
Setelah puas ngobrol membahas hubungan Marshcel dan Monica, akhirnya Varel dan Vera tertidur di pesawat ntah berapa lama , dan mereka terbangun saat merasakan perutnya sudah keroncongan minta di isi
" Cukup lama juga ya mas kita ketiduran, ada sekitar 7 jam kalau ngak salah " ucap Vera sambil memakan roti dan minum susu
" Iya sayang, itu lebih bagus, biar kita tidak jenuh dalam perjalan ini, sekarang isi perut kita sampai kenyang dulu, setelah itu lanjut tidur lagi, soalnya perjalanan kita masih panjang " ucap Varel lagi
" Iya mas, untung saja kita bawa bekal yang banyak , dan Vera rasa ini cukup kok sampai di bandara Swiss nanti " ucap Vera lagi setengah berbisik
Setelah mengisi perut dan ngobrol , akhirnya mereka tidur lagi, karena emang tidak ada yang bisa mereka lakukan selama di penerbangan
Sementara di kantor , Marshcel lagi sibuk bekerja mengurus pekerjaannya dan pekerjaan Varel juga
" Waduh,, kalau kerjaan begini banyak, saya akan minta tolong sama Aldo lagi ah ,, semoga saja dia bisa membantu saya untuk satu bulan ini " ucap Marshcel bicara sendiri, lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Aldo sahabatnya
" Hello ,,, Aldo kamu lagi di mana? " tanya Marshcel setelah panggilan terhubung
" Biasa ,, lagi di resto saya, ada apa ? tumben nelpon " jawab Aldo
" Langsung ke intinya saja Al, saya mau minta tolong lagi pada kamu" ucap Marshcel
" Minta tolong apa Cel? " tanya Aldo di sebrang telpon
" Begini ya Aldo, saya butuh tenaga kamu untuk membantu saya lagi bekerja di kantor saya , mau ya? tidak lama kok " ucap Marshcel berharap
" Bekerja di sana lagi? emang sepupu kamu ke mana?" tanya Aldo penasaran
" Sepupu saya lagi ke luar negri honeymoon sama istrinya " jawab Marshcel lagi
"Oh , pantesan kamu telpon saya " jawab Aldo sambil berfikir
__ADS_1
" Aldo tolongin ya? saya lebih percaya sama kamu, dan malas juga mencari yang lain, soalnya kerja kamu di sini dulu lumayan bagus, mau ya ? " ucap Marshcel lagi
" Baiklah Cel , saya akan bantu kamu, untung saja kamu itu sahabat saya , kalau bukan sahabat , saya tidak akan mau membantu " jawab Aldo lagi
" Ok,, terimakasih ya Al , saya tunggu kamu besok di kantor , lanjut lagi deh kerjanya " ucap Marshcel senang, lalu menutup telponnya
" Hmmm, syukurlah Aldo mau bantuin saya, kalau tidak, pasti rontok nih rambut mengerjakan pekerjaan banyak dan berat begini" ucap Marshcel bicara sendiri lalu melanjutkan pekerjaannya
Esoknya pagi-pagi Marshcel sudah sampai di kantor, lebih cepat dari awal , soalnya Marshcel akan membereskan ruangannya untuk di tempati oleh sahabatnya Aldo
" Selamat pagi pak Marshcel, tumben pagi-pagi sudah datang " sapa Stella saat bertemu di lobby sama-sama mau menuju ke lift untuk ke lantai dua puluh
" Iya nih, saya mau beres-beres barang di ruangan saya , karena mulai hari ini Aldo mau masuk kerja hari ini untuk membantu saya sampai pak Varel kembali honeymoon " jawab Marshcel menjelaskan
" Apa ? pak Varel pergi honeymoon ? kok saya ngak tau ya ? " ucap Stella kaget
" Ya bukan begitu juga bos, saya kan sekretarisnya , semua agenda kerjanya ada pada saya " jawab Stella ngeles
" Ngak ada salahnya juga dengan Agenda yang telah kamu buat, kan penggantinya sudah ada, lanjutkan saja " jawab Marshcel lagi sambil berjalan ke ruang kerjanya setelah mereka keluar dari lift saat sampai di lantai dua puluh
