
Setelah memasang sabuknya kembali , karena duduk di dekat jendela pesawat , Vera lalu melihat ke arah luar lewat jendela pesawat , Vera sudah bisa mulai melihat daratan kota Maldives dari atas pesawat , begitu indah sekali dan sangat memanjakan mata , dengan Kilauan lampu kotanya yang sangat menakjubkan di lihat dari atas , bak seperti hamparan jutaan kilauan cahaya bintang yang bertaburan , pesawat mendarat sekitar jam sembilan malam waktu setempat , setelah pesawat benar- benar berhenti , rombongan Vera pun keluar dari pesawat sambil menenteng barang bawaannya yang sudah berkurang , karena mayoritas yang barang barang tersebut berupa bekal makanan yang sudah mereka makan selama di perjalanan .
Setelah keluar dari pesawat , Bara dan rombongannya masuk ke gedung bandara tersebut menuju area tempat pengambilan barang yang di titip kan di bagasi pesawat , Bara mencari tempat pengeluaran barang dari bagasi pesawat yang sesuai dengan nomor pesawat yang dia tumpangi , sambil menunggu bara dan rombongannya duduk deretan kursi yang tidak jauh dari pengambilan barang yang mereka tunggu
Setalah kurang lebih satu jam menunggu , akhirnya barang barang dari bagasi pesawat yang mereka tumpangi mulai keluar satu persatu di meja bundar yang berputar , sebuah meja yang cukup luas dan panjang tersebut, kini di kelilingi oleh para penumpang yang satu pesawat , Varel ,Bara dan Fito sudah berdiri mengelilingi meja berputar tersebut , menunggu koper koper mereka keluar , setelah lama menunggu ,satu persatu koper koper keluarga Bara dan koper koper Fito keluar dari bagasi , Varel menyusun koper koper nya ke atas troli ,begitu juga dengan Fito , Vera dan Fito menyusun koper dan barang bawaannya di atas troli , setelah selesai ,merekapun berjalan menuju pintu keluar dan menyerah no kecocokan barang dengan no pesawatnya . setelah mencocokan no barang ,merekapun keluar dari gedung tersebut menuju lapangan parkir sambil mendorong troli barangnya ,untuk mencari tumpangan atau taxi menuju hotel yang telah meraka booking sebelumnya
Setelah mendapatkan dua taxi merekapun langsung on the way menuju ke hotel yang telah dia boking
Fito melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jarum ke angka jam 10:30 malam waktu setempat
30 menit di perjalanan dari bandara Male Maldives sekarang taxi sudah memasuki halaman hotel berbintang yang mereka tuju , setelah kedua taxi tersebut berhenti , kedua keluarga itu pun turun dari taxi nya masing - masing , para Bell boy pun datang dan menolong meangkat koper mereka dari taxi dan membawanya masuk menuju ruangan lobby hotel mewah tersebut , Varel maju ke meja depan petugas hotel di lobby tersebut ,dan melihatkan handphone nya kalau dia sudah memboking empat kamar kamar di hotel berbintang tersebut dan segera melakukan Check in , setelah melakukan check ini , petugas hotel itu pun menyerahkan empat kunci kamar pada Varel
" Mami , papi , mama ,papa dan Vera ,ayo kita naik ke atas menuju kamar kita " ucap Varel pada kedua orang tua nya dan juga pada calon mertuanya
__ADS_1
Lalu mereka pun berjalan menuju pintu lift , lalu masuk kedalam kotak besi tersebut menuju ke kamar mereka di ruangan suite room
Setelah sampai di atas ,di depan kamar mereka Varel lalu memberikan kartu card lock untuk membuka pintu kamar mereka masing- masing.
Nb : Card lock adalah sebuah kartu yang bersifat magnetik , chips , dengan cara menempelkan kartu tersebut ke bagian sisi nomor pintu kamar hotel yang mau kita tempati , setelah di tempelkan kartu card lock tersebut , maka pintu kamar kita baru bisa di buka dari luar , setelah pintu terbuka lalu kartu card tersebut di taruh di tempat yang sudah di sediakan di samping pintu di dalam kamar , sebuah tempat kecil yang sesuai ukuran kartu dan tangan kita untuk menaruh dan mengambil kartu tersebut bila hendak meninggalkan kamar tersebut , setelah kartu di taruh di kotak kecil tersebut, maka secara otomatis lampu utama ruangan kamar hotel tersebut akan menyala
" Mami pi , ini kartu card atau kunci kamar mami dan papi , dan ini kartu card kamar mama dan papa , dan ini kartu card kamar Vera , malam ini kita langsung masuk kamar aja dan langsung istirahat ya , soalnya malam sudah larut juga , kita istirahat biar besok tenaga dan badan kita fresh kembali dan kita mulai travelling nya " ucap Varel pada rombongannya setelah memberikan kunci atau kartu card kamar mereka masing masing
Varel dan rombongannya sudah masuk ke kamar mereka masing - masing , Varel tidur di kamarnya sendiri ,begitu juga dengan Vera , kamar mereka berdampingan dan masing masing ada pintu penghubungnya di dalam kamar tersebut biar mereka tidak repot bila pengen ngumpul bersama .
Ke esokan nya pagi - pagi sekali mereka telah bangun, mandi dan melakukan sholat subuh berjamaah, selesai melakukan sholat subuh mereka ngobrol bersama di ruangan kamar Felly mamanya Vera , ke empat pintu penghubung di dalam kamar hotel tersebut terbuka , hingga mereka leluasa untuk berkumpul dan ngobrol , Vera datang membawa nampan yang berisi kan cangkir teh manis
" Mama ,papa , mami dan papi , mas , sebelum sarapan kita ngeteh dulu ya " ucap Vera menaruh tehnya di atas meja mini bar di ruangan itu
__ADS_1
" Ya sayang makasih tehnya " ucap mami Varel sambil tersenyum pada calon mantunya itu
" Iya mi , sama sama ," jawab Vera lembut
" Mi , kita sarapan di kamar atau kita sarapan di bawah aja ?" tanya Varel kepada orang tuanya
" Mami terserah saja mau sarapan dimana " jawab mami Varel
" Kalau mama gimana ?" tanya Varel pada Felly calon mertuanya
" k Kalau bisa kita sarapan di bawah aja Varel , soalnya kalau sarapan di bawah , menunya kan banyak , kita bisa memilih mana yang kita sukai , sekalian bisa cuci mata juga " jawab Felly mengusulkan
" Bagai mana Pi , pa ?" tanya Varel minta pendapat pada kedua kepala rumah tangga tersebut
"Bagus juga usulan Felly tadi papi setuju " jawab Bara dan Fito pun menganggukkan kepalanya saat Varel memandang ke arah nya tanda setuju
__ADS_1