Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 52 Menikmati Penerbangan


__ADS_3

" Ya baiklah , kita makan nasi aja , yang mama bawa dari rumah tadi " ucap suaminya


"Baiklah pa , bagaimana dengan mas bara dan Hanifah , kelihatan dia masih tidur , ngak enak juga membangunkan tidur mereka " ucap mama nya Vera


" Begitu ya , Vera bagaimana ? apa dia sudah makan ? " tanya Fito lagi pada istrinya


" Kalau makan , kayaknya belum sih pa , kan bekal nya ada di sini , di dekat kita , sementara di tempat Vera hanya ada roti - roti dan makanan kecil aja " ucap Felly menjelaskan pada suaminya


" Hmm kalau begit suruh Vera makan , Varel juga " ucap Fito pada istrinya


" Baik pa " ucap Felly sambil berdiri dan memutar badannya ke arah belakang tempat duduk nya dimana Vera dan Varel duduk


" Vera , Varel , kalian sudah lapar nak , yuk kita makan dulu " ucap Felly pada anak dan calon mantunya itu



" Baik ma tapi bagaimana dengan mami dan papi nya mas Varel ? " ucap Vera pada mamanya



" Kalau masalah itu mama ngak tau Ver , mama ngak enak hati bila membangunkan tidur mereka " ucap Felly pada Vera sambil melirik ke arah Varel calon mantunya


" Biar Varel yang bangun kan mami dan papi ma , Varel rasa sudah cukup istirahat nya dulu " ucap Varel pada Felly calon mertuanya sambil berdiri dan mendekati kedua orang tua nya yang duduk satu bangku di depan samping kirinya


" Pi , mami bangun yuk , Varel lapar ni " ucap Varel membangunkan kedua orang tuanya


Papi dan mami Varel membuka matanya setelah Varel membangunkannya , Bara lalu melirik jam tangan yang melingkar di tangannya


" Apa nak membangunkan kami " tanya mami Varel Sabil memperbaiki duduknya


" Mi dan papi sudah tidur 4 jam , sekarang yuk kita makan , itu mama Felly dan papa Fito sudah bangun juga untuk siap siap makan " ucap Varel pada kedua orang tua nya

__ADS_1


" Baiklah nak , mari kita makan " ucap Hanifah sambil mengeluarkan bekal makan siang yang dia persiapkan dari rumah tadi


" Yuk Hanifah kita makan siang yang menjelang sore ini " ucap Felly pada sahabatnya Hanifah sambil tersenyum



" Ayo , ini saya ada masak lauk tadi di rumah , silah kan Fel , di coba " ucap mami Varel menyodorkan kotak yang berisi lauk bikinannya tadi pagi pada Felly



" Ya Hani makasih " jawab Felly sambil mengambil sedikit lauk yang di sodorkan kepadanya , lalu mengambilkan juga sedikit buat suaminya


Felly juga mengambil Rendang Padang yang dia bikin Minggu lalu sebagai untuk cadangan lauknya yang dia simpan di kulkas , rendang Padang kan bisa awet tanpa bahan pengawet selama 2 atau tiga bulan tanpa berubah rasa ,dan hanya tinggal memanaskan sedikit saja , lalu menyerahkan pada Varel dan Vera


" Varel ,Vera ini lauknya dari mami dan ini rendang Padang dari mama " ucap Felly sambil menyodorkan dua kotak lauk pada anak dan calon mantunya


" Wah ,, ada rendang Padang " ucap Varel sambil mengambil menerima dua kotak lauk itu


Vera menolong mengambilkan dua macam lauk tersebut dan menaruhnya di atas kotak nasi Varel dan juga di atas nasinya


" Ya Varel , sama sama " ucap Felly menerima dua kotak lauk tersebut lalu mengambil juga sedikit untuk suami dan dirinya , lalu menyerahkan pada mami Varel


" Hanifah ini lauk nya , dan ini rendang dari saya , silahkan di coba juga ya ?" ucap Felly pada mami Varel


