Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 32 Suprise Calon Mertua


__ADS_3

Hari yang di tunggu Hanifah dan Bara orang tua Varel  pun tiba, pagi-pagi sekali Hanifah dan Bara sudah bangun ,dan mempersiapkan keberangkatan penerbangan mereka  jam 11 siang ini, Marshcel pun sudah sampai di rumah yang di tempati kedua orang tua Varel untuk membantu dan beres-beres juga untuk mengantar kan ke bandara internasional Soekarno Hatta.


" Sudah siap semuanya om Tante? "  Tanya Marshcel pada Hanifah dan suaminya


" Sudah Cel , ini koper tolong di masukan ke begasi mobil ya " jawab  Bara


" Baik om Bara " jawab Varel sambil sambil meraih koper tersebut dan menyeretnya menuju bagasi ke mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.


Setelah selesai memasukan koper-koper tersebut, Marshcel masuk lagi ke dalam rumah menemui om dan tantenya.


" Om, Varel apa sudah di kabari " tanya Marshcel


" Belum Cel , dia tidak tau sama sekali klo kami akan menyusulnya ke London , nanti saat di Bandara saja om telpon dia " kata Bara menjelaskan pada Marshcel


"  Ouh ,, bagus juga klo begitu om , biar  suprise nantinya " jawab Marshcel


" Ya, tepatnya begitu " jawab Bara lagi.


Tidak berapa lama kemudian, Bara dan istrinya Hanifah sudah memasuki kawasan bandara International Soekarno Hatta, Marshcel lalu memakirkan mobil nya di depan pintu kedatangan dan mengeluarkan koper dan barang lain bawaan Bara dan istrinya Hanifah


" Marshcel , kami masuk dulu, ingat ,kamu yang rajin kerja di kantor, nasib perusahaan sekarang ada di tangan mu, om Bara percayakan semua pada kamu " kata Bara pada Marshcel


" Baik om Bara , terimakasih yang sebesar-besarnya pada om ,Tante dan Varel yang sudah mempercayai Marshcel dalam mengelola perusahaan , selamat jalan om, Tante ,semoga selamat sampai di tujuan "  jawab Marshcel penuh rasa hormat pada om dan tantenya, lalu  Marshcel menyalami dan mencium punggung tangan tante dan omnya


" Ya baik lah , hati-hati juga  di jalan " kata Bara melambaikan tangannya lalu masuk untuk check in


Bara dan istrinya masuk  untuk check in , setelah selesai check in, Bara dan istrinya  lalu masuk ke ruang tunggu dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


Bara mengeluar handphone nya dan mencari kontak Varel , lalu menghubunginya


Di London sana, seperti biasa , Varel selalu berkunjung  setiap hari ke rumah sakit menemani Vera yang menjaga mamanya.

__ADS_1


Saat ini sudah jam 6 sore waktu di London, Varel lagi ngobrol santai sama papa nya Vera yang baru pulang dari kantor , sementara Vera lagi barengan  di unjuran tempat tidur mamanya  yang lagi tidur


" Bagaimana bisnis om Fito di sini, lancar kah " tanya Varel


" Alhamdulillah lancar, dan


produksi tetap berjalan " kata papanya Vera


" Alhamdulillah, syukurlah om , bisnis om di sini bertambah maju dan berkembang "  kata Varel lagi


Tiba-tiba saat asyik ngobrol handphone Varel berdering , Varel melihat nama nomor papinya yang memanggil ,lalu me angkat telpon tersebut


" Hello Pi ,,, Assalamu'alaikum " salam Varel pada papinya di sebrang sana


"  Wa'alaikum salam Varel, kamu lagi ngapain " tanya papinya lagi


" Varel lagi duduk santai Pi" jawab Varel Tampa mengasih tau papi nya klo dia lagi di luar negri


"  Varel ,bagus ya kamu ke London tidak bilang-bilang pada kami kedua orang tua kamu, jadi sebagai hukuman kamu , besok kamu harus menjemput kami ke Bandara Udara Heathrow London " kata Bara pada Varel yang  masih tersambung di panggilannya


" Apa ?  papi dan mami ke London ? ada acara apa papi dan mami ke London? "  tanya Varel kaget saat  tau kedua orang tuanya mau menyusulnya ke London, karena Varel merasa tidak pernah memberi tau kedua orang tuanya, kalau dia pergi ke London.