Stella juga langsung duduk di meja kerjanya main ponsel sebelum jam kerjanya masuk
Tok tok tok pintu ruang kerja Marshcel di ketuk dari luar
" Masuk " jawab Marshcel dari dalam
" Pagi Cel , maaf saya telat, karena tadi saya check resto saya dulu " ucap Aldo pada sahabatnya tersebut
" Ya ngak apa-apa Al , silahkan duduk , ini saya lagi beresin barang saya , karena ruangan ini akan kamu tempati " ucap Marshcel menjelaskan
__ADS_1
" Oh, mau saya bantu? " ucap Aldo lagi menawarkan bantuan
" Ngak usah Al , ini juga sudah beres kok, silahkan , selamat datang di kantor ini lagi dan selamat bekerja, saya akan kirim file yang akan kamu kerjakan hari ini " ucap Marshcel sambil menyalami Aldo lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
Sementara jauh di tempat lain , Varel dan Vera lagi menyantap makanan yang di suguhkan oleh pramugari , dan juga menyantap makanan yang dia bawa dari rumah kemaren
" Sayang,, dua jam lagi pesawat kita sudah sampai di bandar udara internasional Zurich Swiss , kita tidak usah tidur lagi sehabis makan ini " ucap Varel pada Vera
" Iya mas , dua jam sudah tidak lama lagi " jawab Vera lalu menghabiskan minumannya di botol kemasan , setelah selesai makan dan minum, Vera membersihkan semua sampah bekas makannya dan membuangnya ke tempat sampah yang telah di sediakan , lalu mengambil majalah dunia yang tersedia di depan tempat duduknya , begitu juga dengan Varel , juga ikut membaca majalah tersebut untuk mengusir jenuhnya duduk berlama-lama di pesawat tersebut
Para penumpang lain, juga sudah pada bangun dari tidurnya dan duduk sambil ngemil dan ngobrol santai setengah berbisik karena tidak mau menganggu kenyamanan orang-orang di sebelahnya
Satu setengah jam kemudian, lampu-lampu penerang di dalam pesawat pun sudah di nyalakan, tanda penerbangan mereka sudah hampir sampai di bandara yang di tuju, mereka semua bersiap- siap dengan membereskan barang bawaan mereka biar tidak ada yang ketinggalan
Varel dan Vera juga tidak ketinggalan membenahi barang bawaannya yang dia bawa naik ke pesawat tersebut
" Sayang , jaketnya saat turun tidak usah di buka ya, kelihatannya saat ini cuaca lagi mendung, pasti dingin saat sampai di Zurich nanti " ucap Varel pada Vera
" Baik mas ,Vera akan pake kok " jawab Vera sambil meregang ototnya yang pegel pegel duduk dua puluh delapan jam di pesawat
" Good evening to all passengers, please get ready, in fifteen minutes we will be landing at Zurich Switzerland International Airport, please fasten your seat belt, thank you
"Selamat sore pada para penumpang semuanya, mohon bersiap-siap, lima belas menit lagi kita akan mendarat di bandara international zurich swiss , mohon segera memasang sabuk pengamannya , terimakasih " bunyi radio monitor di pesawat mengasih informasi
" Alhamdullah ya Allah, akhirnya kita sampai juga di bandar udara internasional Zurich " ucap Varel dengan rasa syukurnya
" Mas ,, barang kita yang di bagasi atas ini belum di turunkan, nanti kelupaan loh" ucap Vera mengingatkan
" Insyaallah tidak akan lupa dek, kan semua orang pas pesawat sudah berhenti membuka bagasi nya hampir bersamaan " jawab Varel sambi mencubit pipi istri cantiknya tersebut
__ADS_1