Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 67 Solusi


__ADS_3

" Aduh sayang kamu ini lucu sekali deh ,, iiih,,, gemes deh " ucap mama Vera kemudian sambil mencubit pipi anak semata wayangnya itu sambil tertawa lagi


" Sudah ah tertawa nya , ngak lucu tau " ucap Vera sewot


" Ya lucu donk sayang , masa Vera bilang rambut nya bisa rontok dan bahkan botak bila memikirkan pekerjaan terus , mana dan mas mu Varel bisa bayangkan loh seperti apa tampang Vera kalau kepalanya botak , atau rambutnya pada rontok semua . pasti lucu deh , nanti kalau hal itu terjadi , mama belikan Vera rambut palsu seperti rambut Barbie , pasti deh Vera tambah cantik seperti boneka Barbie " ucap mama Vera terus mencandai putrinya


" Udah ah ma , kesel deh mama bercanda terus " ucap Vera lagi sewot


" Terus sudah deal kan jabatan Monica " tanya Varel pada Vera


" Mas , masalahnya Vera tidak mau pisah dengan sahabat sahabat Vera gimana donk " ucap Vera lagi ngotot


"Gimana donk caranya Varel ? " tanya Felly calon mama mertuanya


" Begini aja , Marisa kan Manajer di Workshop alias atasan Vera ,Rehan ,Monica dan 11 karyawan lainnya , jadi Marisa akan saya pindah kan ke bagian lain saja , dan jabatan Marisa di gantikan oleh Vera dan Monica sebagai sekretarisnya , Rehan dan lainnya tetap sebagai staf di sana , gimana ? " ucap Varel memberikan solusi nya


" Tapi kalau sebagai Menajer Vera ngak bisa merancang lagi donk mas karena membawahi 14 karyawan di workshop tersebut " ucap Vera yang tidak mau meninggalkan ke keahliannya


" Siapa bilang Vera tidak bisa merancang atau mengerjakan pekerjaan Vera yang Vera tekuni ,


dari dulu ? bisa donk sayang , kerjakanlah pekerjaan yang Vera tekuni dari dulu di samping menjabat sebagai Menajer , tugas - tugas Vera sebagai manajer kan sudah di bantu oleh Monica sebagai sekretarisnya , bereskan ?" ucap Varel memberikan solusi pada Vera

__ADS_1


" Benar itu apa yang di ucapkan oleh Varel sayang , Monica mulai besok akan di angkat menjadi sekretaris kamu sebagai Menajer di workshop lantai 15 , dan Vera tetap bisa melakukan pekerjaan seperti biasa , hanya jabatan nya saja yang berbeda " ucap Felly pada putrinya menegaskan


" Iya ma , mas Varel, makasih ya sudah mencarikan solusinya , bagi Vera pribadi ngak masalah bila Vera masih duduk di meja kerja Vera yang dulu , dan demi janji mas pada Monica , Vera mau kok jadi manajer asal kan Vera tetap bisa berkarya di bidang yang Vera tekuni " ucap Vera sambil tersenyum pada mama dan Bos di kantornya itu


" Ok , besok mas akan mengumumkan pengangkatan Vera jadi Menajer dan Monica sebagai sekretarisnya " ucap Varel mengusap kepala Vera dengan lembut


" Tapi ingat ya mas , kita bekerja di kantor profesional , ngak boleh panggil sayang di dekat pegawainya pada Vera , di kantor hubungan kita sebagai sahabat , ok mas ? ucap Vera wanti wanti lagi pada Varel


" Iya sayang iya , demi kenyamanan calon istri mas ini di kantor, apapun akan mas lakukan, mas akan anggap Vera karyawan juga dan jangan marah ya , bila mas juga bersikap dingin , arogan dan tempramental sama Vera , kan dirimu tau sayang gimana sikapnya mas di kantor di kenal banyak orang " ucap Varel sambil mengedip kan sebelah matanya pada Vera


" Ok , spa takut , ngak apa - apa juga kok mas tempramental dan dingin sana Vera di kantor atau di jam kantor , Vera malah senang bisa melihat nya , seperti apa gitu ya ? seperti melihat mas Varel yang lagi akting jadi CEO yang arogan kayak di novel novel itu , tapi jangan pernah coba - coba di luar jam kantor sama Vera " ucap Vera lagi wanti wanti lagi sambil menantang Bos nya juga


" Waduh sayang , mana berani mas bersikap seperti itu di luar kantor sama Vera , bisa bisa Vera kabur lagi dari mas , dan kalau sampai hal itu terjadi lagi , mas bisa gila dan juga bisa mati loh , karena hari mas Vera bawa kabur juga , mas itu maunya Vera selalu ada di samping mas sampai akhir hayat saling mencintai dan menyayangi " ucap Varel dengan wajah seriusnya


Felly hanya bisa geleng- geleng kepala melihat tingkah sepasang anak manusia yang saling menyayangi dari umur balita itu


" Baiklah sayang , mama Varel pamit pulang dulu ,sudah sore juga nih " ucap Varel pamit


" Iya ,ingat pesan mama ya untuk orang tua mu " jawab mama Vera mengingatkan Varel


" Baik ma ,akan Varel sampaikan " ucap Varel sambil menyalami mama calon mertuanya itu lalu mengusap kepala Vera sambil berjalan menuju pintu keluar

__ADS_1


Sementara di kantor , Marshcel telah berada di ruangannya


tok tok tok , bunyi pintu di ketik dari luar


" Ya masuk " ucap Marshcel mempersilahkan masuk


Stella pun masuk sambil membawa file laporan berjalan mendekati Marshcel


" Pak ini laporan keuangan kantor kita selama bulan ini , di situ juga ada rincian proyek rumah sakit mewah , perumahan elit dan proyek mall , semua masih tahap pengerjaan " ucap Stella setelah sambil menyodorkan file - file tersebut pada Marshcel


" Baik taruh di situ dulu , terus bagaimana dengan klien - klien kita yang mengajukan proposal - proposal proyeknya " tanya Marshcel lagi


Mereka semua sabar menunggu pak Levi dan arsitek Rosa nya pak , karena kemaren saya tekan kan pada mereka bahwa Arsitek yang mereka minta lagi ada urusan pribadi di luar negri , jadi mereka sabar menunggu asalkan bisa memakai rancangan arsitek Rosa pak " jawab Rosa menjelaskan


" Terus apa ada yang tidak memakai arsitek Rosa di proposal tersebut?" tanya Marshcel lagi


" Ada dua pak , yang pertama pembangunan rumah sekolah 3 lantai dan yang satunya lagi pembangunan ruko 2 lantai sebanyak seratus kotak " ucap Stella menjelaskan lagi


" Baiklah kalau begitu , untuk 2 Minggu ke depan kita harus kerja keras untuk membenahi semua pekerjaan yang telah kita tangani dan menyerahkan urusan nya pada pak Levi sesuai dengan target kita " ucap marshcel lagi


" Baik pak , oh ya , apa apa kah arsitek Rosa akan kali bekerja di sini lagi " tanya Stella penasaran

__ADS_1


" Sepertinya begitu sih , soalnya Tante Felly mamanya sudah sembuh dari penyakitnya dan kedua orang tuanya tersebut suda berada lagi di negara ini , tapi ngak tau juga sih kapan mereka balik lagi ke London , karena usaha papa Rosa itu berkembang pesat di sana , dan di negara ini juga " ucap Marshcel bercerita tentang usaha orang tua Vera


" wah , kalau begitu berarti Rosa berasal dari keluarga kaya raya donk " ucap Stella penasaran


__ADS_2