
Setelah menonton ,Vera dan Varel lalu melakukan makan siang di sebuah rumah makan Padang di kawasan kota Bandung
" Sayang, habis makan ini kita mau kemana lagi ?" tanya Varel pada Vera
" Kita jalan- jalan ke mall aja mas , Vera sudah lama pengen jalan-jalan ke mall untuk lihat-lihat barang yang trendy sekarang " jawab Vera lagi
"Baiklah kalau begitu, yuk di habiskan makannya dulu " ucap Varel sambil menyuap nasi kemulutnya
Setelah makan siang dan membayarnya, mereka lalu pergi ke sebuah mall yang cukup besar di kota itu , setelah memarkirkan mobilnya, Vera dan Varel lalu bergandengan tangan masuk ke dalam mall tersebut
" Kita ke sana yuk mas, kebagian pakaian wanita" ucap Vera sambil menyeret tangan Varel ke bagian penjualan pakaian wanita
Vera dengan sumringahnya mulai memperhatikan satu persatu pakaian di sana , walaupun orang tuanya banyak mempunyai butik , tapi itu tidak membuat Vera tidak menyukai produk lain, dia juga pengen seperti wanita lain, yang tampil dengan berpakaian bermacam merek, yang penting dia suka model dan bahan dasar nya juga
" Mas,, lihat ini baju ini , bagus banget " ucap Vera sambil menaruh baju tersebut di dadanya untuk mencocokkan ukurannya
" Iya bagus , kalau Vera suka ambil aja , biar mas yang bayarin " ucap Varel sambil tersenyum
" Ok,, terimakasih mas" jawab Vera senang
Kemudian Vera dan Varel memutari mall tersebut untuk lihat-lihat dan cuci mata
Saat mereka berjalan sambil melihat-lihat , tiba-tiba mereka bertubrukan dengan seseorang
" Maaf pak , maaf buk " ucap orang tersebut minta maaf
" Ngak papa buk" jawab Varel sambil memandang ke orang tersebut
" Mas Varel? ini mas Farel kan? Varel Palevi Prasetyo?" ucap wanita tersebut
" Benar, kamu ,,, " jawab Varel berfikir merasa kenal dengan wanita tersebut
"Saya Santi mas , teman sekolah mas di SMA dulu " ucap Santi mengingatkan
" Ouh iya ,,, Santi sang sekretaris waktu kelas dua SMA dulu kan? " ucap Varel mengingat nya
__ADS_1
" Betul mas , saya Santi sang sekretaris di kelas dua dulu, oh iya , ada acara apa ya, mas di kota ini ?" tanya Santi penasaran sambil melirik ke Vera yang berdiri di samping Varel
"Kamu emang tidak tau ya kalau mami saya orang Bandung ?" ucap Varel menjawab pertanyaan Santi
" Ouh ,, pantes mas ada di kota ini " jawab Santi mulai mengerti sambil melirik lagi ke arah Vera
" Oh ya Santi , kenalkan ini Vera istri saya " ucap Varel memperkenalkan Vera pada teman sekolahnya itu
" Oh ya ? mas sudah menikah rupanya , Hai Vera, kenalkan saya Santi teman sekolah mas Varel waktu SMA dulu " ucap Santi sambil menyalami Vera mengenalkan diri
" Vera " jawab Vera sambil menjabat tangan Santi teman suaminya itu
' Istri mas Varel ini cantik sekali, pupus sudah harapan saya pingin memilikinya dari dulu ' ucap Santi di dalam hati
" Baiklah San, saya dan istri pamit dulu " ucap Varel pamit pada temannya itu
" Baik mas " jawab Santi agak berat melepas kan kepergian Varel, karena baru pertama bertemu semenjak mereka tamat dari SMA
Varel dan Vera lalu pergi meninggalkan Santi sambil bergandengan tangan, melanjutkan niat semula ke mall tersebut
" Sayang, ini tempat mainan anak loh, ngapain kita main di sini?" ucap Varel pada istrinya
