Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 111 Rumah Baru


__ADS_3

" Idih mas,, main cubit segala, sakit tau" ucap Monica sambil meraba pipinya


"Sori sori ,, habis kamu gemesin deh" jawab Marshcel


" Permisi " ucap pelayan rumah makan sambil membawa nampan hidangan makan siang Marshcel dan Monica , lalu menghidangkannya di atas meja


" Yuk di makan sayang" ucap Marshcel lagi sambil memberikan sebuah piring pada Monica


Monica mengambil piring tersebut lalu mengisinya dengan nasi dan lauk, kemudian menyodorkan piring berisi nasi tersebut ke Marshcel


" Ini mas " ucap Monica ,lalu mengambil piring dan mengisi nasi dan lauk lagi


Mereka lalu makan berdua dengan hikmat dan tanpa banyak bicara


Setelah makan, mereka lalu kembali lagi ke kantor untuk bekerja


Sementar Varel dan Vera yang di perjalanan menuju Jakarta ,sudah memasuki kota jkrta dan sudah dekat dengan rumah tinggal Varel


" Sayang,,, sebelum sampai di rumah, apa ada yang harus di beli dulu?" tanya Varel pada istrinya


" Kayaknya ada sih mas, kebutuhan dapur, tapi nanti ajalah mas , kita istirahat dulu melepas lelah, malam nanti kita baru pergi berbelanja , bagaimana? " tanya Vera mengemukakan pendapatnya


" Boleh sayang, kalau begitu kita pulang dulu untuk beristirahat " jawab Varel lalu membelokkan mobilnya ke jalan arah kerumah tinggalnya


" Mas , di rumah ada siapa aja ?" tanya Vera ragu-ragu


" Oh itu,, di rumah selain tiga pelayan , hanya mas sama Marshcel aja kok " jawab Varel lagi


" Tiga pelayan? banyak amat " jawab Vera heran


" Ngak banyak kok sayang, satu untuk masak ,nyuci dan setrikaan, satu lagi bagian bersih-bersih rumah, dan satu lagi tukang kebun " jawab Varel menjelaskan


" Oh begitu ya , tapi sekarang Vera sudah ada untuk memasak di rumah ini" ucap Vera lagi

__ADS_1


" Ngak usah sayang, biar memasak itu menjadi tugasnya bibik Rahmi, kalau sayang mau memasak juga boleh, tapi sebagai bantu-bantu aja , ngak boleh lebih dari itu" ucap Varel wanti-wanti pada istrinya itu


" Loh mas , kenapa hanya sebagai bantu-bantu aja?" tanya Vera lagi


" karena mas tidak mau kamu capek ,ok ? " ucap Varel lagi


" Baiklah mas , terserah sama mas Varel aja " jawab Vera mengalah


" Nah gitu donk sayang, mas lakukan itu karena mas sayang dan cinta sama Vera, mengerikan sayang?" ucap Varel lagi


" Mengerti mas " jawab Vera lagi


Varel tersenyum sambil mengusap kepala istri cantiknya dengan sebelah tangan


Tiga puluh menit kemudian, mobil Vera dan Varel telah sampai di depan rumah nya


Pim pim pim ,, Varel membunyikan klakson mobilnya tanda memanggil para pelayan , dan dengan cepat para pelayan mendekati mobil tersebut


" Ada yang bisa kami bantu tuan ?" tanya salah satu pelayan


Vera mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah Varel


"Kenapa sayang? rumah kita kurang bagus ya ?" ucap Varel pada istrinya yang arsitek jenius tersebut


" Bagus kok mas " jawab Vera lagi


" Sayang ,,kalau ada yang kurang bagus, bilang ya, kita rehab rumah kita ini menurut selera nya kamu ' ucap Varel lagi


" Iya mas , nanti aja di pikirkan , ini rumah sudah cukup bagus dan mewah juga kok " jawab Vera lagi


" Nah,,, sayang ini kamar kita ,silahkan masuk" ucap Varel setelah sampai di depan pintu kamar utama rumahnya , lalu mendorong knop pintu tersebut


Varel merangkul bahu Vera sambil masuk ke kamar tersebut

__ADS_1


Vera menyapu kamar utama tersebut dengan pandangan matanya , sebuah kamar tidur yang cukup luas dan besar dan tampak sebuah Tempat tidur king size yang berukir dengan cat emas , di depan jendela besar di pojok kamar terdapat satu set sofa besar untuk duduk bersantai , dan di sudut kamar satu lagi tampak rangkaian bunga anggrek yang cukup besar yang di taruh di atas meja , Vera juga melihat meja rias yang sangat cantik dengan ukiran di bingkai cermin nya , di atas meja rias tersebut selain alat-alat kosmetik yang tersusun rapi di sana, juga ada rangkaian bunga anggrek yang bewarna putih dan merah muda dengan fas yang unik juga , Setelah itu Vera lalu membuka pintu kamar mandi dan melihat ada bathtub untuk mandi berendam dengan air hangat , dan dari kamar mandi Vera melihat ada pintu penghubung ke walk in closet nya


" Bagaimana sayang? suka ngak kamar nya ?" tanya Varel lagi


" Suka mas , terimakasih " jawab Vera sambil tersenyum


" Ok lah sayang , silahkan istirahat atau mandi dulu , mas mau keluar sebentar menemui para pelayan , ada hal penting yang harus mas bilang pada mereka " ucap Varel lalu mencium kening istrinya tersebut


" Baik mas Varel" jawab Vera lagi


Setelah Varel keluar dari kamar , Vera lalu masuk ke wal in closed untuk mengambil handuk , lalu masuk ke kamar mandi


Karena merasa pegel empat jam di perjalanan, Vera lalu mandi berendam di bathtub dengan di tambahkan ratusan kelopak bunga mawar dan minyak aroma terapi


Setelah puas berendam , Vera lalu membilas tubuhnya dengan air hangat lewat shower , dan setelah itu Vera keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk ke badan dan kepalanya


Di kamar Vera melihat kopernya sudah berada di dekat meja rias, tapi Varel suaminya tidak ada di kamar ,


Vera lalu membuka koper tersebut dan mengambil satu set pakaiannya , lalu Vera masuk ke walk in closed untuk berpakaian , setelah itu Vera keluar lagi dari walk in closed dan duduk di kursi meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya dan berdandan sedikit untuk bikin fresh wajahnya


" Wah ,, istrinya mas udah mandi , udah wangi dan cantik banget " ucap Varel yang tiba-tiba sudah masuk ke kamar dan sudah berdiri di belakang Vera sambil mengendus endus tubuh belakang Vera


" Habis mandi tentu ajalah wangi dan fresh mas " ucap Vera sambil mengoles bibirnya dengan lipstik ping mudanya


" Hmm ,, ok mas juga mau mandi dulu , Vera silahkan istirahat duluan, nanti mas nyusul " ucap Varel sambil masuk ke dalam kamar mandi


Vera lalu istirahat merebahkan badannya di ranjang sambil menggulung tubuhnya dengan selimut


Lima belas menit kemudian Varel juga sudah siap mandi dan sudah berpakaian lengkap juga yaitu dengan pakaian santai celana selutut dan kaos lengan pendek


Melihat Vera yang sudah tertidur di dalam selimut Varel juga ikut tidur dan beristirahat di samping Vera istrinya


Vera terbangun dari tidurnya saat merasa pangkal lengannya sakit , dan saat Vera membuka matanya ,ternyata kepala Varel yang menghimpitnya .

__ADS_1


Vera melepaskan tangannya dari himpitan kepala Varel dengan perlahan, lalu bangun dengan pelan-pelan


__ADS_2