
"Pak saya mohon kasih saya kesempatan , kalau saya bisa menjadi seperti yang bapak mau " ucap Hanum masih ngotot
" Maaf Bu , saya tidak minat , jujur saya tidak suka dengan wanita posesif , wanita yang suka mengejar atau memburu laki-laki , saya lebih suka mengejar wanita , saya lebih suka mengemis cinta pada wanita yang saya cintai , wanita yang bisa menjaga marwahnya di depan lawan jenisnya , karena apa ? karena hati dan dirinya tidak mudah untuk di dapatkan oleh lelaki sembarangan " ucap Varel menjelaskan tipe dirinya
Hanum tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar ucapan pedes pengusaha muda di depannya itu , dia sadar sikapnya bertolak belakang dengan prinsip bos muda tersebut
" Kenapa diam ? maafkan saya sudah bicara seperti ini pada kamu , ini juga demi kebaikan kamu untuk bersikap ke depannya , tidak semua lelaki suka di goda seperti itu , kamu itu cantik Bu Hanum, kamu juga wanita karier yang sukses , jadi hargai jugalah diri dan tubuh mu , maka orang lain pun akan lebih menghargai kamu " ucap Varel lagi memberi ceramah Bu Hanum
" Baiklah pak , maafkan saya yang sudah berbuat khilaf pada bapak , saya berjanji akan menjaga tubuh dan diri saya , semua yang bilang itu benar adanya , terimakasih sudah mengingatkan saya , sebelum saya pergi , saya mohon bapak mau menjawab satu pertanyaan saya , biar rasa suka di hati saya tidak bertambah sepanjang hari , apakah bapak sudah punya pacar atau calon istri ? " ucap Hanum penasaran
" Oh begitu ya ? baik saya akan menjawab , asalkan kamu bisa berubah dan membunuh rasa suka kamu pada saya " ucap Varel lagi
" Baik pak saya akan laku kan " ucap Hanum lagi dengan rasa penasarannya
" Ok , dengarkan baik baik , saya sudah mencintai seorang wanita , wanita yang sangat-sangat begitu susah untuk saya dapatkan , 14 tahun saya mengejar nya , bahkan sampai ke benua Eropa sana , kamu bisa bayangkan seperti apa wanita tersebut yang begitu sangat berharganya " ucap Varel menjelaskan tanpa menyebutkan nama Vera
" Iya pak , saya merasa wanita yang bapak bilang itu , dibandingkan dengan saya , mungkin saya tidak ada apa apanya , benarkan pak ?" ucap Hanum lagi
" Itu kamu loh yang bilang , saya no koment di sini " ucap Varel lagi
" Baiklah pak , kalau begitu saya pamit dulu , maafkan saya telah membuat bapak tidak nyaman " ucap Hanum pamit sambil menyalami bos muda tersebut , kemudian langsung keluar dari ruangan kerja Varel
' Huh ,,, selamat ,, dasar wanita ganjen , amit amit deh saya di sentuh olehnya ,' ucap Varel di dalam hati sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jari tangannya , setelah itu Varel memencet telpon di mejanya
" Stella , kesini sebentar " ucap Varel memanggil Stella sekretarisnya
Lima detik kemudian Stella pun masuk ke ruangan Varel
" Ya pak ada apa ? apa yang harus saya kerjakan ?" tanya Stella sambil berdiri di depan meja kerja Varel
" Begini ya Stella , kalau klien kita yang bernama Hanum tadi datang lagi ke sini , tidak usah pertemukan dengan saya , kamu handel sendiri urusannya tanpa melibatkan saya , kecuali keadaan nya darurat " ucap Varel memberi perintah
__ADS_1
" Baik pak , maaf sebelumnya , kalau boleh tau kenapa ya pak ? " tanya Stella kepo
" Karena saya tidak suka sama wanita ganjen dan penggoda " jawab Varel dengan wajah keselnya
" Astagfirullah, jadi bapak tadi di goda ya sana Bu Hanum ?" ucap Stella sambil menutup mulutnya seperti orang keceplosan bicara
