
" Iya pak , terimakasih juga sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya " jawab Hanum sambil menyalami Varel
"Ya ,, sama sama, baiklah, maaf Bu Hanum saya mau pergi dulu , saya ada urusan kerja yang lain , jika masih ada yang mau di bicarakan , silah kan di bicarakan sama sekretaris saya aja " ucap Varel sambil berdiri lalu pergi dari ruangannya meninggalkan Hanum dan Stella sekretarisnya
" Maaf ya Bu Hanum , atasan saya orangnya emang sangat sibuk sekali , jadi apapun itu urusan ibu bilang kepada saya saja , nanti saya yang teruskan kepada bapak Levi " ucap Stella pada Hanum sopan , Stella sebenarnya tau , dari cara Hanum memandangi Bosnya , kelihatan sekali kalau dia menyukai Bosnya tersebut .
" Oh Begitu ya ? kalau boleh tau Bapak Levi itu sudah berkeluarga atau belum ya ?" tanya Hanum berani
" Oh itu , saya tidak tau pasti Bu , Pak Varel sampai sekarang katanya masih jomblo , tapi ngak tau juga sih , soalnya saya tidak mengurusi urusan pribadinya juga di sini " ucap Stella sedikit pedes sama Hanum
" Oh begitu ya , baiklah saya pamit dulu ya , selamat siang ?" Jawab Hanum kemudian berjalan keluar dari ruangan direktur utama itu
' Dasar perempuan ganjen ,baru pertama kali ketemu sudah berani tanya tanya pribadi si bos ' ucap Stella kesal di dalam hati
Sementara itu , setelah keluar dari ruangannya yang meninggalkan Hanum klien barunya bersama sekretarisnya Stella , Varel langsung masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai 15 menuju ruangan kerja Vera , sambil melirik jarum jam di tangannya
' Sudah hampir jam istirahat siang ' ucap Varel di dalam hati
Setelah sampai di depan pintu ruangan kerja Vera , Varel mengintip ruangan tersebut lewat dinding kaca di dekat pembatas ruangan tersebut
' Jam istirahat 10 menit lagi , mereka begitu fokus bekerja tanpa bicara sedikit pun , apa sebegitu banyak nya pekerjaan mereka hari ini ' ucap Varel di dalam hati heran melihat ke fokuskan bawahannya itu
Tanpa di ketahui oleh Vera dan Kariawan lain , Varel masih tetap berdiri di tempatnya menunggu jam istirahat kantor
10 menit kemudian Varel mendengar suara riuh dari ruangan arsitek tersebut
"Yes , akhirnya jam istirahat tiba juga , ayo makan enak " ucap Rehan dan karyawan lainnya dengan wajah yang sumbringah
Mereka pun berjalan meninggalkan ruangan kerja tersebut termasuk Vera dan monica tanpa menyadari kehadiran pemimpin mereka di sana
__ADS_1
Varel yang merasa aneh mengikuti rombongan itu dari belakang
Setelah sampai di sebuah rumah makan yang terletak bersebrangan dengan kantor tersebut , Vera dan rombongannya menuju ke ruangan yang telah di reservasinya terlebih dahulu
Sesampai di ruangan tersebut , para pelayan rumah makan tersebut segera menghidangkan menu makan siangnya di atas meja yang berukuran 6 meter itu
Varel menyaksikan semua itu , dengan geleng geleng kepala sambil berfikir bagaimana cara nya dia muncul di sana dan juga ikut makan bersama karyawannya tersebut tanpa melanggar janjinya dengan Vera
' Baiklah saya akan pura pura mau pesan makan siang juga ah dan gabung dengan mereka ' ucap Varel di dalam hati
Varel berjalan masuk ke ruangan dimana karyawannya akan makan siang bersama itu
" Selamat siang semua ,, tumben kalian berada di sini untuk makan siang ? biasanya kan selalu di kantin kantor ?" ucap Varel pada karyawannya tersebut
