
Baiklah semuanya, ini kami sudah sampe di bandara , Vera matikan panggilannya dulu ya ma, pa, mi , pi, nanti setelah berada di ruang tunggu Vera akan video call kalian lagi" ucap pamit lalu mematikan panggilannya
" Sayang,, tidak usah ikut menurutkan koper-koper kita, biar mas sama Marshcel aja" ucap Varel pada istrinya
" Baik mas " jawab Vera patuh lalu berdiri tidak jauh dari mobil
Varel dan Marshcel mengeluarkan semua barang bawaan dari dalam mobil
" Makasih ya Cel sudah mengantar kami, tolong urus kantor dan rumah ya, semua saya percayakan pada kamu" ucap Varel pada sepupunya tersebut sambil merangkul sepupunya tersebut
" Baik bos, percaya sama saya, dengan syarat bawakan oleh-oleh yang saya minta" jawab Marshcel sambil tersenyum membalas rangkulan bos sekaligus sepupunya itu
" Insyaallah " jawab Varel sambil melepaskan rangkulannya
" Kakak Ipar, Bos,, selamat jalan ya, semoga selamat pulang dan pergi ,dan selamat bersenang-senang" ucap Marshcel menyalami Vera kak iparnya tersebut
" Iya Cel , terma kasih " jawab Vera sambil menjabat tangan adik sepupu suaminya itu
Marshcel lalu pergi meninggalkan bandara , karena harus segera ke kantor
" Tunggu di sini dulu ya sayang,, mas ambil troli dulu" ucap Varel pada Vera sambil berjalan ke arah depan bangunan bandara tersebut dan mengambil troli di sana
Varel mendorong troli ke arah Vera yang berdiri menunggui barang-barangnya, lalu menaik barang tersebut ke troli lalu mendorongnya masuk ke dalam untuk melakukan check in keberangkatan nya , setelah melakukan nya Varel dan Vera naik ke atas menuju ke ruang tunggu bandara tersebut
" Sayang,, masih satu jam lagi keberangkatan kita, panggil video lagi deh orang tua kita " ucap Varel pada Vera
" Baik mas " jawab Vera sambil mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu mencari kontak orang tuanya, lalu melakukan video cal bersama-sama
" Hello semuanya, ma, mi , papa dan papi , ini kita sudah di ruang tunggu nih ,keberangkatan kita kurang lebih satu jam lagi " ucap Varel pada kedua orag tua dan kedua mertuanya tersebut
" Satu jam lagi ya?, kalian hati-hati , jangan sampai barang yang akan di awa ke pesawat ketinggalan di ruang tunggu " ucap mami Varel mengingatkan
__ADS_1
" Iya mi , mami tenang aja " jawab Varel lagi
" Varel dan Vera , jangan lupa bawakan kami oleh-oleh dari Swiss ya sayang" ucap Felly ikut bicara
" Insyaallah ma, kami akan bawakan " jawab Vera
" Benar ya ? Emang kalian tau oleh-oleh apa yang kami inginkan? tanya Felly lagi
" Iya ma, pastilah baju, tas dan sepatu" jawab Vera lagi
" Kali ini bukan sayang" jawab Hanifah maminya Varel yang nimbrung
" Terus apa donk mi ?" tanya Varel
" Kami sudah kompak,kalau kami mau oleh-oleh dedek bayi dari kalian " ucap Hanifah sambil melihat ke arah Felly, Fito dan Bara suaminya
" Benar ,," jawab mereka semua bersamaan
" Insyaallah , kalian do'a kan saja semoga Allah mempercayakan titipannya pada kami secepatnya" jawab Varel lagi
" Itu sudah pasti sayang, kami selalu berdoa yang terbaik buat kalian berdua siang dan malam" jawab Felly lagi
" Terimakasih atas doa nya mama, papa , mami dan papi, baiklah, kayaknya sudah ada pemberitahuan keberangkatan tuh mi, kami sudahi panggilannya dulu ya, Assalamu'alaikum " ucap Varel lalu mematikan panggilannya
