Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
BB 73 Hanum yang di Cuekin


__ADS_3

Varel yang melihat para karyawannya pada pergi dia juga ikut berdiri


" Maaf Bu Hanum , saya tidak bisa menemani ,soalnya banyak pekerjaan saya yang belum saya selesaikan , saya duluan ya " ucap Varel pamit sedikit berbasa basi pada klien baru nya itu


Iya pak Levi , tidak apa apa , silahkan " ucap Hanum sambil tersenyum , ada rasa sedikit rasa kecewa di hatinya karena tidak bisa berlama lama berada dengan direktur tampan di depannya itu


Setelah sedikit berbasa basi Varel pun meninggalkan meja makannya dengan langkah yang tergesa gesa , pengen menyusul karyawannya yang telah dulu pergi dari nya , bukan karena apa apa , tapi karena Varel tidak mau Vera salah paham padanya atas sikap Hanum padanya tadi


Setelah sampai di halaman rumah makan tersebut , Varel melihat Vera dan teman temannya berjalan santai menuju kantor yang hanya berjarak 200 meter dari rumah makan tadi


Varel berjalan dengan cepat dan akhirnya dia bisa bergabung dengan rombongan Vera yang sudah mau masuk ke gerbang gedung kantor kantornya


" Vera , Monica tunggu , kalian kok Main pergi aja sih ? tidak menunggu saya dulu " ucap Varel sedikit kesal karena di tinggalkan begitu saja


Vera , Monica dan yang lainya sempat berhenti dan memandang ke arah atasannya itu , karena mendengar suara atasan nya yang rada rada kesal itu


" Maaf pak kami pergi duluan ya , karena jam kantor sudah mau habis , dan kami juga tidak enak meganggu bapak bersama klien baru bapak yang cantik dan sexy tersebut " jawab Vera sambil membuang pandangannya ke arah lain


" Iya pak , benar apa yang Bu Vera katakan , maaf kan kami karena pergi duluan meninggalkan bapak " ucap Monica lagi menambahkan


Hai dengar kalian semua , Dia hanya klien baru , sementara kalian karyawan lama saya , yang sudah lama bekerja di kantor saya , saya lebih mengutamakan kalian lah dari dia , dan urusan Bu Hanum dengan saya telah selesai setelah penanda tanganan, selebihnya itu sudah urusan sekretaris saya dan kalian juga di bidang pembangunan proyek , kalian mengerti ?" ucap Varel menjelaskan sambil memandang ke arah Vera yang tidak jauh berdiri darinya


" Mengerti pak , dan maafkan kami " ucap Monica dan yang lainnya setelah mendengar penjelasan atasannya itu .


Vera hanya diam dan cuek saat Varel menjelaskan hal tersebut , Varel yang tau Vera lagi cemburu dan kesal padanya hanya tersenyum tipis pada kekasihnya itu dan tidak bisa berbicara banyak , karena dia harus bersikap profesional seperti permintaan Vera padanya


" Baik lah , ayo balik bekerja lagi , saya duluan ya " ucap Varel pada karyawan karyawan arsiteknya lalu pergi mendahului karyawannya berjalan dengan tergesa gesa masuk ke dalam gedung kantor tersebut

__ADS_1


Setelah atasannya pergi , Vera dan lainnya pun juga mengikuti langkah atasannya tersebut untuk masuk ke dalam gedung kantornya tersebut


Sementara di kediaman Hanifah , setelah makan siang dia dan suaminya berencana akan berkunjung ke rumah Felly sahabat sekaligus calon besannya


" Pi , lebih baik hari ini kita kerumah Felly yuk ,kita mulai bahas masalah pernikahan anak kita , bagaimana susunannya ke depan " ajak Hanifah pada Bara suaminya


" Iya mi baik , lebih cepat di urus lebih baik " jawab bara pada istrinya


" Kalau begitu , ayo kita siap siap " ucap Hanifah lagi


" Baik mi , mami siap siaplah dulu , papi mau nelpon anak kita Varel dulu , biar dia pulang dari kantor bareng sana Vera dan langsung ke rumah nya " ucap Bara sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mencari nama Varel di sana


