Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 19 Merindukan Vera


__ADS_3

Hari ini adalah Batas waktu tugas yang di kerjakan para arsitek di lantai 15


Mobil Rosa dan Monica secara bersamaan masuk ke  pintu gerbang kantor, merekapun beriringan menuju lapangan parkir mobil pegawai, dan bersamaan turun dari mobil masing- masing


" Hai Rosa , selamat pagi " sapa Monica


" Hai , selamat pagi juga Monica " balas Rosa


Mereka pun berjalan berdampingan menuju lobby kantor , karena masih ada waktu , mereka berdua pun duduk sebentar di sana sambil sambil main handphone.


Tidak jauh dari mereka duduk tampak dua orang laki- laki tampan berjas dan berdasi berjalan tegap memasuki lobby kantor, semua  Kariawan yang ada di lobby menundukkan kepala tidak berani menatap dua laki-laki  yang lewat di depan mereka, ternyata laki- laki tersebut  adalah pak Levi  direktur utama pimpinan mereka dan Marhcel asisten pribadinya, saat pak Levi dan Marshcel itu lewat di depan Monica dan Rosa, Levi melirik ke arah Rosa yang lagi asyik main handphone, dan berlalu dari sana menuju lift khusus petinggi kantor, dan mereka masuk lift menuju lantai 20.


Monica  dan Rosa tidak menyadari kalau  pimpinan mereka barusan lewat di depan mereka.


Tidak berapa menit kemudian Monica dan Rosa pun jalan menuju lift Kariawan dan naik menuju lantai 15


Di lantai 20 di ruang direktur utama tampak Levi lagi berdiri di pintu kaca besar di sudut ruangannya , Levi melayangkan pandangannya ke luar , memandang ke sekeliling


' Vera dimanakah keberadaan mu saat ini, apa kamu masih ingat pada kak Varel , kak Varel rindu sama kamu Vera ,pasti kamu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik saat ini, ya Allah pertemukan lah hambamu  ini dengan Vera Rosalina Putri '  rintihan batin Varel Palevi Prasetyo


Saat Varel atau Levi lagi melamun terdengar ketukan pintu dari luar  ,, tok tok tok


"  Masuk" jawab Levi sambil  berjalan menuju ke kursi kebesarannya


Stella pun masuk  berjalan menuju meja kerja Levi


" pak Levi, ini jadwal kerja bapak hari ini , nanti jam 9:45 sampai jam 11:00  siang bapak ada meeting dengan perusahaan elang perkasa dan Jam dua bapak survei ke lapangan proyek pembangunan  mall  yang di Tanggerang " kata Stella membacakan jadwal kerja Levi hari ini


" Baiklah , itu saja kan" tanya Levi sambil membuka   laptop iPhone nya


" Iya pak , di samping itu juga ada berkas berkas yang harus pak Levi tanda tangani " jawab  Stella sekretarisnya


" Baiklah , tinggalkan saja dulu berkas-berkas untuk saya tanda tangani di sini " kata Levi bicara tanpa menoleh  dan tetap melihat ke laptop nya

__ADS_1


" Baiklah pak " jawab Stella lagi


" Ohya  Stella , bagaimana dengan rancangan gambar rumah sakit mewah itu, sudah siapkah " tanya Levi lagi


" Saya rasa sudah pak, karena saya kasih waktu dua hari sama mereka " jawab sekretaris Levi


" Kalau begitu cepat urus hari ini juga, setelah gambarnya siap taruh di atas meja saya "


" Baiklah pak Levi,   saya  akan  hubungi kepala workshop  lantai 15 dulu, saya permisi  kemeja saya dulu  pak "  jawab Stella lagi.


