
" Loh kok nambahnya ke piring mas sih sayang " ucap Varel lagi
" Ya mas aja yang nambah , mas kan cowok , ngak masalah jika kegemukan "
" Masalahnya mas ngak mau gemuk juga loh sayang" ucap Varel lagi
" Kali ini ngak akan bikin mas gemuk juga kok , dan lagi mas Varel kan rajin fitnesnya" ucap Vera pantang kalah
" Pinter ya sayangnya mas ini mencari alasan " ucap Varel menyerah , Vera hanya tersenyum manis sambil meneguk air putih di gelasnya
Setelah acara makan- makan , semua tamu pun sudah mulai pulang satu persatu ,begitu juga dengan keluarga Varel .
Bara dan keluarganya pulang duluan ke Jakarta sehari setelah acara pertunangan , sementara keluarga Vera masih tinggal di Bandung untuk membereskan segala sesuatunya dulu ,termasuk cabang bisnis nya yang ada di Bandung
Di Kantor seperti biasa , setelah balik ke Jakarta Varel langsung masuk bekerja , saat sampai di depan pintu ruangannya ,Varel melihat Hanum lagi duduk ngobrol dengan Stella , dan tanpa menyapa mereka Varel langsung masuk ke ruangan kerjanya ,lalu langsung duduk di kursi kebesarannya yang nyaman tersebut
' Waduh ,, sepi rasanya kalau Vera tidak masuk kerja , apa saya kuat menanggung rindu selama 3 hari ini ? " ucap Varel di dalam hati merasa kesepian karena Vera izin tiga hari tidak masuk karena masih di Bandung
Tok tok tok pintu ruangan Varel di ketuk
" Ya masuk " jawab Varel dari dalam
" Selamat siang pak , ini jadwal bapak hari ini , nanti jam dua sampai jam tiga ada meeting dengan perusahaan Cahaya Abadi , dan ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani " ucap Stella sambil menyodorkan beberapa berkas dan agenda kerja Varel
" Baik ,taruh aja di sana " ucap Varel cuek sambil membuka lap top nya
" Oh ya satu lagi pak , Bu Hanum juga pengen bertemu dengan bapak untuk membicarakan soal pekerjaan , dan dia sudah menunggu bapak dari tadi " ucap Stella memberitahu maksud kedatangan Hanum
__ADS_1
" Baik , suruh dia masuk " jawab Varel singkat tapi tetap bermuka dingin
" Baik pak , permisi " jawab Stella undur diri dan berjalan meninggalkan ruangan Varel
' Duh si Bos sikap nya dingin amat , kirain sikap dinginnya sudah hilang , eh ,ternyata muncul lagi ,, ihh ngeri ' ucap Stella di dalam hati
"Bu Hanum silahkan masuk , Pak Levi sudah menunggu " ucap Stella mempersilahkan Hanum mitra kerja perusahaan masuk menemui atasannya
" Baik ,terimakasi " jawab Hanum sambil berdiri dari tempat duduknya lalu merapikan rambutnya dan juga pakaiannya yang kurang bahan itu , setelah itu Hanum pun masu ke ruangan direktur utama setelah menutup pintu
" Selamat siang pak " ucap Hanum berjalan melenggang lenggok menghampiri meja kerja Varel
" Siang juga , silahkan duduk Bu " ucap Varel melihat ke arah Hanum lalu memainkan lap top nya lagi
" Ya pak terimakasi " jawab Hanum sambil duduk di kursi di depan meja kerja Bos muda tampan tersebut
Hanum Begitu terpesona melihat ke tampan Varel dan body nya yang idaman setiap wanita itu
" Ouh itu , bentar saya buka laporan terakhirnya dulu " ucap Varel sambil mencari file yang tertumpuk di atas mejanya
" ini laporannya , pengerjaannya sudah sesuai dengan rencana , persentase nya juga sudah sesuai dengan waktu yang telah di tentukan" ucap Varel sambil menyodorkan file tersebut pada Hanum
Hanum pun menerima file tersebut lalu membacanya dengan teliti
" Benar pak , bagus , semua sesuai dengan rencana " jawab Hanum tersenyum manis pada Varel
