Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 43 Kesembuhan Felly


__ADS_3

Panggilan dari sebrang pun sudah terputus, lalu Marshcel mengambil telpon kantor yang ada di samping mejanya , lalu mengetik beberapa kata


" Hello Marisa , suruh Rehan dan Monica datang ke ruangan saya " ucap Marshcel memberi perintah pada Marisa di workshop arsitek lantai lima belas


Setelah memutuskan panggilannya ke Marisa lalu Marshcel mengetik telpon kantor itu lagi


" Hello Aldo , ke ruangan saya sekarang juga , cepat !" perintah Marshcel pada asistennya yang bernama Aldo tersebut


Tidak sampai lima menit, di ruangan direktur tersebut sudah berkumpul di sana Monica ,Rehan dan Aldo


" Begini ya Aldo, Monica dan Rehan, saya barusan dapat perintah dari bos kita pak Levi di luar negri , kita di minta hari ini juga datang dan sekalian mencheck proyek kita rumah sakit itu , sekalian juga minta foto-foto bangunan tersebut , dan kalian juga harus menyerahkan laporan bulanan proyek tersebut untuk saya kirim ke imeil nya pak Levi " ucap Marshcel memberi perintah pada bawahannya itu


" Baik pak , kami kirim laporannya ke bapak sehabis dari proyek ini " jawab Monica hormat sambil tersenyum


" Baiklah ,mari kita berangkat , untuk menghemat waktu, kita berangkat pakai mobil saya saja , biar nanti kalau ada yang mau di bahas di jalan, itu akan mempermudah pekerjaan kita" ucap Marshcel pada karyawannya


" Baik pak " jawab mereka bersamaan ,lalu mereka bersama-sama keluar dari ruangan direktur berjalan dan turun kebawah menuju ke parkiran mobil petinggi perusahaan PALEVERPRAST COP.


Setelah sampai di parkiran, Marshcel naik ke mobilnya dan di susul oleh Aldo yang duduk di depan di samping Marshcel, dan di job belakang duduk Monica dan Rehan , setelah semua masuk ke mobil, Marshcel pun menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju meninggalkan parkiran perusahaan tersebut menuju ke proyek


" Pak Marshcel, maaf kalau lancang, Monica pingin tanya boleh ? " ucap Monica takut-takut pada atasannya itu


" Mau tanya apa Monica? tanya saja " ucap Marshcel sambil melirik ke arah Monica


"Itu pak, saya pengen tau kabar nya Rosa atau Vera sahabat saya, apakah dia baik - baik saja ?, saya juga kangen pada nya pak , nomor handphone nya yang ada pada saya sudah tidak aktif lagi setelah dia resign dari perusahaan " ucap Monica sedikit curhat pada Marshcel tentang sahabatnya Vera


" Oh itu , sebenarnya saya tidak tau pasti juga sih, yang saya dengar dari bos, Vera baik-baik saja , dan mamanya yang di rawat di rumah sakit sudah mulai pulih dan sudah pulang ke rumahnya , dan sekarang dalam masa pemulihan aja " ucap Marshcel menceritakan apa yang pernah dia dengar dari Varel atau tantenya


" Alhamdulillah ya Allah, Vera dan mamanya baik-baik saja , semoga Vera bisa pulang lagi ya ke Indonesia ini , dan bekerja lagi seperti dulu di perusahaan kita " ucap Monica penuh harap ,dengan sinar mata yang berbinar-binar

__ADS_1


Marshcel, Aldo dan Rehan hanya geleng-geleng kepala mendengar kan ucapan Monica barusan


Mobil pun terus melaju menuju ke proyek rumah sakit tersebut, dan empat puluh lima menit kemudian, mereka sudah sampai di proyek tersebut , setelah memarkirkan mobil agak jauh dari proyek , Marshcel dan karyawannya turun dari mobil dan berjalan ke arah bangunan yang sedang di kerjakan itu


" Yuk semua , kerjakan tugas kalian , Rehan kamu yang chek struktur dan material nya


