
Setelah sampai di parkiran di samping mobil nya , Vera dan Varel berhenti.
" Vera , kak Varel pulang dulu ya , besok kak Varel ke sini lagi " kata Varel sambil meraih tangan Vera.
" Iya kak Varel , terimakasi" kata Vera lagi.
" Jaga kesehatan nya ya jangan sampai lelah apa lagi sakit " kata Varel lalu menarik tangan Vera dan mencium kening wanita yang dia rindukan selama puluhan tahun ini.
Vera begitu nyaman dengan perlakuan Varel padanya, reflek Vera pun memeluk pinggang Varel.
Kemudian Varel masuk ke mobil dan melajukan mobilnya pulang ke rumah kontrakannya.
Mobil Varel pun menghilang dari pandangannya, Vera pun kembali masuk ke dalam rumah sakit menuju ruang rawat mamanya.
Di Indonesia di perusahaan PALEVERPRAS COP Marshcel dan asistennya sibuk mengurus proyek pembangunan rumah sakit mewah yang di rancang oleh Vera belum lama ini.
Di ruang Direktur Utama Marshcel sibuk memeriksa laporan pembangunan proyek rumah sakit dan proyek properti lainnya.
Saking sibuknya Marshcel jadi lupa untuk menelpon Varel atasannya,setelah selesai memeriksa laporan dan menanda tangani nya Marshcel lalu menyusun berkas- berkas tersebut, setelah itu Marshcel menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya sambil melepas lelah.
' astagfirullah , kok saya sampai lupa ya menelpon si big bos ' kata batin Marshcel sambil melihat jam tangannya yang masih menunjukkan jam 3 sore waktu Indonesia.
Lalu Marshcel mengeluar kan handphone nya lalu mencari nomor yang pernah di kasih Varel sebelum berangkat dengan nama Big Bos dan langsung menekannya , panggilan pun tersambung.
" Hello selamat malam Varel, kamu sudah mau tidur" tanya Marshcel yang tau persis kalau di London Sana sudah malam.
" Hello juga , belum, ini saya barusan selesai makan" jawab Varel di sebrang sana.
" Kok jam segini baru makan malam sih, dan bagaimana kabar pencariannya " tanya Marshcel lagi.
" Justru karena pencarian itulah saya jadi telat makan malam " kata Varel di sebrang sana.
" Terus sudah ketemu kah Vera mu itu " tanya Marshcel lagi pada sepupu nya Varel.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah, saya menelusuri rumah sakit-rumah sakit yang ada di kota London ini dengan berpatokan nama Tante Felly , dan akhirnya saya bisa menemukan Vera dan keluarganya " cerita Varel di sebrang sana.
" Terus bagaimana keadaan mamanya Vera sekarang " tanya Marshcel lagi.
" Masih di rawat dengan intensif " jawab Varel apa adanya.
" Bagaimana dengan Vera, apa saat pertemuan itu dia marah padamu, karena tidak menepati janjimu pada nya dulu " tanya Marshcel penasaran banget di bagian ini.
" Vera itu baik banget , dia tidak sedikit pun marah pada saya , dia bisa mengerti posisi saya waktu itu , dan bisa menerima saya seperti dulu lagi " kata Varel bercerita pada Marshcel.
" Wah pasti seru donk pertemuannya, dan juga pasti mengharukan " tebak Marshcel.
" Ya,,, begitulah kira-kira, saya tidak berhenti bersyukur sama Allah telah mempertemukan saya kembali dengan Vera , wanita yang sangat saya rindukan selama puluhan tahun ini " kata Varel lagi di sebrang sana.
" Ciee cieeee ada yang lagi bahagia " kata Marshcel menggoda Varel.
" Lah iya donk bahagia " kata Varel di sebrang sana.
"Terus kapan balik ke Indonesia lagi " kata Marshcel lagi.
" Baiklah kalau begitu, semoga mama Fera cepat sembuh dan selamat menikmati kebahagiaan bersama Vera dan keluarganya di sana " kata Marshcel lagi, ikut senang mendengar Varel yang telah bahagia bertemu dengan wanita pujaan hatinya.
" Ok terma kasih , saya mau istirahat dulu " kata Varel sambil menutup telponnya.