" Wah ada rendang Padang , kapan bikinnya nih ?" ucap Hanifah semangat melihat rendang yang di sodorkan oleh Felly sahabatnya


" Oh , ini saya bikin seminggu yang lalu , dan saya simpan di kulkas sebagai sambal cadangan saya , rendang kan awet berbulan bulan tanpa bahan pengawet " ucap Felly lagi


" Oh begitu ya , makasih ya Fel " ucap mami Varel menerima lauk lauk tersebut


Mereka makan siang di pesawat dengan tenang dan santai sambil menikmati perjalanannya ke Maldives yang hampir sudah separoh jalan

__ADS_1



Setelah mereka makan makan , mereka tidak lupa membersihkan sisa sisa makanan mereka seperti sedia kala dan kemudian duduk santai santai sambil mengobrol pelan - pelan biar tidak meganggu penumpang lain yang sedang tidur dan beristirahat



" Sayang sudah ngantuk ya ?" ucap Varel pada Vera calon istrinya


" Hmmm , sedikit mas " jawab Vera sambil membolak balikkan majalah yang tersedia di depan tempat duduknya


" Kalau Vera ngantuk tidur saja , sini sandaran aja pada bahunya mas Varel biar nyaman tidurnya " ucap Varel pada Vera


" Tapi kalau Vera sandaran begitu nanti bahunya mas Varel pegal atau kaku lagi " ucap Vera tidak enak hati pada Varel


" Mudah mudahan ngak apa apa sayang , yuk tidur istirahat lagi " ucap Varel sambil meraih kepala Vera lalu menyandarkan di bahunya , lalu Varel megenggam tangan Vera sambil menepuk nepuknya dengan pelan seperti mau menidurkan bayi


Akhirnya Vera tertidur di bahu Varel , Varel melirik ke wajah Vera ,lalu mencium kening wanita yang dia cintai dan sayangi itu dari kecil dulu


Varel dan Vera tertidur dengan pulas nya , sesekali kedua orang tua mereka melirik ke arah nya sambil tersenyum dan geleng geleng kepala , teringat dulu waktu masih umur dua atau tiga tahunan , Varel dan Vera sering tidur siang barengan di rumah , kadang di rumah Felly dan kadang di rumah Hanifah , mereka selalu tertidur saat sudah lelah bermain , dan setelah setelah berpisah belasan tahun , sekarang di umur 25 ini , mereka tidur bareng yang pertama nya lagi saat di pesawat setelah dulu itu



Ada rasa haru di hati kedua orang tuanya , saat memandang momen di hadapan nya ini



" Felly ,, Fito , tidak terasa mereka sudah besar ya , baru kemaren rasanya melihat mereka itu masih kecil dan belajar berjalan bersama sama , tidur siang sering bersama juga , sekarang sudah besar begitu anak semata wayang kita , bahkan sampai sekarang ,mereka masih saling menyayangi lagi , semoga nanti setelah menikah , rumah tangga mereka sakinah ,mawaddah dan warrahmah sampai akhir hayat mereka " ucap Bara sambil memandang anak anak yang di sayangnya itu lelap tertidur


" Aamiin ya Allah " jawab Fito dan Felly bersamaan , juga Hanifah .


Tidak lama berbincang - bincang dengan sahabatnya , Fito dan istrinya , juga Bara dan istrinya juga kembali tidur mengingat perjalanannya masih sekitar lima jam lagi

__ADS_1


Waktu pun berjalan dengan cepatnya , tidak terasa dua puluh menit lagi mereka sudah mendarat di pelabuhan Male Maldives setelah mendengar suara dari radio operator di pesawat tersebut untuk mempersiapkan diri ,karena sebentar lagi pesawat mereka akan landing di bandara internasional Male Maladewa atau Maldives


Lampu lampu di pesawat pun kembali di nyalakan ,dan para penumpang juga memasang sabuk pengamannya lagi


__ADS_2