
Setelah selesai memperbaiki posisi tidur istrinya, papa Vera kembali duduk ke sofa sambil membaca majalah model- model baju yang trend di bulan ini di London maupun di indonesia, papa Vera secara bergantian membolak balik beberapa majalah yang tersedia di atas meja tersebut.
Tidak terasa jarum jam di ruangan Felly itu sudah menunjukan ke angka 6:30 malam waktu setempat ,dan itu waktunya Vera dan papanya untuk makan malam, lima belas menit yang lalu papa Vera telah kembali dari membeli makan malam mereka
" Papa ayo makan , sudah jam setengah tujuh loh " seru Vera pada papanya sambil membukakan kotak makan malam tersebut dan menyerahkannya papa papanya
" Iya sayang , makasih " jawab papa Vera sambil menerima kotak makan malam tersebut.
Setelah itu Vera pun membuka kotak makan malam untuk dirinya sendiri
Vera dan papa nya menikmati makan malamnya dengan tanpa bicara.
Seperti biasa ,setelah makan , Vera pun membersihkan semua bekas makan mereka dari meja sofa tersebut, mama Vera sudah makan malam dari jam 5:30 sore tadi , karena mengikuti jam makan rumah sakit tersebut , setelah makan 15 menit kemudian mana Vera makan obat , dan seperti biasa , setelah makan obat , tidak lama kemudian , mama ya tertidur dengan pulas sekali
Sementara di rumah Varel , mami dan papinya sudah keluar dari kamar setelah beristirahat beberapa jam lamanya
" Mami,, papi,, sudah bangun ? yuk makan malam dulu, Varel sudah siapkan semuanya " ucap Varel saat melihat kedua orang tuanya keluar dari kamar .
" Ok Varel ,,yuk , perut kita juga sudah lapar kayaknya " ucap papi Varel sambil meraba perutnya
Varel, mami dan papi nya berjalan menuju ke ruangan makan
" Yuk mi ,Pi dimakan " ucap Varel sambil menyodorkan piring ke mami dan papi nya
" Wah ,, ini kamu yang masak Varel ? sepertinya rasanya enak nih " seru mami Varel sambil mencicipi masakan Varel
" Iya mi, Varel yang masak semuanya " jawab Varel sambil mengambil menuangkan air minum ke dalam gelas
Mereka pun lalu makan bersama dengan hikmat
__ADS_1
" Varel , sebenarnya kamu ke sini dalam rangka apa ?, apa ada tugas bisnis ke sini " tanya papi nya pura-pura tidak tau
Mami, papi, jujur ,sebenarnya Varel kesini untuk mencari Vera dan keluarganya, Varel tau hal ini saat Vera tiba-tiba risegn dari kantor kita karena mamanya masuk rumah sakit dan harus di rawat , Varel sungguh tidak menyangka kalau Vera berkerja di kantor kita tanpa Varel sadari , dan Vera itu adalah arsitektur yang paling handal di kantor kita, dan sebelum Vera risegn , kantor kita telah mendapatkan kontrak kerja untuk sebuah rumah sakit mewah dari rancangan gambar Vera itu , tau Vera risegn , Varel membuka data Vera di komputer, semenjak itulah Varel tau kalau Vera dan keluarganya tinggal di London .maafkan Varel mi ,mi yang belum sempat cerita pada mami dan papi karena terburu-buru berangkat ke London ini dan mencari Vera " ucap Varel menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya
" Oh ,, begitu rupanya ? terus apa Varel sudah menemukan Vera ?" Tanya maminya penasaran
" Sudah mi, Varel sudah menemukan Vera dan orang tuanya di sebuah rumah sakit" jawab Varel
" Alhamdulillah , terus sekarang bagaimana keadaan Felly ? " tanya mami Varel lagi dengan rasa penasaran
