Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 86 Tugas untuk Marshcel dan Monica


__ADS_3

" Kalau begitu ayo makan bersama kami , kebetulan ada yang akan saya bicara kan dengan kamu " ucap Varel sambil melirik ke arah Marshcel sepupunya


" Ssss sekarang pak ?" tanya Monica gugup


" Bukan,, Minggu depan , ya sekarang donk , gimana sih kamu ?" ucap Varel meninggikan suaranya


" Bb baik pak " jawab Monica gugup sambil menundukan wajahnya ke lantai


" Sudah , ayo , ikut kami, kamu tidak perlu takut begitu , santai aja , kami belum pernah kok memakan manusia " ucap Varel menenangkan hati Monica biar gadis itu merasa nyaman


Kemudian mereka bertiga, berjalan menuju ke parkiran , lalu masuk ke dalam mobil Varel , dan pergi meninggalkan kantor mereka menuju ke rumah makan


Sepuluh menit perjalanan ,mereka sudah sampai di sebuah rumah makan yang cukup besar dan mewah , mereka masuk ke dalam dan langsung mencari tempat duduk , Varel sengaja mencari tempat duduk yang terletak agak di pojok , biar Monica nyaman makan bersama mereka , Varel sengaja duduk berjarak dari Monica , dan Marshcel duduk di samping Monica


Setelah memesan makan siangnya Varel berfikir bagaimana cara mendekatkan sepasang anak manusia yang ada di depannya itu


" Monica , kamu tau kan Vera tidak masuk kerja karena apa ? " tanya Varel membuka pembicaraannya


" Tau pak " jawab Monica cepat


" Sekarang saya memberi kamu tugas di luar jam kantor bersama dengan asisten saya ini untuk ikut mengurus pernikahan kami yang tinggal satu bulan lagi , dan tugas ini rahasia , tidak boleh satupun Kariawan kantor yang tau " kamu bisa melakukannya ? dan kamu tenang aja , ada gaji bonus untuk pekerjaan itu" ucap Varel memberi perintah pada Monica


" Insyaallah bisa pak , apa yang harus saya lakukan untuk bisa membantu bapak dan Bu Vera ?" ucap Monica sopan pada atasannya itu


Habis makan siang ini kamu dan Marshcel pergi cari koleksi model undangan pernikahan di kota Jakarta ini , kamu bawa sample nya pada saya , mengerti kan ?" tanya Varel lagi sambil melirik Marshcel yang hanya diam dari tadi


" Mengerti pak " jawab Monica lagi


" Marshcel, kamu mengerti ?" tanya Varel pada sepupunya yang diam dari tadi


" Maksudnya " tanya Marshcel tersadar dari lamunannya


" Sudah , tidak ada siaran ulang , kamu tanya pada Monica aja nanti di jalan " ucap Varel kesal pada sepupunya tersebut


' Rasain kamu Cel , baru di suruh kerja sama dengan Monica aja kamu sudah kelimpungan begini ,dasar ' ucap Varel di dalam hati sadar sepupunya grogi di depan Monica

__ADS_1


Setelah itu pesanan makan siang mereka pun datang dan sudah terhidang di atas meja


" Yuk makan , ingat Cel habis ini kamu temani Monica mengerjakan tugas nya " ucap Varel mempersilahkan sepupu dan Monica untuk makan


Marshcel hanya meanggukan kepalanya , walaupun dia kurang mengerti maksud ucapan Varel ,karena dia melamun tadi


15 menit kemudian mereka pun sudah selesai makan , mereka lalu balik ke kantor , setelah sampai di parkiran kantor


" Cel ,, kalian langsung berangkat sekarang , dan kamu pergi pake mobil kamu aja sama Monica " ucap Varel lagi


" Baik bos " jawab Marshcel menurut


Setelah mereka turun dari mobil Varel , Varel pun meninggalkan mereka di parkiran masuk ke kantor nya untuk melanjutkan pekerjaannya lagi


" Monica , maaf, tadi saya kurang fokus saat si bos bicara sama kamu tadi, emang kita mau kemana ya ?" ucap Marshcel pada Monica


" Kita berdua di tugas kan mencari sample undangan pernikahan pak Varel di seluruh kota Jakarta ini pak , lalu serahkan pada dia untuk di pilih undangan mana yang pak Varel dan Bu Vera suka " ucap Monica menjelaskan