" Ya pak , siap di laksanakan" jawab Rehan cepat


" Dan kamu Monica , foto kan bangunan ini dari segala arah, dari luar dan dari dalam juga , foto yang banyak ya " perintah Marshcel pada Monica


" Ya pak ,baiklah nanti setelah saya foto akan saya share ke Bapak " jawab Monica


" Ya baiklah, mulailah ambil fotonya " jawab Marshcel lagi


Setelah Monica dan Rehan pergi , Marshcel lalu memandang ke sekeliling proyek dan mengamatinya



" Baiklah Cel , makasih ya sudah mempercayai saya dan memberi saya ilmu yang tidak ternilai ini " ucap Aldo menepuk-nepuk bahu Marshcel lalu pergi menyusul Rehan ke dalam proyek


Di luar negri sana, kesehatan Felly mamanya Vera sudah pulih seperti biasa , hanya saja Felly belum di bolehkan oleh suami dan anak nya Vera melakukan aktifitas di rumah tangga


" Mama lagi apa ? tanya Vera pada mamanya " saat melihat mamanya lagi mengumpulkan pakaian yang siap di cuci Vera kemaren


" Ini Vera , mama mau menyetrika pakaian - pakaian ini , mama bosan hanya duduk - duduk terus tanpa ada kegiatan" ucap mana Vera tersenyum pada anak gadisnya itu .


" Ngak usah ma , biar Vera yang melakukannya , mama istirahat saja di kamar " ucap Vera sambil mengambil pakaian-pakaian di tangan mamanya


" Tapi mama belum ngantuk Vera " jawab mama nya lagi

__ADS_1


" Hmm,,,kalau begitu , mama menyiram tanaman bunga saja ya di depan , bagaimana?" ucap Vera lagi , mengusulkan mamanya untuk menyiram tanaman saja ,karena menyiram tanaman, mamanya tidak akan merasa lelah , karena menyiramnya pake air kran yang di sambungkan ke slang yang cukup panjang


" Baiklah Vera ,mama akan menyiram tanaman aja di depan , lumayan dari pada mama tiduran di kamar " ucap mama Vera sambil berjalan ke luar rumah sambil mengerucutkan bibirnya


Vera geleng - geleng kepala melihat mamanya yang lagi sewot itu karena di larang bekerja


Hari-hari pun berlalu , sebulan sudah Felly keluar dari rumah sakit, dan Felly sudah sehat seperti biasa , dan sudah boleh beraktifitas lagi seperti biasa


Di sore yang cerah , Vera ,mama dan papanya lagi duduk-duduk santai sebuah saung di taman samping rumahnya , sambil menikmati otak-otak yang di bikin sendiri oleh Vera dan mamanya


" Enak nya otak-otak udang ini , siapa yang bikin ya ?" tanya papa Vera pada istri dan anaknya


" Vera dan mama donk yang bikin pa , emang siapa lagi ?" ucap Vera sambil tersenyum


" Oh ,, papa kira Vera yang bikin sendiri, ternyata di bantu si mama rupanya " ucap papanya lagi


" Hmmmm,, papa meragukan kemampuan masak Vera ya " ucap Vera sambil menarik alisnya ke atas pada papanya


" Ngak begitu juga kok sayang , tadi itu otak-otak nya , sumpah enak banget rasanya , jadi papa tidak menduga kalau putri papa ini sudah pintar juga bikin ota-otaknya " ucap papa menjelaskan,pada anaknya, tidak menduga kalau Vera sudah mahir bikin otak-otak seperti mamanya


" Iya donk pa,, siapa dulu ? Vera gitu loh " ucap Vera sambil membusungkan dada sambil menepuk nya pelan-pelan


Melihat ulah anaknya itu, mama dan papa Vera tersenyum sambil menggeleng - gelengkan kepalanya


" Assalamu'alaikum " terdengar ada yang mengucap salam dari arah depan


" Vera coba lihat , siapa yang datang " ucap papanya pada Vera


__ADS_1


" Baik pa " jawab Vera sambil berjalan ke arah depan rumahnya


" Wa'alaikum salam " jawab Vera membalas salam tersebut dengan suara yang agak di keraskan , berjalan sambil mendekati teras depan rumahnya


__ADS_2