" Sudah sudah , keluar sana , saya mau lanjutkan pekerjaan saya , ingat perintah saya tadi " ucap Varel mengusir Stella dari ruangannya
" Iya pak , maaf " jawab Stella lalu meninggalkan ruang kerja atasannya tersebut
Varel pun kembali meneruskan pekerjaan nya dengan fokus memainkan jemari tangannya di keyboard laptopnya
Tok tok tok pintu di ketuk dari luar
" Masuk " ucap Varel masih asyik di laptop nya
" Bos , makan siang yuk , sudah lama juga kita tidak makan siang bareng " ucap Marshcel sambil duduk di depan meja kerja Varel
" Iya donk bos , Kuta bekerja di sini kan untuk makan juga ujung ujungnya , dan lagi saya ngajak si bos makan mumpung calon kakak ipar saya lagi cuti kerja , coba kalau calon kakak ipar saya ada , mana bisa saya ngajak si bos makan bareng, kan si bos lebih milih makan romantis " jawab Marshcel sambil mengedipkan sebelah matanya pada Varel
Varel yang di goda seperti itu langsung menyentil kening Marshcel dengan jari telunjuknya
" Aduh , si bos main sentil , sakit tau " ucap Marshcel sambil mengusap kening nya yang bekas di sentil barusan
" Makanya kalau bicara itu jangan asalan , nanti kalau ada yang dengar gimana ? bisa gempar kantor ini dengan gosip murahan kamu itu " jawab Varel lagi
"Emang mereka berani ngegosip bos pemilik perusahaan ini ? " jawab Marshcel lagi
" Bisa lah Cel , di depan kita mereka tidak berani gosip , di belakang kita itu sudah pasti , dan imbasnya calon kakak ipar kamu akan marah pada saya , atau malah pulang ke London meninggalkan saya lagi , ogah ah bila hal itu terjadi lagi " ucap Varel menjelaskan
" Tapi bos , sekarang kan statusnya sudah resmi bertunangan , kan ngak masalah juga orang kantor tau tentang ini " ucap Marshcel lagi ngasih pendapat
__ADS_1
" Ngak usah dulu Cel , lebih baik ikut komitmen Vera dulu , toh satu bulan lagi kita menikah , biarlah ini menjadi suprise untuk semua kariawan kantor, kecuali Monica " ucap Varel menjelaskan lagi
" Monica ? jadi dia tau hubunganmu dengan calon kakak ipar ?" tanya Marshcel kaget
" Iya Taulah , dia kan sekretarisnya Vera , kalau Monica tidak di kasih tau ,mana bisa saya dekat dan pacaran dengan Vera di kantor
" Iya juga sih " ucap Marshcel membenarkan
" Oh ya Cel, di lihat-lihat Monica cantik juga ya , lumayan tu untuk kamu pacari , dari pada kamu menjomblo terus " ucap Varel mengusulkan
" Kamu apaan sih bos , kok malah jodoh kan saya dengan Monica ? " ucap Marshcel
" Ya ngak apa-apa juga kan ? Monica itu cantik , arsitek pula lagi , atau kamu sama sekretaris saya aja, tapi umurnya lebih tua dari kamu " ucap Varel lagi menggoda sepupunya
" Ogah ah , sama sekretaris kamu bos " ucap Marshcel lagi
" Nah ,,kalau begitu sama Monica aja , nanti saya akan atur pendekatannya dengan kamu " ucap Varel mengedipkan matanya pada sepupunya tersebut
" Udah ah , yuk kita makan " ucap Marshcel menghindar dari pembicaraannya
Tidak lama kemudian mereka pun turun untuk makan di luar
Saat melintas di lobby Varel melihat Monica lagi berjalan beriringan dengan teman- teman kerjanya hendak menuju ke kantin kantor tersebut
" Monica " ucap Varel sambil melambaikan tangannya pada Monica
Monica yang melihat pemimpinnya melambaikan tangan padanya ,lalu berjalan dengan cepat menghampiri bos dinginnya itu .
" Iya pak , apa ada yang harus saya bantu ? " ucap Monica setelah sampai di depan Varel
" Ngak ada , kamu sudah makan ? " tanya Varel lagi
__ADS_1
" Belum pak , ini saya mau akan pergi makan " ucap Monica lagi