" Ouh , baiklah , ayo kita berangkat " ucap Marshcel sambil berjalan ke arah mobil ya yang terparkir tidak jauh dari mobil Varel


" Nica , kita cari ke daerah mana dulu ya " ucap Marshcel pada Monica


" Daerah dekat dekat sini dulu aja pak nanti saat pulang ke kantor kita tinggal lewati aja lagi jalan ini " jawab Monica


" Baiklah " jawab Marshcel sambil menatap ke depan sambil nyetir


Tidak lama kemudian mereka berhenti di sebuah toko dan percetakan yang cukup besar , Monica dan Marshcel masuk ke toko tersebut


" Selamat siang , mau mencari apa , atau mau mesan apa ?" tanya pelayan di sana sopan


" Kami mau mencari sample undangan pernikahan model terbaru " ucap Marshcel pada pelayan tersebut


" Ouh ,, ada bang , kebetulan kami punya model terbaru , mewah dan elegant penampilannya " ucap pelayan tersebut


" Boleh , bolehkan saya beli satu aja untuk sample ? "

__ADS_1


tanya marshcel lagi


" Boleh bang , tapi kenapa tidak langsung pesan aja ? kan Abang dan calonnya sudah ada dan melihat sendiri sample nya " ucap si pelayan toko


" Maaf , ini bukan untuk kamu kok , undangan ini untuk atasan kami di kantor ,kami hanya di tugaskan untuk mencari sample undangan saja " jawab Monica menjelaskan


" Ouh , saya kira buat kakak berdua , karena saya melihat kakak berdua adalah pasangan yang serasi , ganteng dan cantik, adem rasanya mata saya melihat kakak berdua " jawab si pelayan toko tersebut lalu menyerahkan sample undangan tersebut yang sudah di kemas di masukan kedalam paper bag


" Makasih ya " ucap Marshcel sambil mengambil paper bag tersebut lalu membayarnya


Setelah itu mereka langsung masuk ke mobil lagi untuk melanjutkan perjalannya , Marshcel dan Monica memasuki percetakan undangan satu persatu di jalan yang mereka lewati sampai akhirnya jam sudah menunjukkan jam lima sore


" Nica , ini sudah jam lima sore , besok kita lanjut lagi tugas ini , apa kamu mau diantar ke kantor atau ke rumah mu saja ?" tanya Marshcel


"Terserah bapak saja , kalau ke rumah , rumah saya jauh dari sini pak " jawab Monica lagi


"Tidak apa apa Nica ,biar saya antar kamu pulang aja" jawab Marshcel lagi


" Baik pak , terimakasih " jawab Monika sambil tersenyum manis pada asisten pribadi atasannya itu


' Buset,, senyuman Monica manis juga ya , cantik lagi kalau di perhatikan ' ucap Marshcel di dalam hati terpesona dengan senyum manis Monica


" I iya , kasih kembali ,mari masuk mobil lagi " jawab Marshcel gugup


Kemudian Marshcel masuk ke dalam mobil ,dan di susul juga oleh Monica yang duduk di samping job sopir


" Pak , tenggorokan saya kering rasanya, bisakah kita berhenti sebentar untuk membeli minuman ?" ucap Monica berharap


" Astagfirullah , saking asyiknya berkeliling, kita jadi lupa minum dan mengisi perut , ayo kita cari tempat untuk minum dan mengisi perut dulu " ucap Marshcel sambil memijit keningnya


Marshcel melajukan mobilnya dengan pelan sambil mencari sebuah kedai atau restoran


lima belas menit berkeliling , akhirnya mobil Marshcel memasuki sebuah restoran yang cukup besar ,setelah memarkirkan mobilnya Marshcel keluar dari mobil dan langsung berjalan menuju restoran tersebut , saat mau mencari tempat duduk Marshcel sadar kalau Monica tidak ada bersama nya


' Loh Monica mana ya ? apa dia ke toilet ? tapi kok dia tidak bilang dulu ke saya ?' ucap Marshcel di dalam hati lalu pergi keluar restoran lagi , siapa tau ada Monica di sana ,tapi tetap tidak ada , lalu Marshcel kembali ke parkiran dan membuka pintu mobilnya , ternyata Monica masih duduk di tempat duduknya tertidur pulas

__ADS_1


__ADS_2