
" Baiklah setelah mereka berangkat sebentar lagi kita bicarakan masalah ini, kita cari tempat yang bagus untuk berbulan madu" ucap Bara lagi sambil tersenyum
Tiga puluh menit kemudian, cara dan Varel keluar sambil menyeret koper kopernya menuju ke ruang tamu
" Wah kalian telah siap packing ya , mau berangkat sekarang ?" tanya Felly pada anak mantunya juga
" Iya ma , sebaiknya kita berangkat agak pagi biar cepat sampe di Jakarta dan bisa banyak waktu untuk istirahat , biar besok bisa fresh masuk kerja " jawab Varel menjelaskan
" Baiklah kalau begitu, baik-baik di jalan ya, dan jangan ngebut juga " ucap Felly lagi pada anak dan mantunya
" Iya ma , jangan khawatir, kita bawa mobilnya santai kok , kan ngak terburu waktu juga " jawab Varel lagi
" Baik lah kalau begitu , kami percaya pada mu nak " ucap Felly lagi
" Baiklah ,, semuanya , Varel masukan koper-koper ini ke mobil dulu ya ?" ucap Varel pamit sambil menyeret koper nya ke luar rumah dan meletakkannya di teras , Fito dan Bara juga ikut menyeret koper-koper tersebut ke teras
Varel lalu memajukan mobilnya yang parkir di samping rumah ke depan teras , lalu membuka pintu bagasi mobil dan memasukan koper-koper tersebut ke mobil dengan di bantu oleh Fito dan Bara juga
" Makasih ya pa , pi sudah bantu Varel memasukkan koper- kopernya ke mobil" ucap Varel pada kedua lelaki yang di sayangi dan di hormati nya itu
" Ya ,,sama-sama , selamat jalan ya , semoga selamat sampai di tujuan" ucap Fito sambil memeluk mantunya tersebut
" Aamiin,, makasih pa " ucap Varel lagi ,lalu berpindah memeluk papinya Bara
" Varel berangkat dulu ya Pi " ucap Varel pada papinya
" Iya,, hati-hati di jalan ya, ingat, jangan ngebut " ucap Bara menasehati Varel
" Iya pi, so pasti " ucap Varel
" Mami , mama , Varel berangkat dulu ya " ucap Varel sambil menyalami dan memeluk maminya Hanifah, dan juga menyalami Felly mama mertuanya
Vera juga menyalami Bara dan papanya dengan takzim mencium punggung tangan kedua lelaki yang sangat di sayang dan hormati itu , lalu Vera mendekati mama nya dan Hanifah yang berdiri bersebelahan
" Mama , Vera berangkat dulu, mama jaga kesehatan nya ya ,jangan sampai mama sakit lagi " ucap Vera menyalami mamanya dengan takzim lalu memeluk mamanya tersebut, lalu cipika dan cipiki mamanya
__ADS_1
Setelah itu Vera juga menyalami Hanifah ,mami mertuanya
" Mi, Vera berangkat dulu , mami dan papi juga jaga kesehatan nya " ucap pada maminya Varel ,lalu memeluk mertuanya tersebut dan cipika cipiki juga
Setelah acara pamitan, Vera dan Varel lalu masuk ke mobil , lalu pergi meninggalkan rumah orang tuanya
" Sekarang kita bahas masalah tiket paket bulan madu anak-anak kita, menurut kalian kemana sebaiknya mereka pergi berbulan madu ?" ucap Bara setelah masuk kembali ke rumah Fito dan duduk di ruang tamu
" Bagaimana kalau mereka berbulan madu ke Paris aja ?" ucap Fito mengusulkan
" Boleh juga tu " jawab Bara lagi
" Tapi kalau menurut Felly sebaiknya mereka berbulan madu ke Dubai aja gimana? sekarang kan lagi marak juga orang-orang berlibur di Dubai " ucap Felly mengusulkan
" Boleh juga tuh ma " ucap Fito lagi
" Bagaimana kalau mereka berbulan madu ke Korea?" tanya Hanifah mengusulkan
"Saya rasa ke Korea juga ok " jawab Fito lagi
Begitulah ,, mereka berembuk untuk menetapkan negara mana yang tepat untuk anak mereka pergi berbulan madu
