Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 31 Menyusul


__ADS_3

Marshcel geleng- geleng kepala melihat tingkah kedua orang tua Varel  setelah tau ceritanya.


" Marshcel , cepat kamu pesankan tiket pesawat untuk kami berdua, kamu urus keberangkatan saya sama Tante kamu besok ke London " kata Bara tiba-tiba


"  Iya om , Marshcel akan segera urus tiket dan dokumen lainnya " kata Varel sambil mengeluarkan handphone nya untuk memanggil Aldo asistennya


" Baiklah kami pergi dulu " kata Bara sambil berjalan ke pintu ,dan istrinya pun mengekor di belakang.


Setelah Bara dan istrinya keluar dari ruangan Marshcel , tidak beberapa menit Aldo masuk ke ruangan Marshcel


" Ada apa bos " kata Aldo sambil duduk di depan meja  kerja Marshcel.


" Kamu tolong urus  keberangkatan om Bara dan Tante Hanifah ke London besok " kata Marshcel to the point


Apa ,,, besok,, yang benar saja , ke London kayak mau kondangan saja "  kata Aldo geleng-geleng kepala


" Iya besok Bambaang, sudah tau masih nanya, itu lah bedanya orang kaya sama kita yang kurang mampu ini , mau kemana saja, mudah kayak membalik telapak tangan " ciloteh Marshcel pada asistennya bernama  Aldo


" Bener juga ya " jawab Aldo sambil garuk- garuk- kepalanya yang tidak gatal


" Sudah ah saya mau kerja, silahkan keluar dan kerjakan tugas yang telah saya kasih" kata Marshcel mengusir asistennya


" Baik bos " jawab Aldo singkat lalu keluar dari ruangan itu.


Sementara di rumah Varel di Jakarta, mama dan papanya lagi sibuk menyusun barang- barang yang dia perlukan di luar negri.


" Pi ,, kita harus belanja barang-barang  untuk ke berangkatkan kita besok, beli banyak makanan dan Snack juga " kata Hanifah bersemangat


" Boleh , tapi ingat bawakan oleh-oleh buat Felly sekeluarga" kata Bara mengingatkan istrinya


" Baik Pi, terus apa disana nanti kita langsung melamar Vera " kata Hanifah lagi


" Ngak apa-apa juga sih melamar  Vera di sana, tapi lihat situasi dan kondisi dulu, soalnya Felly kan lagi sakit, tunggu dia sembuh dulu, dan kita lihat pula  perkembangan hubungan Vera dengan Varel anak kita, kalau hubungan mereka masih seperti dulu, kita baru melamar Vera secara simbolis ". Kata Bara papi nya Varel panjang lebar pada istrinya


" Baiklah Pi , mami mengerti,  berarti kita juga harus menyiapkan cincin berliannya dari sekarang " kata Hanifah lagi

__ADS_1


" Iya mi , kita beli saja nanti , dan mengenai ke berangkatkan kita ini, kita kasih kabar saja ke Varel saat kita sudah ada di bandara  Soekarno Hatta " kata Bara lagi


Begitulah , mami dan papi Varel , bersemangat sekali mempersiapkan barang sesuatunya dan juga rencana lamaran juga , mereka sudah tidak sabar punya mantu dan cucu, apa lagi mantunya Vera , gadis yang mereka sayangi dari balita.


Di belahan benua Eropa sana, tepatnya di kota London Sana, kesehatan Felly sudah mulai membaik, dan tinggal menunggu pemulihan, Vera , Fito papanya dan Varel bergantian menjaga Felly.


Fito papanya Vera  harus on time juga dengan pekerjaan nya di negara London ini.


Semenjak Varel datang, papa Vera bisa  mengerjakan pekerjaannya dengan hati yang tenang.


Siang ini  Vera dan Varel yang jaga Felly di rumah sakit


" Kak  Varel titip mama, Vera mau keluar beli makan siang kita dulu , ada yang kak Varel mau titip ngak " tanya Vera bermaksud mau keluar beli makan siang mereka, karena sudah jam 12 waktu setempat.


