Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 74 Menyusun Acara


__ADS_3

" Vera , ayo pulang , papi dan mami sekarang lagi di rumah mu , ada yang mau mereka bahas " ucap Varel setengah berbisik pada Vera


" Benarkah ?" ucap Vera setengah berbisik juga


"Iya sayang , yuk pulang " ucap Varel lagi


" Bentar Vera bereskan meja Vera dulu " jawab Vera sambil membereskan meja kerjanya


" Teman teman saya duluan ya , ada urusan mendak nih soalnya " ucap Vera pamit pada rejan rekan kerjanya


" Baik Bu Vera , hati hati di jalan ya " ucap Monica dan temannya yang lain pun meanggukan kepalanya sama Vera tanda mereka menyahuti ucapan Vera untuk pamit


Vera dan Varel pun keluar dari ruangan tersebut masuk ke lift untuk turun menuju ke lobby kantor


" Sayang , tunggu disini dulu ya ? mas mau ambil mobil dulu " ucap Varel pada Vera


" Tapi mas , Vera kan bawa mobil juga ke kantor , kita pulang sendiri sendiri aja gimana ?" ucap Vera pada Varel


" Naik mobil mas aja biar cepat , nanti mobil Vera biar orang nya mas yang antarkan ke rumah Vera nanti " ucap Varel lagi pengen berduaan dengan Vera di perjalanannya


" Iya mas , baiklah , cepat ya ambil mobilnya " jawab Vera kemudian


" Ok sayang , jangan kemana mana ya " ucap Varel lagi sambil berlalu dari tempat itu menuju ke parkiran mobil nya


Tidak lama kemudian Varel pun datang dengan mobilnya dan berhenti di depan lobby, Vera yang melihat mobil Varel langsung berlari menuju ke mobil tersebut dan langsung masuk ke dalamnya


" Yuk mas , Vera ngak enak nih bila ada Kariawan lain melihat kita " ucap Vera merasa ngak enak


" Ngak usah di fikirkan sayang , itu akan membuat ruang kita menjadi sempit " ucap Varel lagi


" Ngak apa apa untuk sementara ini mas , ini akan berakhir saat kita menikah nanti " ucap Vera lagi


" Ya baiklah sayang " jawab Varel pasrah


Sementara di rumah Vera Hanifah dan Bara sudah sampai disana satu jam yang lalu , mereka masih ngobrol santai sambil menunggu anak anak mereka tiba

__ADS_1


" Anak anak kenapa belum sampai juga ya " ucap Bara pada sahabat dan dan calon besannya itu


" Mungkin mereka lagi di jalan mas , atau mereka lupa barangkali karena ke asyikan bekerja " jawab Felly


" Coba saya hubungi Varel dulu " ucap Bara sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya ,lalu mencari nama Varel di daftar telponnya


" Halo , Varel , kamu lagi di mana ?' tanya Bara pada putra nya setelah panggilannya terhubung


" Ini Varel dan Vera lagi di jalan menuju pulang Pi " jawab Varel di sebrang sana


" Baiklah , kami tunggu di sini di rumah Vera " jawab Bara lalu mematikan sambungan telpon nya


" Bagaimana mas ?" tanya Hanifah pada Bara suaminya


" Mereka lagi di jalan menuju ke sini mi " jawab Bara lagi


" Sambil menunggu anak anak kita datang , silahkan minum dan di cicipi makannya dulu " ucap Felly mempersilahkan calon besan nya menikmati hidangannya


Lima belas menit kemudian mobil Varel pun memasuki halaman rumah Vera ,setelah memarkirkan mobilnya Vera dan Varel pun keluar dari mobil dan berjalan beriringan masuk ke dalam rumah Vera


" Wa' Alaikum salam " jawab mama ,mami , papa dan papi mereka bersamaan


" Ayo duduk di sini sayang " ucap Hanifah pada Vera sambil menepuk sofa di samping nya


