
" Ah kamu ini jangan meledek saya Aldo, saya di sini hanya sementara mengantikan big bos saya yang lagi ke luar negri urusan keluarga " kata Marshcel apa adanya
" Tapi kamu tetap hebat hingga bisa di terpilih sebagai penganti big bos" jawab Aldo lagi
" Terserah kamu lah mau menilai apa Aldo, saya memanggil kamu ke sini karena saya butuh bantuan kamu " kata Marshcel tanpa basa basi
" Wah bantuan apa itu hingga kamu memanggil saya ke sini " tanya Aldo lagi
" Saya mau kamu sementara ini bekerja di sini mendampingi saya menjadi asisten pribadi saya, jujur, saya takut tidak bisa menjalankan perusahaan ini seperti yang di harap kan Varel big bos saya " kata Marshcel lagi
" Hmm begitu ya, tapi saya takut hasil kerja saya tidak bagus juga Cel, jabatan yang kamu berikan pada saya juga bukan jabatan main-main " kata Aldo ragu- ragu
" Coba saja dulu, saya akan membimbing kami melakukan tugas ini, hitung- hitung kamu menimba ilmu di sini " kata Marshcel meyakinkan
" Baiklah Cel , saya mau, tapi janji untuk membimbing saya dan satu hal lagi, saya masih boleh kan mengurus bisnis saya di luar jam kantor " tanya Aldo lagi
" Kalau di luar jam kantor so pasti boleh " jawab Marshcel tegas, karena Marshcel tau bahwa Aldo mempunyai bisnis beberapa restoran besar dan sudah punya nama di kota ini
" Kalau begitu saya masuknya kapan, dan ruangan kerja saya di mana" tanya Aldo lagi
" Kamu masuk mulai besok, untuk ruangan kerjamu, mari ikut saya " kata Marshcel sambil berdiri dan berjalan ke depan pintu keluar.
Aldo pun ikut berdiri dan berjalan berdampingan dengan marshcel menuju pintu keluar
" Nah ini ruangan kerja mu Aldo, ruangan mu berada di sebelah ruangan saya, hanya ada 2 ruangan di lantai 20 ini, satu ruangan saya , di depan pintu masuk ruangan saya, kamu bisa lihat sendiri itu ,adalah meja sekretaris Direktur , dan satu lagi yaitu ruangan yang akan kamu tempati ini" kata Marshcel menjelaskan.
LONDON
Jauh di Benua Eropa sana, Varel telah mengontrak sebuah rumah yang sederhana tapi cukup mewah juga untuk di tempati Varel seorang diri.
Varel akan tinggal di rumah itu selama mencari Vera , Varel merasa dia jauh akan lebih nyaman tinggal di sebuah rumah kontrakan di bandingkan Engan tinggal di sebuah Hotel.
Setelah mandi Varel menyusun pakaiannya ke lemari , dan setelah itu Varel akan beristirahat sampai besok pagi untuk menghimpun tenaga mencari Vera.
Masih di kota London, di sebuah rumah sakit , Vera lagi menunggui mamanya yang lagi di rawat
__ADS_1
" Ini makan dulu ma , biar ada tenaganya dan juga cepat sembuh" kata Vera menyodorkan bubur ke mulut mamanya
" Mama tidak punya selera makan sayang " jawab mamanya
" Walaupun tidak punya selera makan, mama harus paksain makan , biar mama ada tenaga , mama tidak boleh mengharapkan tenaga dari air infus saja " kata Vera sambil menyuapi mamanya
Melihat kegigihan Vera Felly akhirnya mau makan di suapi oleh anak semata wayangnya
Vera dengan sabar menyuapi mamanya hingga akhirnya , bubur itu pun habis berpindah ke perut mamanya , setelah selesai makan, Vera meminum kan mamanya lewat sedotan, habis itu Vera duduk di samping ranjang rumah sakit yang di tiduri mamanya
" Mama duduk sandaran sebentar dulu ya , bentar lagi baru minum obatnya " kata Vera sambil menyandarkan badan mamanya ke bantal di kepala tempat tidur
Saat bersamaan Fito papa Vera masuk keruangan itu
" Vera, apa mama sudah makan " tanya papanya
" Sudah pa , barusan siap , bentar lagi mau minum obat juga " jawab Vera
" Habis semua buburnya " tanya papa Vera
" Alhamdulillah habis pa " kata Vera lagi
" Iya pa , tidak usah terima kasih juga, yang Vera rawat adalah mama Vera sendiri, kalau tidak Vera yang merawat , habis siapa lagi donk pa " kata Vera lagi
" Iya sih Vera , papa bersyukur punya anak yang baik dan berbakti seperti Vera, semoga mama cepat sembuh karena di rawat langsung sama putri tercintanya " kata papa Vera lagi
" Aamiin ya Allah" kata Vera me aamiinkan
" Ouh ya Vera , papa lupa nanya , bagaimana dengan pekerjaan Vera di Indonesia, berapa lama Vera di kasih cuti kerjanya " tanya papa Vera
Mendengar kata-kata papanya , Vera menundukkan kepalanya , berfikir harus ngomong apa pada papanya tentang dirinya yang resign dari perusahaan tempat dia bekerja.
