Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 79 Mabuk Cinta


__ADS_3

" Iya Bu , terimakasih" jawab Monica lalu duduk berdampingan dengan Monica


" Begini ya Monica , saya memanggilmu kesini , untuk membicarakan suatu hal yang pribadi dan kamu harus bisa merahasiakannya sama Kariawan di kantor ini , termasuk Rehan , bisakah ? " tanya Vera pada sahabat plus sekretarisnya itu


" Insyaallah bisa Bu " jawab Monica cepat


" Begini ya Monica , kamu tau kan saya dan pak Levi sudah kenal dari balita , terpisah selama 14 tahun ,dan kami bertemu kembali beberapa bulan yang lalu , perasaan kami pun tidak pernah berubah dari dulu sampai Sekang, dan Minggu depan saya dan pak Levi akan mengadakan acara lamaran dan sekalian bertunangan " ucap Vera bercerita pada Monica


" Wah ,Bu Vera akan bertunangan dengan pak bos ? selamat ya Bu " ucap Monica memberi selamat pada Vera


" Iya , makasih Monica , sekali lagi saya mohon tolong rahasiakan hubungan saya dengan pak Levi sampai kami menikah " ucap Vera lagi


" Baik Bu Vera ,saya akan menjaga rahasia ini dengan baik " jawab Monica lagi


" Ok silahkan kembali melanjut kan pekerjaannya " ucap Vera pada sahabatnya itu


Setelah itu , Vera dan Monica pun melanjutkan pekerjaannya masing masing sampai jam istirahat kantor


" Bu bos , ke kantin yuk " ucap Monica seperti biasa ,selalu makan bersama Vera ke kantin


Monica , kamu pergilah bersama yang lain , karena mulai hari ini Bos kita akan makan di ruangan saya , kamu pandai pandai lah mencari alasan bila ada yang tanya tentang saya " ucap Vera wanti wanti pada Monica



" Ok Bu bos , saya turun dulu " ucap Monica lalu meninggalkan Vera di ruangannya

__ADS_1



Setelah Monica dan yang lainnya turun , Varel pun mendatangi ruangan Vera sambil membawa tentengan makan siang mereka , tadi sekretarisnya salah kirim alamat pada pihak restoran , dan mengirim makan siang tersebut ke ruangan Varel



Vera yang sengaja tidak keluar dari ruangan nya , dengan cepat menyambut ke datangan Varel dan menolong membawa tentengan Varel dan menaruhnya di atas meja Sofanya


" Yuk kita makan siang dulu sayang " ucap Varel pada Vera sambil membuka kotak makan siang tersebut


" Iya mas " ucap Vera juga membuka kotak makan tersebut


" Hmmm kelihatannya enak nih mas " ucap Vera lagi setelah melihat menunya


" Ini ada just juga sayang , makan lah " ucap Varel pada Vera saat Vera membersihkan meja makan dan membuang sampah makanannya ke tong sampah di sudut ruangannya


" Iya mas bentar lagi , perut Vera masih kenyang " jawab Vera sambil duduk kembali di samping Varel


" Sayang , mulai hari ini mas makan di sini ya " ucap Varel sambil megenggam tangan Vera


" Iya mas , terserah sama mas aja , Vera nurut kok " jawab Vera sambil tersenyum


" Nah gitu donk sayang ,mas semakin sayang deh sama kamu " ucap Varel sambil membawa Vera ke dalam pelukannya


" Benarkah mas semakin sayang sama Vera ?" ucap Vera lagi sambil menatap wajah tampan Varel tersebut

__ADS_1


" Iya sayang , mas berani sumpah demi apapun, hanya Vera yang ada di hati mas , Vera satu satunya wanita yang mas cintai di dunia ini selain mami juga " ucap Varel sambil mengeratkan pelukannya pada Vera lalu mencium kening Vera


