Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 51 Di Pesawat


__ADS_3

" Mami ,, mulai hari ini , mami jangan menyebut di tante lagi donk sama Vera ,sebut mami juga juga donk , dia kan calon mantu kita " ucap Bara menegur istrinya dan pengen merubah panggilan di antara mereka



" Ya benar , mulai sekarang tidak ada diantara kalian yang memanggil kami ini om dan tante lagi , panggil lah menurut panggilan yang di ucap kan pasangan kalian , dengan ada nya status tunangan dan hubungan dekat kita selama ini maka kalian harus anggap kami orang tua kalian juga , dan panggil saya papa , Bara papi ,mama untuk Felly dan mami untuk Hanifah , mengerti ? ucap Fito pada calon suami istri itu menegaskan


" Ya pa , ya om , pa " ucap Varel hampir bersamaan dengan Vera


" Dan juga baru Kalian berdua , Vera dan Varel , sudah tidak ada lagi panggilan kakak dan adek ,kak Varel dan dek Vera , mulai hari ini Vera panggil Varel dengan sebutan Mas atau A'A , bisa ? ucap Bara papinya Varel menambahkan


" Ngerti pi " jawab Varel dan Vera bersamaan


" Nah , begitu donk, senang rasanya , sudah tidak ada jarak lagi dengan mengubah panggilan kalian " ucap mami Varel tersenyum manis sambil membelai rambut Vera calon mantu ke sayangannya


Vera hanya bisa diam dan tertunduk malu , masih kaku di perlakukan seperti itu oleh calon mertuanya , Felly memperhatikan tingkah anak gadis nya itu dengan tersenyum bahagia , bersyukur mendapatkan calon besan yang baik dan sudah dekat seperti keluarga dari zaman anaknya masih balita .


" Attention to the Passengers of the Iron Airline London Male Maldives aircraft, please get ready to immediately enter the door leading to your airfield "


" Perhatian pada para penumpang pesawat Iron Airline London dan Male Maldives , di harapkan bersiap siap untuk segera memasuki pintu menuju ke lapangan pesawat anda "


ucap operator suara di ruang tunggu tersebut


Para calon penumpang pesawat London Maldives itu pun segera mengemasi barang barang bawaan mereka , termasuk rombongan Bara


" Ingat barang barang kita yang akan di bawa ke pesawat mi , jangan ada yang ketinggalan di sini " ucap Varel mengingatkan maminya


" Iya sayang , ini bawaan mami sudah mami satukan , tinggal bawaan Varel juga , kalau mami semua yang bawa kan ngak bisa " jawab Hanifah maminya Varel


" Iya mi , bawaan Varel juga sudah nih , tinggal di angkat aja " jawab Varel sambil memasang jacketnya , takut jacketnya ketinggalan di ruang tunggu tersebut , begitu juga dengan yang lain , mama , papa Vera juga bara ikut memasang jaket mereka ,karena mereka akan melakukan perjalanan 10 jam lebih , pastilah sangat dingin di pesawat


Setelah pintu menuju ke lapangan pesawat terbuka , mereka pun langsung memasukinya dan terus berjalan di lorong menuju ke pintu pesawat yang akan memberangkatkan mereka ke Male Maldives



Rombongan Varel dan Vera telah masuk ke dalam pesawat dan langsung mencari tempat duduknya yang sesuai dengan tiket mereka


__ADS_1


Hanifah dan Bara duduk di bangku pesawat no 11 dan no 12 , bangu no 3 dari depan , Felly dan Fito duduk di deretan Bara dan Hanifah yaitu bangku no 9 dan no 10 , sementara Vera dan Varel di bangku 13 dan 14 , di belakang bangku Orang tua Vera



Setelah menaruh barang bawaannya di kabin pesawat dan juga di dekat tempat duduknya mereka semua mulai mengatur duduknya


" Vera bagaimana ? ngak apa apa dudu di belakang bersama Varel ? kalau Vera mau duduk sama mama di sini ,tukaran tempat duduk aja sama papa " ucap velly pada putri kesayangannya


