Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 71 Makan Bareng


__ADS_3

" Iya pak , terimakasih juga sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya " jawab Hanum sambil menyalami Varel



"Ya ,, sama sama, baiklah, maaf Bu Hanum saya mau pergi dulu , saya ada urusan kerja yang lain , jika masih ada yang mau di bicarakan , silah kan di bicarakan sama sekretaris saya aja " ucap Varel sambil berdiri lalu pergi dari ruangannya meninggalkan Hanum dan Stella sekretarisnya



" Maaf ya Bu Hanum , atasan saya orangnya emang sangat sibuk sekali , jadi apapun itu urusan ibu bilang kepada saya saja , nanti saya yang teruskan kepada bapak Levi " ucap Stella pada Hanum sopan , Stella sebenarnya tau , dari cara Hanum memandangi Bosnya , kelihatan sekali kalau dia menyukai Bosnya tersebut .



" Oh Begitu ya ? kalau boleh tau Bapak Levi itu sudah berkeluarga atau belum ya ?" tanya Hanum berani



" Oh itu , saya tidak tau pasti Bu , Pak Varel sampai sekarang katanya masih jomblo , tapi ngak tau juga sih , soalnya saya tidak mengurusi urusan pribadinya juga di sini " ucap Stella sedikit pedes sama Hanum



" Oh begitu ya , baiklah saya pamit dulu ya , selamat siang ?" Jawab Hanum kemudian berjalan keluar dari ruangan direktur utama itu



' Dasar perempuan ganjen ,baru pertama kali ketemu sudah berani tanya tanya pribadi si bos ' ucap Stella kesal di dalam hati



Sementara itu , setelah keluar dari ruangannya yang meninggalkan Hanum klien barunya bersama sekretarisnya Stella , Varel langsung masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai 15 menuju ruangan kerja Vera , sambil melirik jarum jam di tangannya



' Sudah hampir jam istirahat siang ' ucap Varel di dalam hati



Setelah sampai di depan pintu ruangan kerja Vera , Varel mengintip ruangan tersebut lewat dinding kaca di dekat pembatas ruangan tersebut



' Jam istirahat 10 menit lagi , mereka begitu fokus bekerja tanpa bicara sedikit pun , apa sebegitu banyak nya pekerjaan mereka hari ini ' ucap Varel di dalam hati heran melihat ke fokuskan bawahannya itu



Tanpa di ketahui oleh Vera dan Kariawan lain , Varel masih tetap berdiri di tempatnya menunggu jam istirahat kantor



10 menit kemudian Varel mendengar suara riuh dari ruangan arsitek tersebut



"Yes , akhirnya jam istirahat tiba juga , ayo makan enak " ucap Rehan dan karyawan lainnya dengan wajah yang sumbringah



Mereka pun berjalan meninggalkan ruangan kerja tersebut termasuk Vera dan monica tanpa menyadari kehadiran pemimpin mereka di sana


__ADS_1


Varel yang merasa aneh mengikuti rombongan itu dari belakang



Setelah sampai di sebuah rumah makan yang terletak bersebrangan dengan kantor tersebut , Vera dan rombongannya menuju ke ruangan yang telah di reservasinya terlebih dahulu


Sesampai di ruangan tersebut , para pelayan rumah makan tersebut segera menghidangkan menu makan siangnya di atas meja yang berukuran 6 meter itu


Varel menyaksikan semua itu , dengan geleng geleng kepala sambil berfikir bagaimana cara nya dia muncul di sana dan juga ikut makan bersama karyawannya tersebut tanpa melanggar janjinya dengan Vera



' Baiklah saya akan pura pura mau pesan makan siang juga ah dan gabung dengan mereka ' ucap Varel di dalam hati



Varel berjalan masuk ke ruangan dimana karyawannya akan makan siang bersama itu



" Selamat siang semua ,, tumben kalian berada di sini untuk makan siang ? biasanya kan selalu di kantin kantor ?" ucap Varel pada karyawannya tersebut