" Ayo sayang,, Vera cukup bawa yang ringan-ringan aja, yang lainnya biar mas yang membawanya " ucap Varel sambil memasang tas ranselnya ke punggung, lalu mengemasi bawaannya, dan menentengnya , begitu juga dengan Vetra, juga ikut menenteng satu paper bag makanan , satu tas dan tas tangannya juga
Varel dan Vera berjalan menuju pintu yang sudah terbuka untuk menuju ke lapangan pesawat
" Hati-hati sayang, tidak usah buru-buru , santai aja " ucap Varel mengingat kan istrinya yang berjalan terlalu tergesa-gesa itu
" Iya mas " jawab Vera sambil memelankan langkah kakinya
__ADS_1
Tidak sampai sepuluh menit, Vera dan Varel saudah sampai di dalam pesawat , dengan sedikit berdesakan, Varel dan Vera mencari tempat duduknya yang sesuai dengan yang tertera di ticket pesawat yang mereka pegang , setelah mendapatkan tempat duduknya, Varel memasukan sebagian barangnya ke dalam bagasi pesawat yang ada di bagian atas tempat duduknya
" Silahkan duduk di dekat jendela itu sayang" ucap Varel memberi jalan pada Vera untuk duduk
Vera lalu duduk di kursi yang di tunjuk oleh suaminya, kemudian Varel juga ikut duduk di samping Vera
" Sayang,,, pake dulu jaketnya, biar tidak kedinginan di pesawat, kali ini penerbangan kita 29 jam kurang dua menit loh sayang " ucap Varel , karena melihat istrinya tidak mengenakan jaket dari rumah tadi, karena udara jakarta cukup panas
" Baik mas" jawab Vera lalu mengeluarkan jaketnya dari dalam tas yang dia tenteng tadi , lalu memakainya , dan begitu juga dengan Varel , juga memakai jaketnya
Setelah memasang jaketnya Varel dan Vera duduk sambil mendengarkan arahan dari pramugari yang menerangkan cara mengunakan properti pesawat yang ada sekitar tempat duduk penumpang jika terjadi suatu hal yang tidak di inginkan saat di penerbangan nanti
Tidak lama setelah itu pesawat pun take off , Vera lalu menyandarkan kepalanya di bahu Varel
" Apa Vera sudah ngantuk?" tanya Varel sambil membenarkan posisi duduknya
" Ngantuk sih belum sih mas, Vera hanya pingin rebahan aja di bahunya mas, ngak apa-apa kan ?" ucap Vera menjelaskan
" Ya ngak apa-apalah sayang ,rebahan aja " jawab Varel sambil megenggam tangan istrinya tersebut
" Mas, Vera baru tau loh kalau Monica dan Marshcel itu berpacaran, semenjak kapan ya mereka itu dekat, kan ruangan kerja kita beda lantai , jauh lagi dari lantai 15 ke lantai 20 " ucap Vera bercerita pada suaminya
" Oh itu, Marchel dan Monica dekat itu mas yang mendekatkannya , mas lihat Marshcel ini sibuk terus dan tidak pernah dekat dengan wanita , sementara Monica mas lihat wanita yang baik juga, sahabat kamu lagi sayang, mas dekatkan mereka berdua dengan mencarikan sample undangan pernikahan kita dulu, dan mereka sempat melakukan tes pacaran loh, dan kamu tu tidaak sayang, baru beberapa hari tes pacaran sambil PDKT, mereka sudah nyaman dan langsung serius pacaran , dan itu sama-sama cinta pertama buat mereka
" Wah ,, ternyata sesimpel itu ya mereka untuk saling menyukai dan pacaran, tidak melalui proses yang berbelit-belit dulu kayak yang lain" ucap Vera sambil mengangguk-anggukkan kepalanya
" Iya sayang, syukurlah sampai sekarang hubungan mereka adem ayem tidak ada masalah" jawab Varel lagi
" Mereka hebat ya mas, bisa menyembunyikan hubungan mereka dari kariawan kantor" "ucap Vera lagi
" Iya, mereka meniru kita mungkin, biar banyak yang shok saat tau mereka tiba-tiba sudah mau menikah aja " jawab Varel yakin
__ADS_1
" Iya barang kali ya mas, Vera pribadi mendukung hubungan mereka kok " ucap Vera lagi