" Tante Felly sudah mulai sehat mi , kata dokter kemaren ,dalam waktu dua atau tiga hari ini,Tante Felly sudah boleh pulang " jawab Varel lagi dengan sinar mata yang berbinar-binar
" Oh syukurlah ya mama Vera telah mulai sehat ,mami senang mendengarnya " ucap maminya lagi
" Oh ya Varel , Fito papanya Vera apa kabarnya ?" kali ini papi Varel yang bertanya, karena tadi memberi waktu untuk istrinya bertanya lebih dulu
" Alhamdulillah kabar om Fito baik Pi " jawab Varel singkat
" Boleh mi ,, ayo ,jawab Varel senang ,karena hari ini dia belum sempat datang ke rumah sakit seperti biasa
" Kenapa terburu-buru mi , besok aja kenapa? " ucap Bara papinya Varel
" Besok iya juga pi, ngapain juga kita duduk diem di rumah, kan lebih baik kita ke rumah sakit besuk Felly, mami sudah kangen banget juga nih sama Felly " jawab mami Varel sambil berjalan ke kamar mengambil tas
Bara suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istrinya yang sudah tidak sabar pengen ketemu sama sahabatnya Felly
Mami Varel keluar dari kamar dengan tampilan lebih rapi , walaupun umurnya sudah kepala empat, tapi mami Varel tetap cantik bak seperti wanita umur 30 an , apa lagi dengan tubuhnya yang ramping itu, semua orang yang tidak tau bila melihatnya jalan berdua sama anaknya Varel , pasti lah akan mengira kalau Varel adalah adiknya
" Yuk Varel ,kita ke rumah sakit, dan papi yakin nih tidak mau ikut sama mami " seru mami Varel sambil berjalan ke arah pintu , dan di iringi oleh Varel dari belakang
__ADS_1
" Aish mami ini , enak aja mau ninggalin papi sendirian di rumah, di negara orang lagi, papi juga mau ikut lah " ucap papi Varel sambil berdiri dan langsung berjalan mengikuti istri dan anaknya ke luar rumah
Varel dan kedua orang tuanya naik ke mobil dan berangkat menuju ke rumah sakit , dan tidak sabar pengen ketemu sama keluarga Vera
Dalam waktu 30 menit mobil Varel sudah memasuki halaman parkir rumah sakit , mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit The Princess Grace Hospital tersebut, hati Hanifah dan Bara merasa deg degan membayangkan pertemuannya dengan keluarga Vera
Setelah sampai di depan pintu ruangan rawat inap Felly, Varel mengetuk pintu terlebih dahulu
Tok Tok Tok
" Please come in " terdengar suara wanita dari dalam
Varel pun mendorong knop pintu tersebut lalu masuk ke dalam ruangan rawat Felly .
" Assalamu'alaikum " salam Varel , mami dan papinya hampir bersamaan
Vera dan papa nya Fito terpaku melihat Varel datang bersama kedua orang tuanya
" Wa 'Alaikum salam , Bara, Hanifah ,Varel , ayo silah kan duduk " jawab papa Vera lalu menyalami Bara dan merangkulnya ,lalu papa Vera menyalami Hanifah dan Varel
Vera pun tidak lupa ikut menyalami mami dan papi Varel dengan mencium punggung tangan kedua orang tua Varel tersebut dengan rasa hormat
Mami Varel kemudian menatap wanita cantik yang menyalaminya
" Yuk tante ,om ,silahkan duduk " ucap Vera mempersilahkan kedua orang tua Varel untuk duduk
" Ini pasti Vera ya ?" jawab mami Varel sambil memandang wajah Vera dan memperhatikan Vera dari ujung rambut sampai ke ujung kaki
" i i iya tante, saya Vera " jawab Vera tersipu malu saat di pandangi mami Varel seperti itu
__ADS_1
" Wah ,, kamu sudah besar dan cantik sekali Vera " ucap mami Varel mengagumi kecantikan Vera yang alami dan luar biasa itu
" makasih Tante " ucap Vera tertunduk malu dengan pipi yang merona merah