" Siang juga ,,bapak Levi ?" ucap Karyawan yang menjawab salam atasannya itu sambil menoleh pada suara sapaan tersebut



Mereka semua kaget ,termasuk juga Vera , tapi Vera hanya diam dan cuek saja




" Bo bo boleh pak ,silahkan gabung saja di sini , mumpung ada yang traktir kita " ucap salah satu karyawan wanita gugup lalu menundukkan kepalanya , takut pada pemimpinnya itu



" Ada yang traktir ? dalam rangka apa ya ?" ucap Varel penasaran lagi



" Itu pak , kita di traktir oleh Bu Vera dan Bu Monica karena rasa syukurnya telah naik jabatan dan membagi sedikit kebahagiaan nya dengan kami kami ini " ucap Rehan to the point



" Oh begitu , bagaimana Vera ? Monica ? saya boleh bergabung di sini ? " tanya Varel penuh harap ingin gabung dengan karyawannya itu



" Bagaimana Monica ?" Vera malah balik bertanya pada Monica



" Ya boleh lah , silahkan duduk pak , tapi kami disini pingin happy happy sebagai teman bukan sebagai karyawan kantor " ucap Monica pada Varel



" Iya ngak apa apa , silahkan , ini kan bukan jam kantor " ucap Varel mengerti maksud yang di utarakan Monica tersebut dan andai kan jam kantor juga Varel tidak akan berani melarang Vera untuk mengadakan acara seperti ini

__ADS_1



Varel mengambil tempat duduk di sebelah Vera dan Rehan yang lagi menunggu hidangannya siap di sajikan



Dengan ke datangan bos besar itu suasana yang riuh tadi mendadak menjadi kaku , Varel menyadari semua itu



" Teman teman semuanya , ini di luar jam kantor , kalian tidak usah takut atau kaku begitu dengan ada nya saya di sini , anggap saya teman di sini , jadi tidak usah kaku begitu" ucap Varel lagi menjelaskan Sabil tersenyum manis , hal pertama di lihat oleh karyawannya



Melihat sikap bos nya yang well come tersebut ,suasana mulai terasa hangat



" Hidangannya telah siap , ibu ibu dan bapak bapak , silahkan menyantap hidangannya " ucap salah satu pelayan rumah makan tersebut



Vera dan teman temannya pun segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk lalu segera menyantap nya , Varel juga melakukan hal yang sama



" Bagaimana rasa hidangannya pak ? enak tidak ?" ucap Vera pada Varel



" Enak kok , enak banget malah " jawab Varel senang , karena Vera mengajaknya bicara



Vera tersenyum melihat Varel yang makan seperti orang kelaparan



" Mas ,makannya santai aja , jangan buru buru begitu , nanti keselek loh " ucap Vera berbisik ke telinga Varel



Varel pun mendadak berhenti mengunyah , lalu memandang ke arah Vera , dan Vera pun menganggukkan kepalanya , setelah itu Varel pun mengubah cara makannya dengan elegant layaknya sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar



" Ayo teman teman , nambah lagi nasinya ,jangan malu malu " ucap Vera pada teman temannya



" Iya Vera , pasti nambah kok , jarang jarang juga kan makan gratis di rumah makan mewah yang masakannya enak banget begini " ucap Dewi sambil menyuap nasi ke mulutnya



" Iya , kamu benar Dewi , rugi banget kalau kita tidak nambah makan nya " ucap Lisa menambahkan


" Duh kalian ini , yang di bahas makan enak terus malu donk sama pak Levi " ucap Monica mengingatkan teman temannya


Mendadak Lisa dan Dewi pun diam dan menundukan kepalanya , merasa malu dengan ucapannya tadi

__ADS_1


" Kalian ngak usah malu pada saya , silahkan makan sepuasnya , santai aja , saya pribadi senang kok melihat kebahagiaan di wajah para karyawan saya hari ini " ucap Varel sambil tersenyum lagi , senyum yang tidak pernah di perlihatkan selama ini


__ADS_2