
Subuh dan pagi-pagi sekali Varel sudah bangun, dia melihat Vera tidur dengan nyenyak sekali , mau membangunkan tapi tidak tega dan kasihan, karena semalam telah melayaninya dengan baik , Varel mengusap kepala istrinya itu perlahan, lalu mencium kening dengan pelan, setelah itu Varel menyelimuti tubuh Vera hingga ke leher
Varel turun dari tempat tidurnya, lalu langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hanya berselang sepuluh menit Vera terbangun dari tidurnya, saat mendengar bunyi air dari kamar mandi, Vera lalu langsung tau kalau Varel yang berada di sana
Lima belas menit kemudian Varel sudah keluar lagi dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya, rambutnya masih meneteskan air , Vera terpukau melihat body Varel yang atletis dengan otot dan perut sixpack nya , di tambah dengan rambut basahnya itu
" Sudah puas memandangi suami tampan mu ini sayang ?" ucap Varel menggoda istrinya
"Siapa yang memandangi mas ? GR deh " ucap Vera cuek lalu memperbaiki tidurnya dengan membelakangi suaminya tersebut
" Idiih ,, ngambek ya ?" ucap Varel sambil mendekati istrinya itu
" Siapa yang ngambek?" ucap Vera malu sambil membungkus ke seluruh badannya dengan selimut
Melihat tingkah istrinya yang malu-malu itu , Varel lalu duduk di samping ranjang di sebelah Vera
" Sayang,, jangan membungkus badan seperti ini, nanti nafasnya sesak loh lepas ya '' ucap Varel lembut sambil meraih dan melepaskan selimut yang membungkus istrinya yang malu-malu itu
Vera hanya diam saat selimut sudah tidak lagi membungkus badannya, wajah nya merona merah menahan malu karena ketahuan memandangi suaminya yang keluar dari kamar mandi
Varel yang menyadari istrinya lagi menahan malu , kemudian membelai rambut Vera dengan lembut
" Sayang , Maafkan mas pagi-pagi sudah menggoda kamu , jujur, mas senang bila istri cantik mas ini memandangi body mas , tidak usah merasa malu sayang, karena tubuh mas ini adalah milik kamu, pandanglah sepuasnya, begitu juga dengan tubuh Vera, Mas tidak pernah malu melihatnya waktu pertama melihatnya dulu , mas bahkan punya rasa bersyukur memiliki istri cantik dan sempurna ini " ucap Varel menenangkan hati Vera dengan lembut lalu mencium kening dan bibir istrinya itu dengan lembut
Vera hanya diam saat Varel bicara dan menciumnya
' Benar juga dengan apa yang mas Varel bilang , saat Vera memperhatikan tubuh mas Varel, Vera merasa beruntung telah memilikinya' ucap Vera di dalam hati tanpa meraba tubuh Varel yang masih mengenakan handuk itu
Merasa tubuh tubuhnya di raba , Varel memperdalam ciumannya dan mulai lagi merayap dan bermain lagi di bukit kembar favorit nya ,
Vera tidak menolak , dan bahkan hanya bisa mendesah merasakan sensasinya, handuk di pinggang Varel sudah lepas entah sejak kapan , begitu juga dengan gaun tidur Vera , mereka bergumul untuk yang kedua kalinya untuk bercocok tanam , menyemai benih di lahan Vera yang siap untuk di semai
__ADS_1
" Terimakasih sayang , sudah melayani mas dengan baik, walaupun mas tau area V nya masih terasa ngilu " ucap Varel menciumi Vera saat selesai menyemaikan benihnya
" Iya mas Vera melayani mas, karena tidak mau di cap sebagai istri durhaka, yang tidak nurut atau tidak patuh pada suami " Jawa Vera
" Iya sayang, makasih I love you " ucap Varel lalu memeluk dan mencium kening Vera
Mereka lalu beristirahat sebentar sambil ngobrol , Vera melirik jam dinding di kamar hotel tersebut yang sudah menunjukan jarum ke angka tujuh
" Mas Vera mandi dulu ya " ucap Vera bangkit dari tempat tidur
" Aah ,, " Vera meringis
''Kenapa sayang? masih sakit ya '' ucap Varel prihatin dan merasa bersalah
'' Iya mas , masih sakit '' jawab Vera sambil turun dari tempat tidur lalu berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi
Varel dengan sigap membopong tubuh Vera masuk ke kamar mandi , lalu menurunkannya dengan hati-hati
'' Iya mas baiklah , makasih sudah siapkan semuanya buat Vera'' ucap Vera sambil tersenyum
Setelah mengisi bathtub dengan air hangat , Varel lalu mengangkat tubuh Vera masuk berendam ke dalam bathtub
Setelah itu, Varel menyalakan lilin yang beraroma terapi , lalu menyiapkan handuk untuk istrinya tersebut
'' Sayang mau mas bantu mandinya?'' tanya Varel
'' Terima kasih mas, ngak usah '' jawab Vera sambil mengusap badannya dengan air mandinya yang berbusa sabun tersebut
'' Baiklah kalau begitu, Vera berendam dulu mandi di bathub ini, mas keluar dulu untu menyuruh pihak hotel membersihkan kamar kita dan menganti seprei nya '' ucap Varel , lalu segera keluar dari kamar mandi tersebut
Vera mandi berendam selama tiga puluh menit, setelah itu Vera keluar dari dalam bathtub untuk membilas badannya dengan air shower air hangat , setelah selesai, Vera lalu mengambil handuk dan memasangkan ke badannya, setelah itu, Vera masuk ke ruangan walk in closed dari pintu penghubung dari dalam kamar mandi tersebut untuk berganti pakaiannya.
