
Setelah mendapat kan apa yang di cari, Varel dan Marshcel kembali ke ruangan Varel di lantai 20.
Sesampainya di ruangannya ,Varel duduk di sofa mewah yang terletak tidak jauh dari meja kerjanya, Varel langsung membuka handphone nya dan membuka dua foto yang di kirimkan Monica tadi,
Marshcel pun merasa penasaran dan langsung berdiri di belakang sofa yang diduduki big bosnya untuk ikut melihat foto Vera.
Saat foto Vera terbuka , kedua mata dua bos dan asisten itu terbelalak , kenapa tidak , foto wanita yang di sebelah Monica tampak cantik sekali , bahkan sangat cantik dan alami kayak bidadari.
Vera di foto itu mengenakan atasan baju berkrah warna biru baby dan jens putih , rambutnya yang bewarna coklat kemerahan di kuncir kuda agak tinggi ke atas , dan ada beberapa anak rambutnya yang yang terurai di samping wajah kiri dan kanannya , sangat cantik sekali,penampilan Vera tampak sederhana tapi elegant. Dan saat Varel memperhatikan leher Vera , ternyata Vera juga masih memakai kalung Varel , Varel sangat bahagia melihat kalungnya masih terpasang di leher indahnya Vera.
Varel membelai wajah Vera di foto itu penuh suka cita
" Vera ternyata kamu belum melupakan kak Varel, Vera masih memakai kalung kak Varel , terimakasih sayang , kak Varel sangat merindukan mu " kata Varel mengusap wajah Vera sambil menitikkan air mata.
Marshcel yang melihat kebahagiaan dan sekaligus kesedihan big bosnya, lalu mendekati Varel dan duduk di samping Varel sambil menepuk nepuk bahu Varel
" Sekarang sudah ada titik terang tentang Vera , tersenyumlah pak , hanya tinggal menghitung waktu saja untuk bisa bertemu lagi" kata Marshcel menyemangati Varel big bosnya
Marshcel dan Varel sebenarnya sahabatan ,dan ada hubungan keluarga juga dengan maminya Hanifah. mereka berdua seumuran,
Di kantor tidak ada yang tau kalau Direktur Utama dan asisten pribadinya adalah dua sahabat dan saudaraan juga, karena dikantor Marshcel selalu bersikap formal dan profesional pada Varel, tapi kalau di luar kantor mereka sudah seperti saudara.
__ADS_1
" Ya,, kamu benar Cel, jadi bagaimana sebaiknya menurutmu , saya masih baru bekerja di kantor ini, satu sisi saya pingin Mecari Vera langsung ke London, saya tidak mau menahan siksaan batin ini terlalu lama lagi, dan saya takut kehilangan jejak Vera lagi, bisa- bisa saya tidak akan pernah bertemu Vera seumur hidup saya , dan di sisi lain saya harus mengurus kantor ini, bagaimana ini cek " kata Varel sedih curhat pada Marshcel
" Begini ya Varel Palevi , kamu lebih baik pergi ke London mencari Vera, telusuri semua rumah sakit terdekat dengan universitas tempat kuliah Vera dulu , karena saya yakin mereka tidak akan jauh-jauh tinggal dari kampusnya Vera. Pencarian mu ini sudah termasuk babak penentu di masa depan mu nanti, karena , sebelum kamu bertemu dengan Vera, hidupmu pasti tidak akan tenang, dan apa lagi nanti kamu sampai menikahi wanita lain, pasti akan menjadi masalah besar nanti bila masa lalu mu yang rumit ini belum terselesaikan, dan saya pribadi akan mendukung kamu dan Vera untuk menjalin hubungan serius yang lebih dari teman, sahabat atau apalah itu , Vera wanita yang sangat cantik, jenius dan masih setia pada mu, terbukti dengan dia yang masih mengenakan kalung darimu sampai sekarang, untuk masalah kantor, biar saya yang mengurusnya, dan bila om Bara bertanya pada saya kenapa, maka saya akan menjelaskan semuanya, saya rasa kalau sudah begini, om Bara papimu tidak akan berani macam- macam lagi padamu, karena masalah ini muncul berakar dari papimu sendiri , dan kamu sendiri juga tau , bukan psikis kamu yang rusak, tapi juga psikis Vera" kata Marshcel panjang lebar menjelaskan dan sekalian mendukung Varel big bos plus saudaranya