" Loh , kok Vera diam sayang " tanya papa nya lagi
" Itu pa, Vera tidak mengambil cuti pekerjaan di perusahaan , melainkan Vera resign dari sana " kata Vera berkata jujur pada papanya
Mendengar kata-kata Vera, papanya pun jadi kaget, karna Vera tiba- tiba resign
__ADS_1
" Sayang kenapa harus resign sih , ambil cuti kan bisa , itu adalah pekerjaan yang Vera suka ,yang sesuai dengan hobi dan bidang kuliahnya Vera " kata panya bernada sedih
" Pa , Vera tidak mau ambil cuti, karena waktunya yang terbatas , sementara Vera mau merawat mama dengan waktu yang tak terbatas lamanya , Vera pengen berbakti pada mama, soal pekerjaan itu gampang, nanti setelah mama sembuh , Vera akan mencari pekerjaan lagi , soal rejeki kan sudah di atur sama Allah " kata Vera menjelaskan panjang lebar pada papanya
" Baik lah kalau begitu sayang , papa dan mama sangat beruntung dan bangga punya anak seperti Vera , terima kasih sayang " kata papa Vera sambil memeluk Vera dengan rasa haru atas sikap baik putri semata wayangnya
" Ya pa, semoga kita selalu bahagia dan sehat selalu , biar bisa bersama-sama untuk selamanya " kata Vera membalas pelukan nyaman papanya
" Aamiin ya Allah " ucap papa Vera
" Oh ya sekarang waktunya mama untuk makan obat" kata Vera melihat ke arah mamanya yang ternyata sudah tertidur siap makan
Vera pun menyiapkan obat mamanya dan mengambil Ari putih
" Ini obat mama pa , papa bangunkan saja mama untuk minum obat, setelah itu mama boleh tidur lagi" kata Vera pada papanya sambil memegang gelas air putih dan obat- obat mamanya juga
"Mama bangun ma , ayuuk minum obat dulu habis itu mama tidur lagi" kata Fito membangunkan Felly istrinya sambil menepuk- nepuk pelan bahunya
Felly pun terbangun dari tidurnya
" Ada apa papa bangunkan mama " kata Felly
" Minum obat dulu ma " kata Vera menyodorkan obat ke tangan mamanya.
Felly pun mengambil obat-obat itu dan langsung memasukkannya ke mulut dan meminum air putih yang di kasihkan Vera
" Sudah, mama boleh tidur lagi " kata Vera sambil merebahkan mamanya untuk tidur lagi lalu menyelimutinya , Vera mengusap- usap kepala mama nya biar cepat tertidur lagi
Semua itu tak lepas dari penglihatan Fito papanya Vera
' Bersyukur sekali saya punya putri cantik , pinter dan Sholeh seperti Vera ' kata batin Fito
Hai ,,,selamat pagi pecinta Vera dan Varel semuanya ,
Bunda mohon dukungan dan suportnya ya dengan memberi like dan komentar setelah membaca , karena like dan komentar dari reader semua adalah sumber inspirasi dan sumber semangat buat bunda untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya
__ADS_1
Wassalam dan terimakasih .,