" Siang juga ,,bapak Levi ?" ucap Karyawan yang menjawab salam atasannya itu sambil menoleh pada suara sapaan tersebut
Mereka semua kaget ,termasuk juga Vera , tapi Vera hanya diam dan cuek saja
" Bo bo boleh pak ,silahkan gabung saja di sini , mumpung ada yang traktir kita " ucap salah satu karyawan wanita gugup lalu menundukkan kepalanya , takut pada pemimpinnya itu
" Ada yang traktir ? dalam rangka apa ya ?" ucap Varel penasaran lagi
" Itu pak , kita di traktir oleh Bu Vera dan Bu Monica karena rasa syukurnya telah naik jabatan dan membagi sedikit kebahagiaan nya dengan kami kami ini " ucap Rehan to the point
" Oh begitu , bagaimana Vera ? Monica ? saya boleh bergabung di sini ? " tanya Varel penuh harap ingin gabung dengan karyawannya itu
" Bagaimana Monica ?" Vera malah balik bertanya pada Monica
" Ya boleh lah , silahkan duduk pak , tapi kami disini pingin happy happy sebagai teman bukan sebagai karyawan kantor " ucap Monica pada Varel
" Iya ngak apa apa , silahkan , ini kan bukan jam kantor " ucap Varel mengerti maksud yang di utarakan Monica tersebut dan andai kan jam kantor juga Varel tidak akan berani melarang Vera untuk mengadakan acara seperti ini
__ADS_1
Varel mengambil tempat duduk di sebelah Vera dan Rehan yang lagi menunggu hidangannya siap di sajikan
Dengan ke datangan bos besar itu suasana yang riuh tadi mendadak menjadi kaku , Varel menyadari semua itu
" Teman teman semuanya , ini di luar jam kantor , kalian tidak usah takut atau kaku begitu dengan ada nya saya di sini , anggap saya teman di sini , jadi tidak usah kaku begitu" ucap Varel lagi menjelaskan Sabil tersenyum manis , hal pertama di lihat oleh karyawannya
Melihat sikap bos nya yang well come tersebut ,suasana mulai terasa hangat
" Hidangannya telah siap , ibu ibu dan bapak bapak , silahkan menyantap hidangannya " ucap salah satu pelayan rumah makan tersebut
Vera dan teman temannya pun segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk lalu segera menyantap nya , Varel juga melakukan hal yang sama
" Bagaimana rasa hidangannya pak ? enak tidak ?" ucap Vera pada Varel
" Enak kok , enak banget malah " jawab Varel senang , karena Vera mengajaknya bicara
Vera tersenyum melihat Varel yang makan seperti orang kelaparan
" Mas ,makannya santai aja , jangan buru buru begitu , nanti keselek loh " ucap Vera berbisik ke telinga Varel
Varel pun mendadak berhenti mengunyah , lalu memandang ke arah Vera , dan Vera pun menganggukkan kepalanya , setelah itu Varel pun mengubah cara makannya dengan elegant layaknya sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar
" Ayo teman teman , nambah lagi nasinya ,jangan malu malu " ucap Vera pada teman temannya
" Iya Vera , pasti nambah kok , jarang jarang juga kan makan gratis di rumah makan mewah yang masakannya enak banget begini " ucap Dewi sambil menyuap nasi ke mulutnya
" Iya , kamu benar Dewi , rugi banget kalau kita tidak nambah makan nya " ucap Lisa menambahkan
" Duh kalian ini , yang di bahas makan enak terus malu donk sama pak Levi " ucap Monica mengingatkan teman temannya
Mendadak Lisa dan Dewi pun diam dan menundukan kepalanya , merasa malu dengan ucapannya tadi
__ADS_1
" Kalian ngak usah malu pada saya , silahkan makan sepuasnya , santai aja , saya pribadi senang kok melihat kebahagiaan di wajah para karyawan saya hari ini " ucap Varel sambil tersenyum lagi , senyum yang tidak pernah di perlihatkan selama ini