
"Iya Hani , baru kemaren rasanya mereka masih kecil , sekarang tidak terasa sudah besar , dan saling menyayangi lagi sampai sekarang walaupun sudah lama terpisah , tidak tau kenapa Vera tidak pernah mau dekat dengan lelaki , kadang saya takut juga melihat hal itu , takut Vera akan jadi perawan tua nanti , tapi syukurlah , setelah bertemu dengan Varel , dia berubah , langsung dekat semenjak mereka bertemu" jawab Felly sambil bercerita masa lalu Vera pada Hanifah sahabatnya
" Sama juga dengan Varel Felly , dia juga tidak pernah dekat dengan perempuan , dia dingin dan arogan kata teman temannya , Varel pernah mendorong kasar cewek yang mencoba mendekati dan hendak menyentuhnya waktu kuliah di Belanda dulu , saya dulu sempat khawatir pada sikap Varel yang pemarah dan tempramental itu , hanya satu yang bisa membuatnya tenang di saat dia emosi , yaitu kalung anggrek Vera yang kita beli bareng dulu , dia selalu mengontrol emosinya sambil memegang kalung tersebut yang tidak pernah lepas di dadanya " cerita Hanifah pada Felly tentang anaknya
" Ya ,, semoga rumah tangga anak kita nanti langgeng ya , penuh kebahagiaan sampai akhir hayat" jawab Felly penuh harap
" Mama , mami , yuk makan ,, BBQ nya udah matang nih " ucap Vera mendekati dua ibu tersebut
" Sudah matang ya , yuk kita makan , panggil papa dan papi ke sini " ucap Felly pada putrinya itu
Setelah itu , merekapun makan bersama sambil menikmati indahnya pantai dan nikmatnya BBQ dan hidangan makanan dari resort tersebut
Ke esokan pagi nya , dua keluarga harmonis tersebut sudah bangun dan sudah bersiap siap untuk melanjutkan perjalanannya
" Vera , kita dari sini lanjut kemana lagi ? "tanya Fito pada putrinya itu
" Kita langsung ke Pulau Emboodhu Finolhu pa , di pulau tersebut ada Villa di atas laut yang di tata seperti bentuk kuncup bunga ,dan pasir nya bewarna putih ,juga air laut yang bewarna biru bening , layanan wisata di pulau Emboodhu Finolho adalah layanan bintang 5 , dan dari pulau itulah kita melanjutkan perjalanan kita ke pulau Mihiri , dari pulau Mihiri kita pulang ke hotel , dan setelah itu kita bisa menikmati kota Maldives " ucap Vera menjelaskan pada keluarga besarnya itu , dan semua menyetujui rute yang telah di susun dan reservasi oleh Vera dan Varel
" Ok baiklah, kalau begitu yuk kita packing , lebih cepat lebih baik " ucap Bara kemudian langsung berjalan menuju ke arah lemari pakaian di resort tersebut , yang lain pun juga ikut packing barang barang mereka , setelah selesai packing mereka pun meninggalkan resort tersebut untuk melanjutkan perjalanan wisata nya
Begitulah , selama tiga hari mereka bertualang dari pulau satu ke pulau yang yang lain , dan terakhir nya mereka kembali lagi ke hotel di tepat mereka datang pertama kali , karena emang semua barang barang mereka masih ada di sana
" Fito , besok hari terakhir kita di Maldives ini , coba , apa yang akan kita lakukan seharian besok " ucap Bara pada Fito saat mereka berkumpul di kamar hotel sehabis pulang dari Pulau Mahiri
__ADS_1
Yang lain ,Vera Varel ,Felly dan Hanifah hanya menyimak obrolan ke dua kepala rumah tangga tersebut
" Kalau menurut saya , besok kita jalan jalan di ibu kota Maldives aja , sore nya kita shopping , siapa tau tuh ibu ibu ada yang mau dia beli sebagai oleh oleh atau cendera mata " jawab Fito lagi
