
Setelah puas bermain, Vera dan Varel lalu pulang ke hotel
" Mas , Vera duluan ya mandinya, mas istirahat aja dulu sambil menunggu " ucap Vera setelah sampai di dalam kamar mereka
" Loh,,, kenapa kita mandi bareng aja sayang?" ucap Varel mengusulkan
" Jangan mas, yang ada malah mandinya ngak kelar kelar lagi " ucap Vera sambil mengambil handuk di dalam lemari pakaian
"Sayang ,,, please " ucap Varel memasang wajah sendunya
" Maaf mas , Ngak bisa, mandi barengnya lain hari aja ya " jawab Vera sambil masuk ke kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi tersebut dari dalam
" sayang,,, kamu tega deh " ucap Varel berteriak dari luar
Vera tidak menjawab teriakan Varel , dan tetep fokus mandi dengan cepat, setelah selesai mandi, dengan berbalut handuk sedada , Vera lalu keluar dari kamar mandi dan terus berjalan menuju ke depan lemari pakaian untuk mengambil baju gantinya
" Mas ,sana mandi cepat , bentar lagi malam " ucap Vera pada suaminya
Varel yang lagi asyik bermain ponsel sambil sandaran di kepala tempat tidur ,lalu menaruh hp nya di atas meja kecil yang tidak jauh dari posisinya , lalu berjalan mendekati Vera
" Hmmm, wangi " ucap Varel sambil memeluk dan mencium leher samping Vera yang lagi memilih baju untuk di kenakan dari belakang
" Mas Varel mandi dulu sana , bau tau " ucap Vera sambil melepaskan diri dari pelukan suaminya itu
" Bentar sayang, biarkan mas menikmati wangi tubuh mu yang habis mandi ini dulu " ucap Varel sambil memeluk Vera lagi, lalu mencium dengan lembut leher dan bahu Vera yang terbuka di depan mata itu Varel
" Sudah mas, ayo mandi sana , Vera mau berpakaian nih" ucap Vera lagi
" Iya sayang, bentar, lima menit kok " jawab Varel sambil menciumi Vera , Vera hanya geleng-geleng kepala dan mengalah pada suaminya yang ngotot itu dan membiarkan Varel menciuminya
" Sudah lima menit nih mas ,ayo mandi sana" ucap Vera sambil memasangkan handuknya yang hampir lepas dari badannya ulah tangan jahil suaminya
" Iya sayang , I Love you " jawab Varel lalu segera mengambil handuk di lemari dan langsung masuk ke kamar mandi
" Dasar laki-laki, tidak bisa melihat yang terbuka dikit , sudah langsung nyosor aja, mudah-mudahan mas Varel tidak seperti itu pada wanita lain " ucap Vera ngomong sendiri sambil berpakaian
__ADS_1
Setelah itu Vera duduk di depan cermin meja rias untuk merias dirinya .