__ADS_1
Vera kaget karena tiba-tiba kopernya sudah berada di ruangan itu, termasuk koper suaminya juga
Vera lau membuka kopernya tersebut, lalu mencari baju gantinya, setelah berpakaian, Vera lalu keluar dari walk in closed tersebut dengan handuk yang masih melilit di kepalanya, lalu duduk di kursi meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya dengan dryer
'' Mas itu koper kita tiba-tiba kok sudah ada di walk in closed? Siapa yang menaruhnya di sana ?'' tanya Vera pada suaminya yang lagi bermain handphone tersebut
'' Oh itu sayang,, tadi pihak hotel yang mengantarnya ke sini saat mau bersih bersih katanya barang titipan dari papi '' jawab Varel
''Hmmm ,, begitu ya, oh ya mas, mas mandi dulu sana, Vera sudah lapar nih '' ucap Vera sambil terus mengeringkan rambutnya
'' Baiklah sayang, mas mandi dulu, habis itu kita sarapan '' ucap Varel lalu berlari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Vera telah selesai mengeringkan rambutnya dan juga berhias , lalu Vera mengambil ponselnya yang dari kemaren mati lalu mencharger ponsel tersebut
Vera lalu berjalan menuju ke balkon kamar hotelnya untuk menghirup udara segar di pagi hari , ternyata di balkon tersebut ada sepasang sofa dan juga ada meja kecilnya, dan Vera pun lalu duduk di sana sambil menyapukan pandangannya ke alam sekeliling hotel tersebut
' Wah,,. Segar dan indah sekali pemandangan dari sini ' ucap Vera sambil menghirup udara melalui hidungnya dalam-dalam
Varel telah selsai mandi dan berpakaian ,dan sudah rapi juga, dia tidak melihat keberadaan Vera di kamar tersebut, lalu Varel melihat pintu ke balkon kamar terbuka, lalu Varel berjalan ke arah pintu balkon tersebut, dan melihat Vera lagi berdiri memandangi jauh ke depan
'' Lagi melihat apa sayang? Asyik banget mas lihat, hingga tidak menyadari kedatangan mas '' ucap Varel sambil memeluk pinggang Vera Dari belakang
'' Oh mas,, ini mas ,pemandangan nya indah banget di lihat dari sini, dan udaranya seger lagi'' jawab Vera menjelaskan
''So pasti sayang, siapa dulu yang milih kamarnya ''ucap Varel sambil mencium pipi Vera dari dari belakang
'' Emangnya siapa yang memilih kamarnya mas?'' tanya Vera penasaran
'' Papi yang memilih dan mengarahkan mendekor pekerja di kamar ini '' jawab Varel
''Papi semua yang mengaturnya? termasuk ,menahan koper kita ya mas?'' tanya Vera curiga
__ADS_1
'' Kalau itu mas tidak tau sayang, mungkin iya mungkin juga tidak, mungkin juga pihak hotel yang lupa mengantarkan ke sini '' jawab Varel tidak mau Vera menyalahkan papinya, karena Varel tau pasti ini kerjaan papinya, biar dia bisa menyebar benihnya segera