
" Loh , serius donk mah, papa tau kok Vera butuh waktu bertahun- tahun kuliah di London, papa tidak masalah, asalkan Vera benar benar bahagia " jawab Fito lagi
" Tapi papa, Vera itu perempuan, anak kita satu satunya, dengan siapa dia di sana, siapa yang akan mengurus semua keperluannya di luar jam kuliah dan lagi mama tidak sanggup pisah sama Vera " kata Felly lagi sambil garuk- garuk- kepalanya yang tidak gatal
" Kita berdua yang akan mengurus Vera di London ma, demi Vera kita akan pindah ke London, dan kita akan coba buka cabang di sana sambil menunggu Vera tamat kuliah bagaimana " jawab Fito
" Benarkah kak pa, kita tidak akan berpisah dengan Vera kan " tanya Felly meyakinkan hatinya lagi
" Iya mamaa , iyaaa" jawab Fito lagi
" Horeee " teriak Felly saking senangnya
" Bagaimana sayang apa Vera bahagia " tanya Fito ke Vera
" Iya pa , terimakasih selama ini papa dan mama sudah menyayangi Vera " kata Vera sambil tersenyum tipis sambil memeluk papa dan mamanya bergantian
Semua itu tidak luput dari pandangan Fito dan Felly. Setelah 7 tahun lebih baru kali ini mereka melihat senyum anak mereka, walaupun senyumnya tipis, sudah cukup buat mereka bahagia.
" Oke Vera , mulai hari ini lebih giat lah belajar, biar dapat nilai yang tinggi, papa dan mama akan mulai pula dari sekarang mempersiapkan barang sesuatunya untuk ke pindahan kita ke London" kara Fito pada Vera bersemangat
" Baik pa " jawab Vera singkat
" Sekarang Vera istirahat ya, sudah malam , mimpi indah ya " kata Fito sambil mencium kening anak nya
" Selamat tidur dan mimpi indah ya princes " Felly pun ikut menciumi pipi putrinya , kemudian berjalan keluar kamar dan menutup pintu kamar tersebut
__ADS_1
' kak Varel, apa kabarmu sekarang, apakah kak Varel masih mengingat Vera ' kata batin Vera sambil memandang kalung Varel yang tergantung di lehernya.
Semenjak Vera dan Varel berpisah dan tukaran kalung, kalung itu tidak pernah sekalipun lepas dari leher Vera
Tidak lama kemudian Vera pun tertidur sambil memegang liontin kalung di lehernya
Hari yang di tunggu- tunggu pun sudah datang, Vera telah lulus dengan hasil memuaskan , Vera selalu mendapat juara umum selama di SMA
Seminggu setelah kelulusan Vera, merekapun pindah ke London menemani anak mereka kuliah di sana, bagi mereka tidak ada kebahagiaan lain selain melihat anaknya bahagia.
Vera kuliah dengan rajin tak kenal waktu, di London Sana banyak pria tampan yang menyukai Vera dan menyatakan perasaannya, dari orang Eropa maupun orang-orang Asia.
Tidak satupun yang Vera respon, sebenarnya papa dan mamanya tau masalah ini, karena di antara mereka yang menyukai Vera ada yang langsung ngomong ke Felly dan Fito.
Felly dan Fito tidak bisa berbuat banyak , karena mereka tau betul hati Vera yang telah jatuh cinta dan setia pada Varel teman masa kecilnya.
Beda pada papa dan mamanya, kini Vera sudah mulai hangat dan mulai melihatkan senyum manisnya. Felly dan Fito sangat bersyukur pada perubahan Vera, tidak sia- sia selama ini usaha mereka untuk memprioritaskan Vera dan mendukung semua hal yang di anggap baik oleh Vera
Di belahan benua lainnya Varel juga lagi fokus kuliah,
Tampangnya yang tampan bak dewa membuat para cewek mengejar-ngejar cintanya, tapi Varel selalu cuek dan dingin pada mereka, untuk mendapatkan Varel mereka melakukan trik apapun, termasuk trik kotor
Suatu hari di hari libur kuliah Varel, teman SMA nya nya Mike yang juga berkuliah di tempat yang sama dengan Varel , mengajak Varel untuk main keluar untuk lepas lelah. Varel pun menyanggupinya, mereka berdua minta izin pada anak paman Hanifah yang juga kuliah disana yang bernama Joni.
Joni yang umurnya 2 tahun di atas Varel sudah di wanti-wanti Hanifah untuk menjaga Varel di sana .
__ADS_1
Karena perginya masih bersama teman SMA nya di Indonesia ,Joni mengizinkan.
Merekapun pergi ke minum ke kafe yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, setelah sampai di kafe merekapun memesan minum dan makanan masing, mereka minum dan makan sambil bersantai santai. Lagi asyik bersantai tiba-tiba Mike dan Varel di dekati 3 orang cewek cantik, yang ternyata masih satu kampus dengan Varel dan Mike.
" Hai Varel, Mike , kalian ada di sini juga " kata salah satu cewek yang berbaju warna pink kurang bahan sambil menghampiri tempat duduk Varel dan Mike.
Melihat 3 cewek berbaju kurang bahan mengelilinginya, Varel jadi merasa tak nyaman dan merasa jijik.
" Ngapain kalian duduk disini, sana cari meja lain, aku tidak pengen di ganggu " kata Varel menatap tajam 3 cewek tersebut
" Wah kamu mudah marah deh Varel , apa kamu tidak tertarik pada salah satu kita-kita yang cantik ini " kata salah satu cewek tersebut menggoda Varel dan mengedip sebelah matanya pada Varel, melihat itu Mike sudah ketar ketir, takut Varel akan bersikap arogan pada tuh ke 3 cewek
" Sudah aku bilang sana cari tempat duduk yang lain, dan jangan menggangguku " jawab Varel sudah mulai emosi
" Aduh Varel , kamu semakin emosi semakin tampan deh" kata cewek yang satunya lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Varel
Tangan Varel sudah mengepal menahan emosi,saat Varel mau berdiri mencari tempat lain, salah satu cewek menahan bahu Varel
" Mau kemana Varel, duduk di sini saja, kami tidak akan menganggu mu tampan" kata salah satu cewek kurang bahan yang memegang bahu Varel dan lanjut menyentuh Varel
Merasa lehernya di sentuh, reflek Varel memegang tangan cewek tersebut lalu mengangkatnya dan membantingnya kelantai bak seperti membanting ulat bulu yang menjijikkan,sambil berkata lantang :
" Lancang kamu telah menyentuh leherku wanita murahan, sekali lagi kau menyentuhku, akan ku habisi hidup kamu" ancam Varel sambil memegang kalung peraknya, Varel tiba-tiba takut sekali kalungnya akan hilang, setiap kali memegang kalung perak tersebut , terbayang wajah Vera yang menangis di pelukannya saat terakhir bertemu, dan Vera menitipkan kalung tersebut untuk di jaga. Varel memejamkan matanya begitu teringat Vera
' dek Vera apa kabarmu sekarang, kak Varel rindu ' kata hati Varel masih memegang liontin kalung di dadanya
__ADS_1
Melihat Varel yang emosi dan tempramental itu ke tiga cewek kurang bahan itupun pergi meninggalkan Varel dan Mike dengan ketakutan
" Tenang Varel, ambil nafas dalam-dalam, jangan pikirkan mereka " kata Mike menenangkan Varel yang lagi emosi dan bersedih kala tiba-tiba ingat dek Vera kesayangannya