
Bagian lain di kota London , pagi ini Varel sudah selesai sarapan, dan setelah itu, Varel akan memulai pencariannya untuk menyelusuri rumah sakit- rumah sakit yang ada di kota London dan sekitarnya, dan berharap bisa menemukan Vera dengan penelusurannya ini
Tepat jam 8:00 pagi waktu setempat, Varel telah meninggalkan rumah kontrakannya, tujuan pertamanya adalah rumah sakit yang terdekat dari tempat tinggalnya yaitu rumah sakit St Thomas Hospital, Varel memasuki gerbang rumah sakit tersebut, lalu langsung masuk kedalamnya dan berjalan menuju meja Customer service rumah sakit St Thomas Hospital tersebut
" Morning ma'am, I want to ask, is there a patient here with the name of Felly Rosalina "
( Selamat pagi Bu, saya mau bertanya, apa disini ada pasien yang bernama Felly Rosalina )
tanya Varel pada petugas customer servis tersebut menanyakan informasi Felly
" Wait a minute sir I'm check first, and please wait a moment
( sebentar ya pak, saya check dulu mohon tunggu sebentar )
Jawab customer service itu sambil membuka data pasien di rumah sakit itu
Tidak lama kemudian petugas customer servis tersebut memandang Varel
dan berkata
" Sorry sir , here there is no patient nama Felly Rosalina "
( Maaf pak , sisi tidak ada pasien yang bernama Felly Rosalina )
" Yes , it is okay and thank you "
( Ya ,tidak apa-apa dan terima kasih. )
Jawab Varel sambil berlalu keluar dari rumah sakit St Thomas Hospital
Varel pun melanjutkan pencariannya ke rumah sakit lain yaitu Freeman Hospital,
Varel berjalan mencari ruang customer service di sana , dan menanyai lagi informasi pasien, setelah petugasnya memeriksa data pasien, tetap tidak ada nama orang yang Varel cari .
Varel keluar dari rumah sakit tersebut dan melajukan kendaraannya mengelilingi kota besar London untuk mencari bangunan rumah sakit lagi.
__ADS_1
Saat ini Varel lagi memasuki pintu gerbang rumah sakit lainnya, yaitu
Royal Devon and Exeter Hospital , dengan bersemangat Varel turun dari mobilnya dan langsung masuk ke lobby rumah sakit dan mencari meja atau ruangan customer service nya.
" Good afternoon sir ,I want tu ask ,is there a patient here named Felly Rosalina "
" ( Selamat siang pak , saya mau bertanya ,apakah disini ada pasien yang bernama Felly Rosalina ) "
Kata Varel bertanya dengan sopan pada petugas customer service
" Please wait a moment, I Will first check the name of the patient , you are looking for "
"( silahkan tunggu sebentar, akan saya check dulu nama pasien yang anda cari )"
Setelah di check, ternyata Nana Felly juga tidak ada di rumah sakit Royal Devon and Exeter Hospital.
Sudah 3 rumah sakit yang di masuki Varel, masih tetap belum bisa menemukan keberadaan Felly
Varel berjalan gontai meninggalkan rumah sakit Royal Devo And Exeter Hospital , karena merasa lelah, Varel masuk ke dalam mobilnya dan duduk sejenak untuk beristirahat
Setelah puas beristirahat, Varel pun melanjutkan pencariannya, Varel memutari kita London untuk mencari-cari rumah sakit lagi.
Setelah sekian lama berputar- putar , Varel memasuki halaman sebuah rumah sakit yang cukup luas juga , yaitu halaman rumah sakit The Princess Grace Hospital . Varel memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan menuju lobby rumah sakit dan mencari ruang customer service nya , setelah menemukannya ,Varel langsung bertanya
" Good afternoon ma'am , I want to ask of there is a patient here named Felly Rosalina "
"( Maaf Bu , saya mau bertanya apa disini ada pasien yang bernama Felly Rosalina )"
Tanya Varel pada petugas customernya
Petugas itu pun men check data-data nama pasien rumah sakit tersebut , Varel menunggu dengan sabar sambil berdo'a berharap Felly ada di rumah sakit The Princess Grace Hospital ini
Tidak lama kemudian petugas customer service rumah sakit tersebut bicara
" Sir, the name of the patient you are looking for is there and is being treated in the rose room , room number five "
__ADS_1
" ( Tuan , nama pasien yang anda cari ada disini, dan sedang di rawat di ruangan mawar kamar no 5 )"
Mendengar kabar itu Varel melompat bahagia sambil bilang " yes thank you okay" lalu dengan semangat 45 mencari ruangan tersebut di rumah sakit yang cukup luas tersebut , Varel bertanya dimana ruang mawar di rumah sakit itu kepada setiap perawat atau petugas rumah sakit yang di temuinya , dan akhirnya Varel menemukan ruang mawar , Varel pun mencari kamar no 5 di ruangan mawar tersebut , dan tak butuh waktu lama Varel pun menemukan kamar no 5
Sementara di dalam ruangan mawar kamar no 5 , Vera barusan selesai mengantar baju mama nya karena baru saja siap mandi, Fito papanya juga ikut membantu, habis mengantikan baju mamanya Vera juga menyisihkan rambut mamanya.
Saat asyik merapikan dan dan sedikit mendadani mamanya biar kelihatan segar, dari luar ada yang mengetuk pintu tok tok tok
" Just enter the door is not locked "
"( Masuk saja pintunya tidak di kunci ) "
Kata papanya Vera
Pintu Pun terbuka secara perlahan, Fito melihat seorang pemuda Asia yang seumuran dengan anaknya masuk dengan ragu- ragu berjalan melangkahkan kakinya satu satu dan pandangannya menatap Fito papanya Vera
" Sorry , who are you "
"( Maaf siapa kamu ) "
Kata Fito heran, karena tidak mengenal pemuda yang berpakaian biasa , dan tidak berpakaian perawat atau dokter rumah sakit itu
Varel masih menatap Fito tak percaya , karena wajahnya tidak jauh berubah, hanya lebih tua sedikit dari terakhir Varel lihat dulu , Varel pun melayangkan pandangannya ke arah ranjang pasien, di sana dia melihat Felly yang lagi di sisirkan rambutnya oleh seorang wanita yang wajahnya membelakangi Varel,
Varel lalu mendekati papa Vera sampai berjarak 1 meter
" Om Fito , ini saya Varel anak Bara Prasetyo dan Hanifah tetangga dan teman masa kecil Vera dulu" kata Varel sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Fito
Papa Vera itu kaget dan merasa tidak percaya apa yang baru saja dia dengar barusan
" Varel ,, teman Vera dulu , anaknya Bara " kata papa Vera sambil bergumam sambil menjabat salam Varel sambil memperhatikan wajah Varel
" Iya om Fito , saya Varel " kata Varel lagi sambil memperlihatkan kalung perak anggrek Vera yang dia pakai
Melihat kalung anggrek Vera yang masih di pake oleh Varel itu Fito pun langsung memeluk Varel, Vera yang tidak jauh dari sana juga kaget mendengar nama Varel di sebut-sebut , Vera menatap tajam sambil berjalan ke arah tamu dan papanya yang masih berangkulan itu, Vera terus memperhatikan wajah pemuda tampan itu dengan mata jelinya
__ADS_1