
" Alhamdulilah papa mu benar-benar hebat ya Vera , papa Vera benar-benar luar biasa , sungguh om tidak mengira klo papa Vera akan sehebat ini bisa bersaing dengan pebisnis benua Eropa" ucap papi Varel yang tidak henti&hentinya mengagumi sahabat lamanya itu
Vera tersenyum dan di dalam hati sangat mengagumi papanya itu
Sementara Varel dan maminya hanya mengangguk-anggukkan kepala menyimak obrolan Bara dan Vera tersebut
Oh iya Vera , ini Tante bawain oleh-oleh dari Jakarta buat Vera dan mamanya , mudah-mudahan Vera dan mamanya suka ya " ucap mami Varel sambil menyerahkan dua tas oleh-oleh tersebut kepada Vera
" Aduh Tante , makasih ya Tante oleh-olehnya " ucap Vera sambil menerima dua tas oleh-oleh tersebut lalu menaruhnya ke dalam lemari kain yang terletak di balik pintu ruangan rawat inap tersebut .
Setelah Vera menaruh oleh-oleh tersebut ,lalu Vera membuka kulkas dan mengambil 3 minuman kaleng dari sana , dan juga beberapa Snack lalu berjalan ke arah sofa di mana keluarga Varel lagi duduk di sana ,lalu menaruh minuman dan Snack tersebut di atas meja sofa tersebut
" Silahkan di minum ,om, tanya, kak Varel " ucap Vera menawarkan pada Varel ,mami dan papinya
" Aduh Vera , tidak usah repot-repot donk, duduk saja disini , saja di dekat Tante " ucap mami Varel sambil menepuk kursi di sebelahnya
" Iya Tante , Vera tidak merasa di repotkan juga kok sama ta te " ucap Milkha sambil duduk di sebelah mami arek
Entah kenapa ,melihat Vera yang cantik dan ramah itu ,kasih sayang Hanifah semakin bertambah, apa lagi Mami Varel ini membayangkan kalau Vera akan menjadi mantunya nanti , pengen sekali rasanya manis Varel memeluk Vera untuk meluapkan rasa sayangnya pada Vera
Saat asyik ngobrol papa Vera pun datang
"Assalamu'alaikum, hei ,,ada tamu " ucap papa Vera mengucap salam lalu menyapa tamunya sambil menyalami tamunya
" Sudah lama ya di sini ? maaf kan saya , tadi saya ada acara pertemuan sedikit sana sesama rekan bisnis " ucap papa Vera tersenyum lalu duduk di sebelah sahabatnya Bara
" Kamu hebat ya Fito , usaha bisnis mu sudah go internasional " ucap Bara kagum
" Ah,,, biasa saja ko Bara, usaha kamu juga tidak kalah hebat loh, punya perusahaan yang cukup besar di bidang properti dan sudah punya beberapa cabang juga " jawab papa Vera tidak mau kalah juga
Sementara Bara asyik ngobrol ,Vera dan Varel hanya diam sambil membaca majalah yang ada di bawah meja
__ADS_1
Papa Vera melayangkan pandangannya ke arah istrinya yang lagi tidur
" Vera , apa mama sudah makan obat ? " tanya Fito pada anaknya
" Sudah pa ,baru satu jam ini" jawab Vera lagi
" Baguslah, terus dokter nya sudah masuk ?" tanya papanya lagi
" Belum pa , mungkin bentar lagi " jawab Vera lagi
" Ok ," jawab papa Vera sambil melirik jam di tangannya
" Vera ,semuanya , saya keluar sebentar ya " ucap papa Vera sambil berdiri
" Mau kemana lagi Fit ?" tanya Bara merasa aneh, belum lama sahabatnya itu sampai sudah mau pergi lagi
" Ada perlu keluar sebentar , kamu di sini aja dulu ,saya tidak lama kok " ucap papa Vera lagi sambil berjalan keluar dari ruangan itu
Vera yang tau papanya kemana hanya tersenyum sambil membaca majalah
" Ok, your mother's condition is much better, and today, your mother may go home, Hemsworth your mother will only be trained as an automation, and once a week come here again for a check up "
" Ok , keadaan ibu anda sudah jauh lebih baik , dan hari ini ibu anda sudah boleh pulang , dan untuk selanjut nya ibu anda akan di rawat jalan saja , dan satu kali seminggu datang lagi ke sini untuk check up "
Ucap dokter yang merawat Felly pada Vera sambi tersenyum
" Thank you doctor , all right then, I Will take care of the administration of my mother's return definitely "
" Terimakasih dokter , saya akan segera mengurus administrasi kepulangan ibu saya segera " jawab Vera dengan penuh rasa syukur
" All right , here's the description , and please take it at the hospital's Pharmacy ,ok ? "
__ADS_1
" Baiklah , ini resep obatnya, dan tolong ambil di apotik rumah sakit ini ya " ucap dokter tersebut sambil memberikan resep obat yang telah dia tulis barusan , lalu dokter itu pergi meninggalkan ruangan tersebut
" Gimana Vera,, pa kata dokter barusan ? " tanya mama Varel penasaran, karena mama Varel tidak bisa berbahasa Inggris
" Kata dokter mama boleh pulang hari ini Tante , dan harus balik ke sini untuk check up sekali seminggu " jawab Vera menjelaskan pada mama Varel
" Alhamdulillah ya Allah , akhirnya Felly sudah boleh pulang juga oleh dokter " ucap mana Varel bersyukur karena Felly sahabatnya sudah hampir sembuh
" Iya Tante , Alhamdulillah " jawab Vera lagi sambil membetulkan selimut di badan mama tersayangnya
Beberapa menit kemudian , papa vera pun datang dengan menenteng banyak kantong berisi kotak makan
" Ayo semua ,kita makan siang dulu , sudah jam 2 nih " ucap papa Vera sambil mengeluarkan kotak berisi makan siang mereka dan membagikannya satu persatu pada keluarga Varel , dan pada Vera juga
" Ouh, rupanya kamu keluar untuk beli makan siang ya Fito ? " tanya Bara papi Varel
" Iya Bara , yuk makan !" seru papa Vera lagi
" Wah,,, jadi tidak enak juga nih kami sudah merepotkan mu Fito " ucap papi Varel lagi
" Tidak usah baper begitulah Bara , Kuta kan keluarga , jadi santai aja " jawab papa Vera lagi sambil membuka kotak makan siangnya
Semua pun makan siang dengan hikmat tanpa banyak bicara sampai mereka menghabiskan makan siangnya masing-masing
" Oh pa , tadi dokter yang menangani mama sudah masuk, katanya hari ini mama sudah boleh pulang ,dan ini resep obatnya yang harus di tebus di apotik rumah sakit ini " ucap Milkha pada papanya sambil memperlihatkan resep obat yang di berikan oleh dokter tadi
" Baiklah sayang , biar papa yang mengurus administrasi kepulangan mama , dan Vera yang menebus obat nya ke apotik ya ?" ucap papa Vera lagi , merasa senang dan bersemangat karena istrinya Felly sudah boleh pulang
" Iya pa , Vera akan segera ke apotik nya " jawab Vera
" Maaf Tante , om Bara ,kak Varel, Vera tinggal ke apotik dulu ya " ulas Vera lagi pamit pada keluarga Varel sambil berjalan ke arah pintu
__ADS_1
" Vera ,biar kak Varel temani ya ? " ucap Varel sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan dengan cepat ke arah Vera
" Kak Varel duduk aja temani om dan Tante disini " jawab Vera menolak tawaran Varel