" Stella , ke sini sebentar" ucap Marshcel di telpon
" Baik pak " jawab Stella di sebrang telpon
Tidak cukup lima menit Stella sudah berada di ruangan Marshcel
" Siang pak Marshcel, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Stella yang sudah berdiri di depan kerja Marshcel
" Begini Stella , jadwal meeting hari ini ,di tunda aja untuk besok, karena besok pak Levi sudah masuk bekerja lagi , kan lebih baik si bos sendiri yang menghadiri meeting tersebut, dan untuk hari ini saya akan mengerjakan dan memeriksa semua file-file ini , dan besok si bos tinggal tanda tangan aja " ucap Marshcel menjelaskan
" Baiklah kalau begitu pak, saya permisi dulu, saya akan susun ulang jadwal untuk hari ini dan seterusnya " jawab Stella pamit
" Baik, silahkan " jawab Marshcel sambil melanjutkan pekerjaannya
__ADS_1
Jarum jam di dinding ruang kerja Marshcel sudah menunjukan ke angka 12 siang
kruk kruk kruk terdengar bunyi perut Marshcel
' Pantes aja nih cacing di perut bernyanyi ris, udah jam dua belas rupanya ' ucap Marshcel di dalam hati sambil melirik ke jam tangan mahalnya yang sudang menunjukan jarum ke angka dua belas
" Sayang, makan siang yuk" ucap Marshcel pada kekasihnya Monica sambil menyusun file-file di atas meja kerjanya
" Makan di mana mas " jawab Monika di sebrang telpon
" Di rumah makan dekat kantor kita aja gimana?" jawab Marshcel lagi
" Baik mas , Nica duluan ke sana ya , ngak enak di lihat oleh kariawan kantor kita " jawab Monica lagi
" Ok ,,terserah sama kamu aja sayang, mas segera ke sana " ucap Marshcel lagi setelah itu mematikan telponnya
Marshcel lalu mencuci mukanya di kamar kecil yang ada ruangannya , setelah itu menyisir rambutnya, lalu kemudian turun ke bawah
Sementara Monica sudah sampai di depan rumah makan tersebut menunggu kedatangan Marshcel
" Hei sayang,, udah lama?" ucap Marshcel saat sudah sampai di depan Monica
" Hai juga , belum mas, barusan juga sampai " jawab Monika sambil tersenyum
" Yuk sayang " ucap Marshcel lagi sambil meraih tangan Monica lalu berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut, setelah memesan makanannya, Marshcel dan Monica duduk di pojok ruangan rumah makan tersebut menunggu pesanan mereka
" Sayang, besok si Bos dan kakak ipar sudah mulai bekerja" ucap Marshcel mengasih tau Monica
" Ouh iya ? cepat amat, apa mereka tidak pergi berbulan madu dulu?" tanya Monica penasaran
" Kayaknya mereka belum mempersiapkan diri untuk pergi berbulan madu, soalnya kan hari pernikahan mereka, dari tiga bulan di majukan menjadi satu bulan, karena itulah mereka cepat masuk bekerja" ucap Marshcel menjelaskan lagi
" Oh begitu ya rupanya " ucap Monica lagi sambil meangguk-anggukan kepalanya
" Iya sayang,,, dan mas mau Nica nanti balik dari sini suruh tukang kebersihan untuk membersihkan ruangan kerja kakak ipar , dan setelah itu mas mau Nica yang menata ruangan tersebut dengan rapi " ucap Marshcel pada kekasihnya itu , karena Marshcel tau hanya Monica yang pantas mendapat tugas itu
__ADS_1
" Baik mas , balik dari sini, Nica akan laku kan segera perintahnya mas, biar besok Bu Vera tinggal duduk manis melanjutkan pekerjaannya yang tertunda " jawab Monica lagi
" Nah gitu donk sayang, semakin cinta deh mas sama kamu " ucap Marshcel sambil mencubit pipi Monica dengan rasa gemesnya