"  Vera tungguin Tante Felly saja , biar kak Varel yang keluar untuk membeli semua itu " kata Varel menawarkan diri , dan tidak mau melihat Vera kecapean nanti


" Baik lah kak Varel , terimakasih " jawab Vera tersenyum manis pada Varel.


" Ada yang mau di beli lagi" tanya Varel pada Vera lagi


" Tidak ada kak Varel , itu aja , terimakasih " jawab Vera lagi


" Iya kak, hati- hati " jawab Vera lagi


Varel berjalan keluar pintu rawat inap felly dan menghilang di balik pintu


Vera mendekati mamanya yang lagi tidur.


" Mama , bangun ma , makan dulu " kata Vera membangunkan mamanya sambil mengusap kepala mamanya  dengan lembut


Felly pun terbangun dari tidurnya, lalu melayangkan pandangannya ke semua ruangan itu, dan tersenyum pada Vera


" Sudah jam berapa ini Vera, papa dan Varel mana, kok mama lihat tidak ada " kata mama Vera , karena tidak melihat orang-orang yang dia tanyakan


"  Papa ke perusahaan ma , dan kak Varel lagi membeli makan siang kita " kata Vera menjelaskan pada mamanya, sambil mendudukkan mamanya

__ADS_1


" Oouh begitu ya "  kata mama Vera lagi


" Ayu ma , makan dulu , nanti keburu dingin, dan setelah makan, mama juga harus minum obat "  kata Vera sambil menyuapi mamanya


" Ya baiklah sayang , terima kasih " jawab mama Vera sambil membuka mulutnya untuk di suapi makan oleh Vera.


Setelah selesai menyuapi mamanya makan, Vera mengasih minum mamanya, dan setelah itu menyandarkan punggung mamanya ke kepala tempat tidur,  untuk beristirahat sebentar.


Vera menunggu selama  15  menit, lalu  Vera pun meminumkan obat pada mamanya.


"  Mama setelah minum  obat ,mau tidur atau mau duduk bersandar saja ?  "  Tanya Vera sama mamanya


" Mama mau duduk bersandar saja Vera , capek mama tidur terus " kata Felly mamanya Vera


" Baiklah mah " kata Vera sambil memperbaiki bantal di belakang mamanya


Tidak lama setelah itu Varel pun masuk keruangan itu sambil menenteng makan siang yang dia beli, lalu menaruhnya di atas meja di dekat sofa ruangan itu.


" Vera ,,ayo makan dulu, nanti keburu dingin " kata Varel pada Vera


" Ya kak Varel " kata Vera sambil berjalan menuju sofa


Vera mengambil salah satu kotak makanan di dalam kantong tersebut dan membukanya


" Wah kelihatannya enak nih kak " kata Vera ngiler melihat sajian  makan siang yang Varel beli


  " Ya ,, pasti enak donk " kata Varel juga mengambil kotak di kantong tersebut


Di kantong masih ada satu kotak lagi, Varel membeli lebih siapa tau papa Vera sudah datang , sementara untuk Felly mama Vera masih makan makanan yang di sajikan oleh rumah sakit


Varel duduk di hadapan Vera sambil membuka kotak makan makannya


" Tante felly sudah makan siang kah " tanya Varel pada Vera


" Sudah kak, bahkan sudah minum obat juga" kata Vera menjelaskan

__ADS_1


Varel dan Vera  makan sambil ngobrol santai , Felly mengamati dari jauh sepasang anak yang telah terpisah 14 tahun itu sambil tersenyum bahagia, di sana Felly bisa melihat senyum dan tawa anak gadisnya yang sudah lama  hilang  kini telah kembali lagi.


' Ya Allah, bila pertemuan itu yang membuat mereka bahagia, dan ceria kembali, jodoh kan lah mereka dengan ikatan pernikahan ya Allah, dan berilah kebahagiaan yang sakinah mawaddah dan warrahmah untuk rumah tangga mereka nanti '  Do'a Felly dalam hati untuk anaknya dan Varel


__ADS_2