" Siapa bilang ini tempat permainan anak aja, lihat tuh,banyak orang dewasa yang juga ikut main di sini, seperti jepit boneka , lempar bola basket, game, Pump It Up dan lain-lain" ucap Vera bersemangat
" Iya ok, kayak masa kecilnya tidak pernah bahagia aja " jawab Varel sambil mencubit pipi Vera
" Ngak ada hubungannya pada masa kecil mas , ini sebuah hobby atau untuk mencari hiburan semata " jawab Vera lagi sambil berjalan ke tempat penukaran koin
Setelah mendapatkan koin yang banyak, Vera lalu berjalan ke lempar bola basket ,lalu bermain di sana berdua dengan Varel
" Ayo mas cepat, masa kalah dengan Vera nilai skor nya nya " ucap Vera menyemangati Varel yang fokus melempar bolanya ke keranjang
" Mas tidak akan kalah sayang, lihat aja nilai skor mas di atas nilai skor kamu " ucap Varel sambil mempercepat lemparannya
" Yei.. waktunya habis, dan Vera menang, yes,, yes ,," ucap Vera sambil berjingkrak kegirangan
__ADS_1
" Gimana mas? ngaku kalahkan sama Vera ?" tanya Vera lagi
" Ok , kali ini mas kalah, dan mari kita memainkan permainan yang lain lagi, dan mas jamin, mas yang keluar sebagai pemenang " ucap Varel lagi
" Baik mas , mari kita main jepit boneka , siapa diantara kita yang bisa mendapatkannya " jawab Vera lagi
"Baik, siapa takut ,ayo kita main lagi " ucap Varel sambil berjalan ke arah permainan jepit boneka
Setelah memasukkan koin nya , Varel mulai memainkan permainannya
" Ayo mas , cepat, dikit lagi mas , semangat mas " ucap Vera menyemangati Varel suaminya
Tidak lama kemudian waktu permainannya habis, Varel tidak mendapatkan satu boneka apa pun
" Ya, apes deh, tidak dapat apa-apa " ucap Varel dengan wajah lesunya
" Ngak apa-apa mas, sekarang giliran Vera, mudah&mudahan Vera bisa mendapatkan bonekanya" ucap Vera sambil memasukkan koin kedalam mesin permainan tersebut , setelah itu Vera main dan fokus untuk mendapatkan sebuah boneka
" Hop,,, yee,,, berhasil " ucap Vera sambil mengambil sebuah boneka yang di dapatnya
" Gimana ?" tanya Vera pada Varel
" Kamu emang hebat sayang, mas ngaku kalah deh " jawab Varel lagi sambil merangkul bahu Vera
" Sekarang kita main Pump It up yuk " ajak Vera lagi
" Tapi mas tidak bisa main itu sayang " ucap Varel menolak
" Mas Varel tenang aja, Vera akan mengajari mas Varel mainnya , mas Varel tinggal lihat arahannya di depan layar untuk menggerakkan kakinya , ini permainannya asyik loh mas , ini yang paling Vera suka dari dulu jika teman-sekolah mengajak Vera main ke sini " ucap Vera menjelaskan
" Baiklah kalau begitu, kayaknya mas harus belajar banyak dari kamu " ucap Varel lagi sambil mengikuti Vera untuk memainkan Pump It up nya setelah memilih lagunya yang di suka oleh Vera , musik pun mengalunkan lagu gembira ala-ala dent ,Vera mulai mengerakkan kakinya ke kiri, ke kanan , ke depan dan ke belakang
" Ayo mas mainkan kakinya dengan cepat , hii haaa asyiiik" ucap Vera melenggak lenggok di sana , begitu juga dengan Varel , dia berusaha keras untuk bisa melakukan permainan itu
" Wah, asyik juga ya sayang main Pum Itu up ini , bisa memeras keringat " ucap Varel mulai menyukai permainan tersebut
__ADS_1
" Iya mas , ini sejenis olah tubuh juga kok , ngak apa- apa juga kita agak lama main ini , setelah itu kita pulang ke hotel " jawab Vera sambil menggoyangkan kaki dan tangannya juga