Mendengar ucapan dan pendapat Marshcel, Varel langsung memeluk asistennya itu
" Makasih Cel , saya segera berangkat ke London, tolong kamu Carikan tiket keberangkatan saya untuk besok " kata Varel bersemangat
" Baiklah Varel saya akan Carikan tiket buat kamu untuk keberangkatan kamu besok " jawab Marshcel
" Ouh Cel , selama saya tidak ada , kamu pake ruangan saya untuk bekerja, karena kursi Direktur tidak boleh kosong, tolong jaga dan majukan perusahaan ini, semua saya serahkan dan percayakan kepadamu " kata Varel memberikan tugas-tugasnya pada asisten pribadinya
Ke esokan harinya sekitar jam 9 pagi, Marshcel sudah tiba di rumah tinggal Varel , Varel di Jakarta ini tinggal sendirian dan kedua orang tuanya masih tinggal di Surabaya
Marshcel lalu berjalan ke arah ranjang king size milik Varel dan duduk berjuntai di sana, tak lama varel pun keluar dari kamar mandi
" Hei kamu Cel , kamu bantuin donk memasukkan pakaian dan keperluan saya ke koper, tadi saya sempat ketiduran juga " kata Varel sambil memakai baju casual nya
" Baik " jawab Marshcel singkat lalu melakukan perintah atasannya tersebut
Tidak butuh lama, mereka pun sudah naik ke mobil dan melaju menuju bandara internasional Soekarno Hatta.
__ADS_1
Hanya satu jam perjalan dari rumah, mumpung jalan tidak macet juga, mereka sampai di bandara , Varel turun dari mobil dan di ikuti juga oleh Marshcel lalu mengeluarkan koper Varel, setelah itu mereka berjalan masuk kedalam gedung bandara
" Marshcel saya masuk dulu, dan ingat pesan saya kemaren , dan mohon do'a nya semoga saya cepat bertemu dengan Vera " kata Varel sambil menyalami Marshcel sambil merangkulnya
" Baik Varel , selamat jalan, Do'a terbaik saya menyertaimu, kalau ada apa-apa cepat telpon saya " kata Marshcel lagi
Lalu merekapun berpisah, Varel masuk ke dalam dan langsung check in untuk keberangkatannya ,setelah itu Varel duduk di ruang tunggu yang telah di sediakan.
Di sana Varel duduk sambil membayangkan wajah cantik Vera , dan juga membayangkan detik- detik pertemuannya dengan Vera.
Ntah kenapa hati Varel saat ini merasa senang dan bahagia hingga tanpa sadar dia senyum- senyum sendiri
" Permisi mas " tiba- tiba ada suara yang melambungkan lamunan Varel, Varel melihat ke arah suara yang menyapanya , ternyata seorang gadis yang mengambil tempat duduk pas di sampingnya, melihat itu Varel pindah mencari tempat duduk lain, saat mau berdiri
" Kok berdiri, mau kemana mas , kenalkan nama saya Priska " kata cewek tersebut mengulurkan tangannya sambil mengenalkan dirinya pada Varel
" Saya mau ke toilet dulu" jawab Varel singkat sambil
Berdiri dan berjalan menuju kursi ruang tunggu sebelah lain dan duduk disana
' huh ,, tuh cewek tidak bisa melihat saya senang ya, ganggu saya saja ' kata batin Varel kesal
__ADS_1
Tidak cukup satu jam di ruang tunggu sudah ada pemberi Tahuan kalau penumpang pesawat menuju London segera bersiap- siap ke lapangan udara