" Baik silahkan " jawab Levi singkat


Stella pun langsung keluar dari ruangan  Direktur Utama dan berjalan menuju meja kerjanya yang ada di depan pintu ruangan Direktur Utama,


Setelah duduk di kursinya, Stella  langsung menelpon kepala workshop Bu Marisa di lantai 15


" Hello Bu Marisa , selamat siang, tugas yang saya kasih kemaren sudah kelar apa belum " tanya Stella di telpon


" Sudah Bu Stella , ini barusan siap saya kumpulkan dari mereka " jawab Marisa di sebrang sana


" Baiklah Bu Stella , saya segera naik keatas " jawab Marisa


" Cepat ya ,saya tunggu " jawab Stella lagi


"Ya Bu Stella " jawab Marissa singkat dan sambungan telpon pun berhenti


Tak lama kemudian Marisa pun sampai ke lantai 20 dan langsung menyerahkan rancangan- rancangan gambar  pada Stella


" Ini Bu stella , jika ada kekurangan atau ada yang mau di tambahi pada gambar, hubungi saya lagi ya " kata Bu Marisa


" Baik Bu Marisa , terima kasih " jawab Stella sambil membuka  map berisikan rancangan gambar yang di minta


Setelah menyerahkan berkas-berkas gambar tersebut , Marisa pun langsung pergi , masuk ke lift menuju workshop nya di lantai 15

__ADS_1


Setelah Marisa pergi , Stella pun langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu mengetuk pintu Direktur Utama


Tok tok tok Stella mengetuk pintu


" Masuk " terdengar suara Levi dari dalam


Stella pun mendorong pintu tersebut , lalu langsung masuk  berjalan menuju meja Levi


" Ini berkas- berkas gambar yang bapak minta tadi " kata Stella sambil menyerahkan berkas gambar tersebut


" Baik , terimakasih, sekarang silahkan keluar dulu, biar saya periksa dulu, nanti kalau sudah ada rancangan gambar yang pas dan  sesuai dengan permintaan, saya akan panggil kamu lagi " jawab Levi  masih dalam mode fokus ke leptopnya


Begitulah Levi atau Varel ,


semenjak berpisah dari Vera,  tidak pernah mau bertatapan langsung dengan yang namanya wanita, kecuali maminya , Varel selalu dingin pada wanita dan tidak pernah mau menatap wanita, karena Varel takut tidak bisa menepati janjinya pada Vera,  yaitu akan kembali pada Vera dan akan selalu bersama-sama selamanya


Mendengar perkataan Levi,Stella pun langsung keluar dari ruangan bos nya untuk kembali lagi ke mejanya  mengerjakan tugas lain.


Setelah Stella keluar, Levi pun memeriksa rancangan gambar tersebut, di sana ada beberapa rancangan gambar , Levi memperhatikan satu persatu gambar tersebut berulang-ulang,  diantara gambar-gambar itu, hanya satu yang menarik hati Levi , sebuah rancangan gambar  yang unik, berkharisma, dan sangat berbeda dari yang lain, di samping rancangan itu juga ada rincian dan perhitungan secara mendeteil yang terkait dengan rancangan gambar tersebut , sungguh rancangan gambar yang  drafter nya sangat  kompleks,


di bawah pojok sebelah kanan rancangan gambar tersebut ada inisial  VRP


Levi pun sudah menjatuhkan pilihannya pada gambar berinisial VRP itu dan memasukkan berkas gambar itu ke dalam laci mejanya, biar tidak tercampur lagi dengan gambar yang lain


Setelah itu Levi menandatangani berkas - berkas yang juga sudah di periksanya, setelah siap dia melihat jam tangan mahalnya, yang ternyata meeting  akan segera di mulai 15 menit lagi


Levi memencet no telpon untuk memanggil Stella,


Stella pun langsung berdiri dan mengetuk pintu ruangan Direktur Utama, setelah ada seruan masuk, Stella langsung masuk  berjalan menuju meja atasannya


" ini berkasnya sudah saya tangani, dan bagaimana persiapan meeting sebentar lagi , apa berkasnya sudah siap " tanya Levi pada Stella dengan wajah dinginnya


" Sudah pak " jawab Stella singkat sambil mengambil berkas yang sudah di tanda tangani

__ADS_1


"Kalau begitu baiklah,silahkan keluar, saya akan bersiap-siap dulu" kata Levi


" Baiklah pak Levi " jawab Stella penuh rasa hormat sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Direktur Utama menuju meja kerjanya


__ADS_2