2 Minggu setelah kepergian Varel ke London , papi mami Varel datang ke perusahaan PALEVERPRAST COP dan langsung berjalan menuju lantai 20 ke ruangan Varel , semua Kariawan menganggukkan kepalanya menyapa kedua orang tua paruh baya itu saat berpapasan di koridor kantor, karena melihat pakaian Bara dan Hanifah yang berkelas dan wajah yang tidak asing bagi mereka , setelah sampai di depan pintu ruangan Direktur Utama.
" Stella ,, apa anak saya Varel ada di dalam " tanya Bara pada sekretaris yang sudah bertahun-tahun bekerja di kantornya.
" Maaf pak Bara dan ibu, apa pak Varel tidak kasih tau kalau dia lagi ke luar negri 2 Minggu yang lalu dan yang menggantikannya untuk sementara adakah pak Marshcel " kata Stella menjelaskan pada Bara pemilik perusahaan itu.
" Apa Varel ke luar negri , ke negara mana , kok kami tidak di kasih tau " tanya Bara lagi pada Stella.
" Maaf pak Bara , saya tidak tau , silahkan bapak tanya saja ke pak Marshcel di dalam sana " kata Stella lagi.
__ADS_1
Bara dan istrinya langsung masuk ke ruangan Varel tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
" Om Bara , Tante Hanifah" kata Marshcel kaget saat pintu ruangan kerjanya tiba- tiba ada yang mendorong tanpa mengetuk terlebih dahulu.
" Marshcel , kata Stella Varel ke luar negri benarkah, kok kami tidak di beri tau " kata maminya Varel tak sabaran.
" Iya Tante , maaf saya tidak mengabarkannya , saya kira Varel sudah mengabari Tante sama om Bara " kata Marshcel lagi
" Astagfirullah ini anak benar-benar kelewatan ya , sudah 2 Minggu ke luar negri tidak pernah mau mengabari kami orang tuanya " kata Hanifah lagi menggerutu.
Bara hanya bisa diam menyaksikan istrinya yang tidak sabaran itu.
" Marshcel, kamu tau ke negara mana Varel sekarang dan dalam urusan apa " tanya Bara
" Itu om , Varel pergi ke London untuk mencari Vera , teman masa kecilnya dulu " kata Marshcel bicara apa adanya
" Apa , Vera ada di London" tanya papinya Varel lagi.
" Iya om , orang tua Vera tinggal di London selama ini semenjak Vera kuliah di sana , dan Vera sempat bekerja di kantor ini selama kurang lebih dua tahun, orang kantor mengenalnya dengan nama Rosa arsitektur jenius " kata Marshcel.
Marshcel lalu menceritakan bagaimana Vera bekerja di kantor itu dan sering memenangkan tender dengan rancangan gambarnya , termasuk tender rumah sakit mewah yang baru mulai mereka garap, dan Marshcel juga menceritakan betapa terkejutnya Varel saat tau kalau arsitektur andalan kantornya adalah Vera, yang tidak pernah dia sadari keberadaannya , wanita yang dia cari- cari selama ini.
Mendengar cerita dari Marshcel , kedua orang tua Varel merasa bersyukur karena Varel telah menemukan wanita yang dia cari dan rindukan puluhan tahun ini.
" Pi Ayuk kita ke London menyusul Varel dan sekalian menjenguk Felly yang lagi sakit , mami kangen banget sama Vera dan Felly " kata mami Varel pada suaminya
Bara masih diam dan sibuk dengan fikirannya.
' Vera , tidak om duga,kamu bekerja di kantor ini ,dan kamu tumbuh jadi wanita jenius yang telah banyak mendatangkan keuntungan besar pada kantor ini ' kata batin Bara
" Papi jangan melamun, ayuuk kita nyusul anak dan calon mantu kita ke London" kata Hanifah merengek pada Bara suaminya.
Mendengar kata anak dan calon mantu, Bara langsung membayangkan pernikahan Varel dan Vera dan juga membayangkan cucu- cucunya bermain bersamanya.
__ADS_1
" Papii ,," kata Hanifah sambil menepuk bahu suaminya
" Oh i iya mi , kita ke London besok menyusul anak dan calon mantu kita " kata Bara bersemangat