" Iya mas , Vera juga sayang dan cinta sama mas Varel " ucap Vera lagi


" Makasih cinta dan rasa sayang nya ya sayang " ucap Varel , lalu Varel mencium kening Vera lagi , terus turun ke bibir nya , Vera tidak menolak sama sekali saat Varel mencium bibir nya dengan lembut ,tidak tau kenapa Vera begitu suka dengan aroma maskulin yang keluar dari tubuh Varel , sehingga tanpa sadar Vera membuka mulut nya sebagai tanda dia merespon ciuman itu , Varel pun memperdalam ciumannya pada Vera sambil tetap memeluk Vera dengan sebelah tangan , sementara tangannya yang lain telah merayap mendaki gunung kembar Vera sambil meremasnya dengan pelan , Vera hanya pasrah saat tangan Varel menjamah gunung tersebut , Varel mendengar Vera mendesah, jiwa lelaki Varel tertantang , mendaki gunung adalah hal pertama buatnya, juga Vera , Varel lalu menurunkan pandangnya ke sepasang gunung kembar yang masih di selimuti oleh kain tipis bewarna hitam dengan berenda brokat tersebut , mata Varel tidak bisa lepas dari sana sepasang gunung yang begitu indah , putih dan padat berisi , hampir keluar dari pembungkusnya , membuat Varel tiba tiba mendaratkan ciumannya sana sedikit menghisap sambil meremasnya


" Mas , sudah ah mas , nanti ada yang lihat " ucap Vera sambil menolak wajah Varel agak menjauh dari gunung kembarnya


" Ngak ada yang bisa masuk ke ruangan ini sayang , karena pintunya sudah mas kunci dari dalam" ucap Varel sambil menciumi gunung kembar Vera kembali


" Udah ya mas , nanti kita khilaf loh " ucap Vera lagi


" Iya baiklah sayang , maafkan mas yang telah lancang main di dua gunung Vera ini , ini adalah pengalaman pertama mas sayang , tidak tau kenapa saat tangan mas menyentuhnya , ada keinginan untuk melihat dan menikmati ke indahan nya, dan mas tidak menyangka sayang , gunung Vera begitu indah banget , padat berisi , makasih sayang mas telah di izinkan menyentuhnya " ucap Varel yang masih menaruh tangannya di sana


" Iya mas , ini untuk yang pertama dan untuk yang terakhir mas memegangnya sebelum kita menikah , nanti setelah menikah mas boleh kok mainkan sepuasnya " ucap Vera lagi


" Iya sayang , makasih ya " ucap Varel lagi , setelah sadar jam istirahat tinggal 5 menit lagi varelpun menolong Vera memperbaiki pasangan bra-nya yang sudah berantakan itu ,lalu menolong mengancingkan kembali baju Vera


" Sudah sayang , sudah rapi lagi, sekali lagi makasih ya sayang , mas bahagia banget hari ini , karena mas merasa menjadi lelaki sejati, sudah punya pacar dan calon istri juga, I love you " ucap Varel bahagia ,karena bisa merasakan kebahagiaan dekat dengan wanita yang dia cintai , begitu juga dengan Vera , dia merasakan hal yang sama , mereka sama sama merasakan indahnya pacaran dan cinta pertama di detik detik menjelang pernikahan mereka


Sebelum kariawan lain berdatangan , Varel sudah lebih dulu meninggalkan ruangan Vera kembali ke ruang kerjanya di lantai dua puluh


Varel duduk di kursi kebesarannya dan menyalakan lap top nya, untuk memulai pekerjaannya , Varel bekerja sambil memijit pinggir alisnya , lalu mendesah, dan menarik nafasnya dalam dalam , lalu membuangnya dengan kasar melalui mulutnya


' Kenapa sih saya ngak bisa fokus kerja hari ini , kebayang Vera terus , apa begini ya orang yang benar - benar jatuh cinta ? gawat nih kalau begini , malah penikahannya masih lama lagi ' ucap Varel di dalam hati kesal pada dirinya sendiri

__ADS_1


__ADS_2