
Setelah selesai mengompres kaki Vera , Varel menaruh kaki Vera ke bawah kembali
'' Sayang,,, istirahat di sini dulu ya, mas mau mandi dulu'' ucap Varel pada istrinya
'' Baik mas, silahkan 'dan terma kasih sudah menolong mengompres kan kakinya Vera'' jawab Vera sambil tersenyum
'' Iya sayang, mas mandi dulu'' ucap Varel sambil meninggalkan Vera dan masuk ke kamar mandi
' Wah kamar ini sangat indah sekali, ini siapa ya yang mendekor nya ' ucap Vera di dalam hati sambil menyapu pandangannya ke semua ruangan kamar tersebut
Vera lalu meregangkan badannya karena merasa pegal dan capek, lalu merebahkan dirinya di sofa tersebut
Lima belas Menit kemudian Varel keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya, dan melihat Vera tertidur di sofa
' Vera kelihatannya lelah dan ketiduran, sebaiknya saya biarkan aja Vera tidur di sana, kalau saya pindahkan takutnya Vera kebangun lagi' ucap Varel di dalam hati
Varel lalu masuk ke walk in closed untuk mengambil pakaiannya , setelah membuka lemari di sana, hanya ada satu stel pakaian santai dan celana pendek rumahan
' Kemana nih pakaian saya, kok hanya satu stel aja? Yang lain mana ya ' ucap Varel sambil membolak balik lemari, dan yang ada hanya beberapa potong gaun tidur untuk Vera
Dengan terpaksa Varel memakai pakaiannya yang satu- satunya itu, setelah itu Varel mencoba menghubungi kedua orang tuanya , tapi nomor merka tidak pada aktif, begitu juga dengan nomor ponsel Marshcel dan Monica
'' Ngak pada aktif semua ponselnya, pada ngapain mereka semua'' ucap Varel ngomong sendiri
Varel lalu kembali duduk di dekat Vera dan memperhatikan Vera yang tertidur
'Kamu cantik sekali sayang, dari tadi melihat kamu, mas pengen sekali memeluk kamu dengan mengucapkan syukur pada Allah telah di beri istri yang cantik luar biasa dan berotak jenius ' ucap Varel di dalam hati sambil mengelus pipi istrinya tersebut
Merasa ada yang mengelus pipinya, Vera pun terbangun dari tidurnya
__ADS_1
'' Loh ,,,mas sudah selesai mandi ya, maaf, Vera ketiduran ''ucap Vera sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukan jarum ke angka sembilan lewat
''Ngak apa-apa sayang , sekarang Vera mandi dulu ,biar badannya terasa lebih segar '' ucap Varel lembut
'' Baik mas, tapi ini hiasan rambut Vera tolong di bantu melepaskan ya '' jawab Vera lagi
'' Baik sayang '' jawab Varel sambil mendekat ke Vera ,lalu pelan-pelan menolong melepaskan dengan pelan beberapa jepitan rambut yang tersemat di rambutnya sebagai alat untuk merapikan tatanan rambutnya
'' Semua jepitannya sudah mas lepas sayang '' ucap Varel lagi
'' Makasih mas '' ucap vera lalu berdiri dan lalu berjalan ke kamar mandi
Vera masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lupa menutup pintunya, setelah itu Vera melepas pakaian pengantennya
' Kok susah banget sih membuka resleting belakangnya? Biasanya ngak susah begini' ucap Vera kesal karena tidak berhasil dari tadi membuka resleting bajunya
''Mas Varel , tolongin Vera '' ucap Vera berteriak dari kamar mandi
''Ada apa sayang ?'' tanya Varel khawatir sambil memperhatikan tubuh istrinya spa tau ada yang sakit atau apa
'' Ini mas , baju Vera dari tadi resletingnya tidak bisa di lepas kan '' jawab Vera sambil membelakangi Varel memperlihatkan resleting bagian belakangnya