" Iya mi " jawab Vera sambil menyalami calon mertuanya itu juga yang lainnya bergantian , lalu duduk di sofa di sebelah mami nya Varel, dan Varel pun juga mengikuti Vera yang bersalaman dengan kedua orang tua dan calon mertua nya , setelah itu Varel memilih duduk di sebelah Vera


" Nah kita sudah kumpul semua nya , sekarang kita akan bahas tentang proses pernikahan anak anak kita ini , silahkan Felly dan Fito memberikan pendapatnya " ucap Bara membuka pembicaraannya


"Begini ya Mas Bara , saya mau acara lamarannya di adakan di rumah orang tua saya aja di Tasik gimana ? " ucap Felly mengusul kan


" Di tasik ? kenapa tidak di Bandung aja ? kan rumahnya Felly ada di Bandung " ucap Bara heran


" Ya saya pingin nya di Tasik karena itu permintaan kakek dan nenek nya Vera , mereka dari dulu selalu bilang hal itu pada saya setia pulang ke Tasik " ucap Felly menjelaskan


" Bagaimana mi , Varel ?" ucap Bara pada istri dan anaknya itu minta pendapat

__ADS_1


" Kalau itu maunya nenek dan kakek Vera , turuti aja Pi , toh Tasik tidak jauh jauh amat dari kota Bandung " ucap Varel pada papinya


" Iya Pi , benar apa yang Varel bilang ,kura kabulkan aja permintaan kakek dan neneknya Vera " ucap mami Varel menambahkan


" Baiklah , kita adakan lamaran ke Tasik , terus waktunya kapan nih ?" ucap Bara lagi


" Bagaimana kalau akhir bulan ini ? masih ada waktu 10 hari lagi " jawab Fito papa ya Vera mengusulkan


" Bagaimana mi ? Varel ?" tanya Bara lagi pada anak dan istrinya itu


" Ngak masalah Pi , 10 hari waktu nya cukup buat kita untuk melakukan persiapan ya " jawab Hanifah pada suaminya


Baiklah , untuk menyingkat waktu , selain acara lamaran , dihari yang sama kita akan langsungkan juga acara pertunangannya , bagaimana ?" tanya Fito pada keluarga Varel


" Bagus itu , Varel setuju pa" jawab Varel sumbringah


" Baiklah , dua pokok acara sudah terselesaikan , terus hari dan tanggal pernikahan mereka gimana ? apa kita buat di sana atau disini aja sekarang ?, biar di Tasik nanti kita tinggal memberitakan kan saja pada sanak saudara kita ?" tanya Bara lagi


" Boleh ,ngak apa apa kita buat tentukan tanggal dari sekarang , tanggal dan bulan apa sebaiknya anak anak kita menikah dan melangsungkan resepsinya" jawab Felly bersemangat


Sejenak ruangan itu sepi ,karena mereka sibuk dengan fikiran mereka masing masing sambil menghitung hari


" Bagaimana Varel ? mi " kapan kira kira kita bisa mengadakan pesta pernikahan anak kita ?" tanya Bara pada istri dan anaknya itu


" Bagaimana Tiga bulan setelah acara pertunangan di adakan ?" tanya Hanifah pada suaminya


" Tiga bulan cukupkah untuk merencanakan sebuah pesta yang lumayan besar ?" tanya Bara lagi pada istrinya


" Mami rasa cukup Pi , kita kan tidak sendiri mempersiapkan nya , bisa di bantu sana yang lain juga , yaitu orang orang terdekat kita " jawab Hanifah mantap


" Bagaimana dengan kamu Varel ? kamu siap ? " tanya Bara pada putra semata wayangnya


" Insyaallah siap Pi" jawab Varel ambil tersenyum bahagia karena sebentar lagi mau menikahi wanita yang sangat dia cintai


" Bagaimana Felly dan Fito , Vera juga " tanya Bara pada keluarga Vera

__ADS_1


" Baiklah , kami hanya menurut bagaimana baiknya saja , dan lagi bukankah kita di anjurkan dalam agama untuk sesegera mungkin melakukan hal yang baik , dan pernikahan ini juga termasuk salah satu hal yang baik " jawab Fito pada sahabatnya itu


__ADS_2