" Ngak apa apa ma , Vera di sini aja , kan duduknya dekat di belakang mana juga " ucap Vera


" Baiklah sayang , kalau mau pindah ke depan nanti bilang ya sama mama ?" ucap Felly lagi


" Iya ma ,pasti " jawab Vera lagi


15 menit kemudian pintu pesawat telah tertutup , kemudian terdengar suara dari operator untuk segera memasak sabuk pengaman dan juga mematikan handphone nya masing masing



Pesawat mulai berjalan perlahan sementara pramugari masih memberikan pengarahan cara menggunakan fasilitas ke amanan di dalam pesawat , dan setelah itu pesawat pun take off atau lepas landas ,lampu lampu di pesawat pun mulai dimatikan dengan disisakan lampu kecil aja , semua penumpang ada yang mulai tidur , baca majalah dan ada juga yang ngobrol berbisik bisik .




Varel melihat tidur Vera kurang nyaman , karena kepalanya sering hampir terantuk ke dinding pesawat , lalu Varel meraih kepala wanita yang dia sayangi itu lalu merebahkan ke bahunya , kemudian dia pun ikut tertidur , begitu juga dengan orang tua mereka juga sudah tertidur dari tadi



3 jam kemudian Vera terbangun , mendapatkan kepalanya bersandar di bahu Varel , lalu Vera memperbaiki duduknya , Vera meraih paper bag yang dia taruh di samping tempat duduknya ,lalu mengeluarkan roti tawar yang sudah di kasih sekai dan air minum lalu memakannya karena perutnya memang sudah minta di isi , saat Vera asyik memakan roti tersebut ,Varel pun terbangun dari tidurnya



" Vera sudah bangun ? terus itu makan apa ? " tanya Varel sambil meregang otot tubuhnya yang agak terasa pegel



" Oh ini mas , Vera makan roti tawar selai , tadi Vera ke bangun karena merasa perut ini keroncongan , mas Varel mau " jawab Vera sambil menawarkan Varel roti yang dia makan

__ADS_1



" Boleh Ver , perut mas sudah mulai terasa lapar juga nih " jawab Varel



Vera pun mengambilkan Varel dua potong roti selai dan mengembara roti tersebut


" Ini mas , makanlah , dan ini air minumnya " ucap Vera menyodorkan roti dan air minum pada Varel


" Makasih ya sayang " ucap Varel sambil menerima roti dan air minum di tangan Vera , lalu langsung memakannya



" Enak banget rotinya , ini Vera beli apa di bikin ? tanya Varel sambil mengunyah roti tersebut


" Itu di beli mas , ngak sempat bikin juga soalnya , tadi Vera dan mama ada bikin otak otak udang , tapi itu di depan di tempat mama, mas mau ? ucap Vera dan menawarkan otak otak juga


" Mau sih , tapi tidak usah sekarang sayang , nanti aja , soalnya roti ini sudah cukup untuk mengganjal perut " jawab Varel lagi sambil memakan habis rotinya


" Baiklah mas , nanti kalau mau tinggal bilang ya " ucap Vera sambil tersenyum manis pada Varel


" Iya sayang , beres " jawab Varel sambil megenggam tangan Vera


Vera dan Varel pun ngobrol pelan setengah berbisik sambil sesekali tersenyum dan tertawa


Mendengar ada yang ngobrol di belakangnya , Felly mama Vera pun terbangun dari tidur nya , lalu melirik ke jam tangannya


' Ternyata saya sudah lebih 3 jam tertidur , lapar juga ni perut ' ucap Felly di dalam hati lalu melirik pada suaminya yang masih tertidur di sampingnya


" Pa ,, bangun pa " ucap Felly membangunkan suaminya , Fito pun mulai membuka matanya


" Ada apa mama membangunkan papa " tanya Fito pada istrinya sambil meregangkan otot tubuhnya


" Papa lapar ? " tanya Felly lagi pada suaminya


" Sedikit ma , mama sudah lapar ? " tanya Fito balik

__ADS_1


" Sudah pa , makanya mama bangunkan papa , tidak enak juga makan sendiri " jawab Felly


__ADS_2