" Ya benar Pi , besok kita jalan jalan di kota Maldives , habis jalan jalan kita shopping , dan malamnya kita packing packing untuk siap balik ke negara kita Indonesia " ucap Hanifah menyetujui usulan Fito papanya Vera
" Baiklah kalau begitu , mari kita istirahat , capek banget rasanya tiga hari berturut turut kita trafelling " ucap Felly sambil masuk ke kamar mandi
Vera ,Varel dan Hanifah beserta suaminya telah kembali ke kamar mereka masing masing untuk istirahat , karena emang jarum jam sudah menunjukkan ke angka 10 malam waktu setempat
Ke keesokannya sekira jam 10 an mereka semua sudah siap untuk pergi jalan jalan seputar kota maldives , mereka mendatangi taman kota , dan beberapa monumen dan juga nonton di bioskop , setelah itu jam 4 sore mereka memasuki sebuah mall yang tidak terlalu besar
" Mi , lihat ini , ada pajangan binatang laut yang terbuat dari kerang yang di pahat , bagus ya mi , warnanya putih kapur dan bersinar " ucap Varel pada maminya sambil meraba pajangan tersebut
" Boleh mi , kerang ini kan cukup keras ,jadi aman kalau kita bawa pulang " jawab Varel begitu tertarik dengan kerang yang di ukir berupa kuda laut tersebut
Setelah dapat izin dari maminya , Varel pun melakukan pembayaran pajangan yang cukup besar tersebut
Setelah itu mereka terus berjalan menyusuri mall tersebut sambil melihat lihat barang yang unik menurut mereka untuk di bawa pulang ke Indonesia
Saat Asyik berjalan jalan tiba tiba ada yang mendekati Varel
" Hai , kalau tidak salah kamu Varel kan ? Varel Palevi Prasetyo ? " ucap seorang wanita menyapa Varel
__ADS_1
" Iya saya Varel , kamu siapa ya , maaf saya lupa " tanya Varel pada gadis tersebut
" Saya Silvia teman sekelas kamu waktu SMA dulu , masa kamu lupa sih Rel ?" ucap wanita tersebut sambil memandangi Varel
Varel yang mendengar nama Silvia , lalu bisa mengingat nya , Silvia adalah salah satu cewek yang selalu mengejar ngejarnya sampai - sampai Varel pingin pindah sekolah karena tidak nyaman di Uber terus oleh gadis itu
" Oh kamu Sil , apa kabar ? ada rangka apa nih ke Maldives ini ?" ucap Varel pada teman sekolahnya itu
" Saya kesini dalam rangka kerja Rel , saya bekerja di agensi pariwisata Singapore , jadi begitulah, saya ada disini utusan sebagai pemandu wisata dari agensi tersebut , dan kamu ke sini ? " ucap Silvia menjelaskan dan balik bertanya pada Varel
" Oh ,, hebat ya kamu , keliling dunia terus , oh ya saya di sini juga lagi jalan jalan , saya dari London bersama mami dan papi saya , juga bersama tunangan saya , papa dan mamanya juga ,dari Maldives ini , kamu baru pulang ke Indonesia " ucap Varel menjelaskan pada Silvia
" Kamu sudah bertunangan Varel ? ucap Silvia dengan wajah yang mendadak sedih
" Alhamdulillah sudah Sil , saya ke London untuk menjemput tunangan saya ini , karena emang Vera tinggal di London selama ini" ucap Varel menjelaskan sambil meraih tangan Vera yang tidak jauh berdiri darinya
" Sayang , kenalkan ,ini Silvia teman sekelas mas dulu waktu sekolah di SMA dulu " ucap Varel lagi mengenalkan Vera pada Silvia
" Kenalkan kak ,nama saya Vera " Ucap Vera menyalami Silvia sambil tersenyum ramah
" Saya Silvia " jawab Silvia sambil memperhatikan wajah Vera tanpa berkedip
' Tunangan Varel ini sangat cantik dan elegant sekali , begitu natural lagi wajahnya , pantas saja Varel mau menjemputnya jauh jauh ke London ' ucap Silvia di dalam hati
__ADS_1