''Oh itu, sini sayang mas bantu '' ucap Varel lalu mencoba membuka resleting tersebut, dan berhasil kebuka sampai ke pinggang Vera, mata Varel tak bisa berhenti memandangi kulit belakang Vera yang putih bersih dan halus itu
'''Sudah ya mas,, makasih ya, dan mas boleh keluar '' ucap Vera setelah bajunya mulai terasa longgar
''Iya sayang, cepat lah mandi dan setelah itu kita istirahat, oh ya apa Vera lapar dan mau pesan makanan?'' tanya Varel
'' Tidak mas, Vera masih kenyang '' jawab Vera
__ADS_1
'' Baiklah kalau begitu mas keluar dulu'' ucap Varel lalu berjalan keluar dan berjalan menuju keranjang yang penuh dengan taburan kelopak bunga mawar
Setelah itu Varel keluar dari kamar mandi, Vera lalu mandi berendam di dalam Bathtub dengan air hangat
Setelah selesai mandi Vera keluar dengan melilit kan handuk putih yang cukup besar ke dadanya, dan juga melilitkan ke rambut basahnya , lalu dengan cepat berlari melintasi Varel dan masuk ke walk in closed yang sebenarnya ada pint masuk nya juga dari kamar mandi , Vera mengacak-acak isi lemari pakaian tersebut, karena tidak menemukan satupun pakaiannya kecuali hanya beberapa potong gaun tidur yang berbahan sutra dan agak transparan tersebut
'' Mas Varel, baju- baju Vera kok ngak ada sih? Koper pakaian Vera mana, kok ngak ada ?'' teriak Vera dari ruang ganti baju tersebut
Varelpun masuk keruangan walk in closed tersebut
'' Sayang, pakaian mas juga ada ini satu satunya, ngak tau nih pada kemana koper-koper kita, tadi mas telpon mereka, tapi nomor ponsel mereka tidak pada aktif tuh semuanya'' ucap Varel menjelaskan
'' Jadi gimana donk mas, masa Vera pakai baju beginian '' ucap Vera sambil memperlihatkan gaun malam tersebut pada suaminya
'' Ya,, gimana lagi sayang, terpaksa harus memakainya malam ini'' jawab Varel lagi
Dengan menahan rasa malu, Vera lalu memakai gaun tidur berjenis lingerie sepaha yang bewarna merah maroon itu , setelah itu Vera keluar dan duduk di kursi meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan mengunakan hair dryer , Varel yang melihat istrinya yang kerepotan mengeringkan rambutnya, lalu mengambil pengering rambut tersebut dari tangan Vera
'' Sini sayang biar mas bantu'' ucap Varel lalu menolong Vera mengeringkan rambutnya, sambil di keringkan rambutnya, Vera memakaikan body losion ke tangan dan kakinya, lalu memakai sedikit bedak dan sedikit lipstik , seperti kebiasaannya setiap andi,lalu menyemprotkan sedikit parfum juga ke lehernya
'' Sudah kering nih sayang, coba di sisir dulu'' ucap Varel setelah merasa rambut Vera kering
''Makasih ya ma '' ucap Vera lalu menyisir rambutnya
'' Sayang ,,yuk istirahat, apa kakinya masih sakit? '' tanya Varel memandangi istrinya yang sudah fresh itu
''Sudah jauh berkurang mas rasa sakitnya '' jawab Vera sambil berjalan menuju ke ranjang, lalu membersihkan dan menyingkirkan taburan ratusan kelopak bunga mawar tersebut, setelah itu Vera segera masuk ke dalam selimut dan membungkus dirinya
''Sayang ,, kenapa membungkus tubuhnya seperti itu, nanti nafasnya sesak loh '' ucap Varel sambil merebahkan diri di samping istrinya tersebut
__ADS_1
''Mas Vera malu dengan pake baju ini, transparan sekali '' jawab Vera lagi
Varel tersenyum melihat sikap malu- malu istrinya itu, lalu meraih badan Vera ke pelukannya sambil menyingkirkan selimut tersebut dari badan istrinya tersebut