" Kami ke London ada keperluan lain, yaitu menemui wanita yang akan kami jodohkan dengan kamu" jawab maminya di sebrang sana.


" Di jodohkan ? dengan siapa mi , Varel tidak mau di jodoh kan, Varel bisa mencari calon istri sendiri yang Varel suka " kata Varel lagi


" Aah bodo amat , pokoknya besok kamu jemput kami ke bandara Heathrow,  karena hari ini, papi dan mami lagi on the way ke London , kamu jemput kami ke bandara besok " kata Hanifah,sambil menyudahi panggilannya  dengan Varel,  sengaja bikin Varel kesal, karena  Varel merahasiakan  keberangkatannya ke London pada mereka


Setelah  panggilan telponnya mati, Varel menarik nafas dalam-dalam


" Telpon dari Orang tua mu ya nak Varel " tanya papa Vera

__ADS_1


" Iya om Fito, mami dan papi sudah on the way ke sini, tidak tau dari mana, mereka tau Varel ada di sini, karena Varel merahasiakan ke berangkatkan Varel ke sini " jawab Varel menjelaskan. Pada papa Vera


" Loh, kok bisa begitu ? " tanya papa Vera lagi


" Karena Varel ke sini dalam rangka pencarian Vera om dan keluarga om, sementara Varel baru memimpin di perusahan yang di Jakarta, kalau minta izin dulu mau ke sini, pastilah papa akan menahan Varel dulu untuk tinggal di Jakarta "  jawab Varel menjelaskan papa Vera


" Oouh begitu, tadi om dengar ,Varel mau di jodohkan,sudah tau dengan siapa ? tanya papa Vera lagi


" Dengan siapa pun itu , Varel tidak peduli om., Karena Varel sudah punya pilihan sendiri " kata Varel lagi


" Waah ,,, Benarkah ?kalau boleh tau siapakah ? " Tanya papa Vera penasaran


" Hmmm itu om,, v  Vera " jawab Varel gugup


"  Benarkah ?" tanya papa Vera meyakin kan lagi, karena melihat kedekatan Varel dan Vera ,fikiran  pak Fito sudah mengarah ke sana.


"  Iya om , tolong restui hubungan kami ini om " pinta Varel sambil menyatukan dua telapak tangannya pada Fito


" Varel , semua ini belum bisa om putuskan sendiri , tapi klo diri om pribadi, om bisa merestui , tapi semua itu tergantung sama Vera dan kedua orang tua kamu " kata papa Vera menjelaskan pada Varel.


" Iya om, Varel mengerti kok apa yang om Fito maksudkan" jawab Varel lalu menoleh ke arah mama Vera  yang lagi tidur , sementara  Vera pun  lagi tertidur juga kayaknya


" Bagus lah klo begitu , nak Varel harus bersikap hormat  pada mami dan papi nya terlebih dulu, meyakinkan kedua orang tua, kalau pilihan nak Varel  bisa bikin nak Varel bahagia " kata pak Fito menasehati Varel


" Iya om Fito, terimakasih " jawab Varel lagi sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya dan mencari nama Marshcel


" Halo Marshcel , papi mami on the way ke sini, tau darimana mereka klo saya ada di negara ini " tanya Varel penasaran pada Marshcel


" Ou itu , om sama Tante tiba-tiba datang dari Surabaya dan langsung ke kantor mencari kamu , tiba-tiba saja sudah ada di ruangan kerja saya , jadi terpaksa cerita deh saya  pada om dan Tante tentang kamu dan Vera " jawab Marshcel di sebrang sana


"  Oh , tapi katanya tadi mau menemui wanita yang akan di jodohkan dengan saya , apa kamu tau siapa ? tanya Varel penasaran

__ADS_1


" hmm ,, masalah itu saya tidak tau , swear " jawab Marshcel berbohong , karena Marshcel sangat tau klo om dan tantenya akan kasih suprise Varel tentang perjodohannya dengan Vera


__ADS_2