" Assalamu' Alaikum Pi , ada apa ?" terdengar suara Varel di sebrang sana


" Begini Varel , papi dan mami mau berangkat ke rumah Vera hari ini untuk membicarakan tentang pernikahan kamu dan Vera , jadi kamu pulang kantor langsung ke rumah Vera aja ya , jangan lupa kabari Vera juga " ucap Bara menjelaskan pada anaknya


" Baik Pi , nanti akan Varel bilang sama Vera " jawab Varel lagi di sebrang sana


Selesai menelpon Varel , Bara pun masuk ke kamarnya untuk berhati pakaian untuk siap siap ke rumah calon besannya itu , setelah selesai dia menunggu istrinya di ruang tamu rumahnya


Sepuluh menit kemudian , Hanifah pun telah siap dan keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan dandanan yang elegant


" Ayo Pi kita berangkat " ucap Hanifah setelah sampai di ruang tamu rumahnya .


" Ayo mi , mami tunggu di depan aja " ucap Bara lalu berjalan ke arah bagasi rumahnya untuk mengeluarkan mobilnya , setelah memanaskan mesin mobilnya , mereka pun langsung otw ke rumah calon besannya


" Pi lebih baik telpon mas Fito dulu , siapa tau dia mau keluar rumah " ucap Hanifah pada suaminya mengingatkan

__ADS_1


" Baik mi ," ucap Bara sambil mengeluarkan ponsel di sakunya dan mencari nama Fito di daftar telponnya , setelah itu lalu melakukan panggilannya


" Assalamu' Alaikum Fit , kamu lagi dimana ?" ucap Bara setelah panggilannya tersambung


" Wa' Alaikum salam , ini lagi di rumah , emang ada apa ? " tanya Fito papa Vera di sebrang sana


" Begini Fit , kami lagi otw menuju ke rumah kamu nih , untuk membahas pertunangan anak anak kita " ucap Bara menjelaskan


" Oh , baiklah , akan kami tunggu " jawab Fito lagi


" Ok Fit , terimakasih , assalamu' Alaikum " ucap Bara lalu menutup telponnya


"Udah mi , mereka ada di rumah " ucap Bara mengabarkan pada istrinya


" Alhamdulillah kalau begitu ya Pi " jawab Hanifah lagi


Sementara di Kantor sudah menunjukan jarum jam ke angka 4 , Varel yang lagi asyik bekerja teringat akan telpon papinya tadi , Varel buru buru masuk ke ruangan kamar istirahat di kantornya tersebut , disana ada toilet kecil dan kamar mandi juga , Varel membersihkan diri dan juga berganti pakaian , karena di sana sudah tersimpan cadangan pakaian Varel


Setelah selesai merapikan diri , Varel keluar dari ruangan kerjanya , masuk ke dalam lift turun menuju ke ruangan Vera di lantai 15


Setelah sampai di depan pintu ruangan kerja Vera , Varel pun berhenti


Tok tok tok , Varel mengetuk pintu ruangan tersebut , walaupun sebagai pemilik dari kantor tersebut , Varel harus bisa menjaga dan menerapkan peraturan yang ada , apa lagi yang di datanginya adakah ruangan calon istrinya


" Masuk " terdengar suara Vera dari dalam


Varel pun masuk ke dalam ruangan Vera tersebut yang masih bekerja bergabung dengan yang lainnya sampai ruangannya siap di renovasi dan ditata ulang

__ADS_1


Melihat ke datangan pimpinannya ke ruangan itu , para karyawan disana kaget , karena pimpinannya tersebut baru dua kali dengan ini datang berkunjung ke sana


" Kalian lanjut bekerjanya , saya ada urusan dengan Bu Vera sebentar " ucap Varel sambil mendekati meja kerja Vera


__ADS_2