Yea , di sini saya selalu menegaskan ke Kariawan saya , baik di lapangan ,ataupun di kantor ini , harus bekerja keras sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati bersama , dan soal gaji mereka ,saya akan naikan dan kasih mereka bonus " ucap Varel menjelaskan
__ADS_1
" Wah , saya bangga dan senang telah bekerja sama dengan bapak , oh ya pak , boleh saya ngomong sesuatu ?" ucap Hanum lagi sambil berdiri dan mendekati tempat duduk Varel
" Mau ngomong apa ? katakanlah " ucap Varel lagi sambil memainkan tangannya di lap top seperti orang sibuk
" Pak , terimakasih sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya , untuk mengungkapkan rasa terimakasih dari saya ,bagaimana kalau kita makan siang bareng ? " ucap Hanum memberanikan dirinya merangkul bahu Varel yang asyik main lap top tersebut , merasa ada tangan di bahunya ,varelpun berhenti memainkan lap top nya dan memandang Hanum yang masih merangkul bahunya, dengan jarak dada yang sangat dekat
' Ada apa dengan perempuan ini , pakaian nya , astagfirullah , apa dia sengaja membuka dua kancing baju bagian depan nya untuk menggoda saya ?' ucap Varel di dalam hati depannya
" Pak ,apa bapak bersedia ?" tanya Hanum makin mendekatkan tubuhnya lagi pada Varel
Varel tetap diam dan shock karena di pepet oleh Hanum tiba tiba
Hanum yang menyadari umpannya hampir mengena ,dengan tambah berani lalu meraba pipi bos muda tersebut
" Bapak suka melihat ini ? kalau bapak suka saya dengan senang hati akan mengizinkan bapak untuk memegang ,meraba bahkan" ucap Hanum semakin berani mengelus pipi Varel dan mendekatkan gunung kembarnya tepat lima Senti di depan wajah Varel
Mendapat perlakuan begitu Varel tiba tiba sadar apa yang telah di lakukan Hanum padanya , tiba tiba Varel menjauhkan wajahnya dari gunung kembar Hanum yang padat berisi tersebut
" Bu Hanum , kamu jagalah dua gunung ini dengan baik yaitu dengan pakaian yang tertutup , jangan kamu obral dia seperti sampah yang tidak berharga , sebagian harga dirimu ada di sana Bu , kamu itu cantik Bu , hargai dirimu dengan menjaga anggota tubuhmu , dan ingat hanya lelaki bajingan yang mau melakukannya tanpa sebuah ikatan " ucap Varel sambil menolong memasangkan dua kancing baju yang terlepas dari baju bagian dada Hanum tersebut
Hanum terpaku mendengar ucapan Varel yang pedes tersebut
"Tapi saya rela menyerahkan pada bapak tanpa menuntut apa apa , walau terkesan murahan, tapi saya menyukai bapak dari awal bertemu dulu " ucap Hanum ngotot dengan tak tau malunya
" Walaupun kamu menyerahkan pada saya tanpa syarat dan rela di anggap murahan , tapi saya tidak mau , karena saya bukan lelaki bajingan , dan bukan pula lelaki murahan , kamu bisa cari lelaki di luar sana , tapi jangan saya " ucap Varel lagi
" Tapi kenapa pak ? apakah bapak sudah punya kekasih ? siapa dia ? cantik manakah dari saya ?" tanya Hanum lagi dengan percaya dirinya
__ADS_1
Varel pun memejamkan matanya, kesel banget sama cewek murahan di depannya itu , pingin nonjok dia ,tapi sayang nya dia mitra kerjanya dan perempuan lagi
" Soal kenapa nya , saya punya kekasih atau tidak , kamu tidak perlu tau , yang jelas saya tidak suka sama kamu apa lagi sikap kamu , sekarang silahkan tinggalkan ruangan ini , saya rasa sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan lagi" ucap Varel kesal dan mengusir Hanum dari ruangan kerjanya