Tidak lama kemudian Varel keluar dari kamar mandi dengan rambut nya yang basah dan handuk putih yang melilit di pinggangnya
Vera melirik dengan ekor matanya dan pura-pura tidak melihatnya , karena takut Varel akan menggodanya lagi seperti kemaren
" Mas ,, berapa malam ya kita di hotel ini ? " tanya Vera pada suaminya sambil menyisir rambutnya
" Emang kenapa? apa Vera tidak betah ? " tanya Varel lagi
" Ngak kenapa-napa mas, Vera betah-betah aja, hanya saja Vera lebih betah di rumah di sendiri " ucap Vera menjelaskan
" Ok,, kalau begitu, besok kita pulang ya ke rumah " ucap Varel lagi
" Pulang ke rumah siapa mas ?" tanya Vera penasaran
" Pulang ke rumah mas donk " jawab Varel mantap
" Ke rumah mas Varel? emang mas Varel punya rumah di sini ?" tanya Vera lagi
" Kalau begitu Vera ngak mau mas , Vera mau kita pulang ke rumah Vera aja , dan kalau pulang ke Jakarta, ngak masalah pulang ke rumah nya mas Varel " ucap Vera menjelaskan lagi
" Baiklah sayang, kita pulang ke rumah kamu ya , mas tidak mau membuat kamu tidak nyaman bila di paksa bermalam di rumah keluarga mas di sini " ucap Varel mengerti
" Terima kasih ya mas sama pengertiannya " ucap Vera lagi sambil berdiri dari kursi meja riasnya lalu berjalan menuju lemari pakaian, lalu mengambilkan pakaian suaminya
" Ini pakaiannya mas " ucap Vera sambil menyodorkan kan pakaian tersebut pada Varel suaminya
" Makasih sayang " ucap Varel menerima pakaian tersebut lalu kembali ke kamar mandi untuk memakai baju tersebut
Tidak lama kemudian Varelpun keluar dari kamar mandi , lalu berjalan menuju sofa di mana Vera lagi duduk di sana sambil memainkan ponselnya
" Sayang , malam ini mau makan di mana? " tanya Varel pada Vera
" Makan di sini aja mas " jawab Vera lagi
__ADS_1
" Baik , bentar lagi mas pesan hubungi waiters nya , sekarang kita duduk santai dulu " ucap Varel sambil mengeluarkan ponselnya dan membuka imeil untuk melihat laporan kerja dikantor nya
Vera juga lagi membaca chat para teman dan sahabat dan di antaranya dari Monica
" Selamat menempuh hidup baru ya sahabat dan atasan ku , selamat berbahagia, semoga rumah tangganya samawa dan Monica minta tolong bikin kan dedek bayi segera ya ? sekali lagi semat berbahagia " ucap Monica di chat nya
Vera tersenyum membaca ucapan sahabatnya tersebut ,dan lalu menggulir ke pesan kain dari sahabatnya Rehan
" Selamat ya Vera , sungguh tidak menyangka saya, kamu telah menjadi ibu bos saya di kantor, tidak menyangka juga kalau sahabat saya Vera selama ini ternyata kekasih dari pemimpin kita di kantor , harapan saya ,semoga Vera dan pak bos menjadi keluarga Bahagia dan Samawa , Rogues saya , semoga cepat dapat momongan ya Ver ?" ucap Rehan di chat nya
Vera hanya tersenyum kecil membaca chat para sahabat dan teman-temannya
" Sayang, kenal senyum senyum begitu main ponselnya? apa ada yang menarik atau lucu?" ucap Varel penasaran
" Lucu ngak juga sih mas , ini Vera lagi baca chat ucapan selamat dari teman-teman di kantor, termasuk Monica dan Rehan , dan mereka berharap kita segera mendapatkan momongan " ucap Vera menjelaskan
" Ouh, bilang aja pada mereka, momongan lagi di bikin dan akan segera otw " ucap Varel seenaknya
" Mas , omong apa an sih? " ucap Vera sambil mencubit pinggang suaminya tersebut
" Aduuh ,,,kok mas di cubit sih sayang ,, sakit tau ngak " ucap Varel meringis sambil mengusap pinggangnya
" Habis,, mas itu bicara asalan sih " jawab Vera dengan nada manja
" Iya deh sayang ,,,mas yang salah , maafin mas ya " ucap Varel lalu memeluk istri cantiknya itu lalu mencium kening Vera dengan lembut
Vera hanya meanggukan kepalanya tanda dia sudah memaafkan suaminya itu
" Nah gitu donk sayang ,, gemes deh " ucap Varel lalu mengecup bibir istrinya tersebut
" Sayang,, kita makan malam yuk , perut mas udah mulai minta di isi nih " ucap Varel pada Vera setelah puas bermesraan
" Baik mas , perut Vera juga sudah mulai lapar juga " jawab Vera lagi
" Ok , mas telpon waiters nya dulu ya , biar segera mengantar makan malam kita ke sini " ucap Varel , lalu berjalan ke sebuah meja di kamar tersebut di mana ada telpon hotel di sana
__ADS_1