil baca baca majalah bisnis dunia


Capek baca baca majalah dan ngobrol , merekapun kembali istirahat dan tidur lagi


Dua jam kemudian Varel pun juga ikut terbangun dari tidurnya , sambil meregang otot tubuhnya , lalu melihat ke jam di tangan nya


" Vera ,, sayang ,, ayo bangun " ucap Varel pelan sambil menepuk nepuk pipi Vera dengan pelan


Vera pun terbangun dan membuka matanya


" Ada apa mas bangunkan Vera ?" tanya Vera sambil membenarkan duduknya lalu meregeng ototnya yang terasa pegel tersebut


" Kita makan dulu ya , perut mas sudah lapar nih , dari tadi kan kita belum makan siang " ucap Varel sambil mengatur rambut Vera yang agak berantakan dan menghalaunya ke belakang


" Iya mas Varel ,baiklah , tapi bagaimana dengan kedua orang tua kita ? " tanya Vera lagi

__ADS_1


" Kayaknya mereka sudah makan juga , soalnya tadi mas sempat kebangun sebentar dan dengar mereka ngobrol " jawab Varel lagi


" Oh begitu ya ? baiklah ayo kita makan " ucap Vera sambil mengeluarkan bekal mereka dari paper bag yang mereka taruh di samping tempat duduknya , lalu menyerahkan kotak makanan tersebut pada Varel


Varel dan Vera pun makan dengan hikmat tanpa banyak bicara , setelah makan mereka pun menenangkan perutnya sambil buka buka majalah


" Sayang ...setelah sampai di Indonesia nanti , apakah dirimu akan bekerja lagi ? " tanya Varel pada Vera


" Kalau Vera pribadi mau sih mas , nantilah Vera akan buat lamaran kerja lagi " jawab Vera


" Lamaran kerja ? kerja di mana ?" tanya Varel lagi


" Ya kerja di kantor lah mas , sesuai dengan ijazah dan ke ahlian Vera donk " jawab Vera


" Iya sayang ,,, mas tau , masalahnya untuk apa Vera memasukan surat lamaran kerja lagi , Vera bisa langsung bekerja di kantornya mas tanpa surat lamaran " ucap Varel pada Vera


" Di kantornya mas Varel, Vera kan sudah resign , jadi ngak mungkin juga Vera masuk kerja di sana lagi , apa kata karyawan yang kain nanti , itu contoh yang tidak baik loh mas , masuk dan keluar kerja seenaknya saja " jawab Vera apa adanya


" Sayang ,, dari mana kamu punya fikiran seperti itu ? Kantor menerima kamu kembali masuk kerja di sana karena otak jenius nya kamu itu emang sangat di butuhkan di kantor tersebut , dan lagi kantor PALEVERPRAST COP itu , adalah kantor calon suami kamu sendiri , dan akan menjadi milikmu dan anak anak kita juga nantinya setelah kita menikah , dan asal kamu tau sayang , nama kantor mas itu adalah gabungan nama kita , apa Vera tidak sadar semua itu? "


ucap Varel menjelaskan pada kekasih hati nya itu


" Gabungan nama kita ? kok bisa sih mas ?" tanya Vera kaget


" Ya bisa donk sayang , itu membuktikan bertapa mas menyayangi dan merindukan mu selama ini " ucap Varel sambil megenggam jemari Vera


" Terus PALEVERPRAST COP itu artinya apa?" tanya Vera meyakinkan hatinya lagi


" Paleverprast itu di ambil dari nama belakang mas Varel Palevi Prasetyo , lalu mas ambil untuk nama kantor menjadi Palever , singkatan Palevi Vera dan di tambahkan lagi dengan nama prast , nama keluarga mas , ngerti kan ? " ucap Rico menjelaskan pada Vera


" Iya mas , Vera ngerti , terimakasih mas tidak melupakan Vera selama ini dan terima kasih telah menunjukan kesetiaan dan rasa sayangnya dengan Nama kantor tersebut " ucap Vera terharu ,lalu merebahkan kepalanya di bahu teman masa kecilnya tersebut yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya


" Iya sayang , mas juga ucapkan terimakasih ,karena Vera juga tidak pernah melupakan mas dan tetap setia dengan bukti masih memakai kalung jangkar perak mas sampai sekarang setelah lebih empat belas tahun perpisahan kita " jawab Varel sambil membelai rambut Vera dengan kasih sayang

__ADS_1


__ADS_2