
" Begini ya Fit , Felly , kemaren saya dan istri saya bincang - bincang masalah pernikahan anak - anak kita bersama kakek dan neneknya Varel , lalu Varel nimbrung di sana dan bilang sudah tidak sabar menunggu hari pernikahannya dengan Vera , ibu mengusulkan untuk mempercepat hari pernikahan anak - anak kita , takut mereka akan khilaf nanti bila berlama lama bertunangan , bagaimana menurut kalian ?" ucap Bara mengutarakan maksudnya pada calon besannya
" Oh begitu ya , terus kalau di percepat kapan sebaiknya mereka menikah ?" tanya Fito pada Bara
" Kata ibu sih sebulan setelah pertunangan ini " jawab Bara cepat
" Sebulan ? bagaimana ma ?" tanya Fito minta pertimbangan pada istrinya
" Mas Bara , sebulan apa cukup waktu untuk mempersiapkan sebuah pernikahan ? sebulan itu tidak lama loh mas, dan ingat mas Bara , mereka anak kita satu - satu nya loh" jawab Felly pada Bara
" Maaf ya Felly , bukannya mas memaksa ya , satu bulan mas rasa cukup kok untuk menyiapkan sebuah pernikahan besar dan mewah , yang penting kita harus kompak dan selalu kerja sama untuk menyelenggarakannya , dan saya akan kerahkan beberapa orang anak buah saya untuk membantu kita mengurusnya , kita hanya cukup mencari organizer yang berkelas dan mencari baju penganten nya aja , dan masalah baju penganten , saya rasa Fito sebagai pemilik butik sampai ke manca negara , pasti tau dimana tempat yang bagus untuk fitting baju pengantin bukan , dan tolong rekomendasikan nama - nana butik itu pada saya , dan secepatnya akan saya urus " ucap Fito menjelaskan
Felly dan Fito pun merenungkan ucapan Bara sahabatnya sekaligus calon besannya
" Baiklah kalau begitu Bar , saya terima usulan mu , kita kerja sama untuk menyelenggarakan pesta pernikahan anak kita ini satu bulan lagi , saya juga akan kerahkan anak buah saya untuk mengurus sesuatunya biar rencana baik ini cepat terlaksana " ucap Fito memutuskan
" Pa ,, mama takut waktunya tidak cukup " ucap Felly khawatir
" Kamu tenang aja Felly , setelah acara lamaran kita selesai , hari itu juga saya akan langsung memesan gedung pernikahannya , silahkan fikirkan konsep pernikahannya mau seperti apa , nanti saya sesuaikan dengan gedungnya " ucap bara menjelaskan
" Kalau begitu baiklah mas , mulai hari ini sampai sebulan ke depan kita harus kerja keras mempersiapkan pernikahan anak anak kita " ucap Felly mengalah dan menyerahkan semua pada dua kepala keluarga tersebut
" Mi , mami kok dari tadi diam aja , keluarkan juga donk pendapatnya " ucap Bara pada istrinya yang dari tadi hanya menyimak obrolannya
__ADS_1
" Mami terserah papi aja , dan menurut bagaimana baiknya saja , yang penting anak - anak kita bahagia " jawab mami Varel sambil tersenyum pada suami dan sahabatnya Felly
" Ok kalau begitu deal kan satu bulan ke depan ?" tanya Bara lagi
" Deal " jawab Felly , Fito dan Hanifah bersamaan
" Baik , kalau begitu mari kita cabut dari sini , terimakasih semuanya ya Fit ,Felly " ucap Bara sambil berdiri lalu menyalami sahabatnya Fito dan Felly , begitu juga dengan Hanifah ,juga menyalami mereka
Mereka pun keluar bersama sama dari resto Padang tersebut lalu masuk ke mobil mereka masing - masing sambil saling melambaikan tangannya
Ke esokan harinya , pagi pagi sekali suasana rumah Felly sudah rame dengan sanak saudaranya yang sudah datang dari Tasik , dan untuk keluarga Fito , karena jauh di Sumatra yang datang hanya paman dan istrinya saja , dan mereka bilang akan datang di hari pernikahan Vera aja nantinya
Jarum jam sudah menunjukkan di angka 9:45 menit, ruangan rumah Vera sudah tertata rapi dengan hamparan karpet permadani dari Turkey , juga sofa mewahnya dan tataan bunga -bunganya juga
Sementar di teras rumah Fito di temani oleh pamannya dan adik ipar saudara jauh Felly lagi menunggu ke datangan keluarga calon besannya yang lagi di jalan
Tepat jam 10:15 menit tiga mobil rombongan Bara sudah memasuki halaman rumah Vera , setelah berhenti merekapun satu persatu turun dari mobil tersebut
Semuanya , silahkan masuk ke dalam , Bara , Varel " ucap Fito mempersilahkan masuk rombongan calon besannya , Bara Varel dan rombongannya menyalami Fito dan Felly yang berpenampilan sangat cantik dan elegant , setelah itu masuk ke dalam rumah mewah tersebut , setelah semua rombongan masuk ke rumah , Fito ,Felly dan yang lainnya pun menyusul masuk ke dalam rumah
__ADS_1
" Semuanya silahkan duduk , dan untuk calon mantu kami silahkan duduk di kursi King dan Queen yang telah kamu sediakan " ucap Fito mengarahkan Varel untuk duduk di salah satu di sepasang kursi mewah yang berukiran emas dan sandaran yang menjulang tinggi tersebut , tampilan Varel begitu memukau dengan mengenakan kemeja putih dan jas silver branded nya , di tambah lagi dengan wajah tampannya yang luar biasa itu , Varel duduk di kursi tersebut sambil menyapu ruangan rumah mewah Vera dengan pangan matanya , mencari ke beradapan kekasihnya yang sudah dua hari tidak di lihatnya
' Vera di mana ya ? sudah tidak sabar nih pingin melihat wajah cantiknya ' ucap Varel di dalam hati
" Fit , acaranya bisa di mulai ? dan Vera nya mana ? kok saya tidak melihat nya ?" ucap Bara tidak sabaran
" Iya Bara , acaranya sudah bisa kok di mulai , dan Vera ada kok di dalam " jawab Fito sambil memberi kode pada Felly untuk membawa Vera keluar
Lima menit kemudian Vera keluar bersama mamanya Felly , berjalan di antara tamu-tamu yang terpukau melihat tampilannya yang cantik kayak bidadari itu
" Wah ternyata calon cucu mantu ku cantik sekali , cantik seperti bidadari " ucap ibunya Hanifah tak lepas memandangi sosok Vera , dan tamu yang lain pun juga berdecak kagum , termasuk Hanifah dan Bara , mereka melihat Vera sangat cantik sekali , andaikan bertemu di tempat lain , pastilah kedua orang tua Varel tidak akan mengenali Vera dengan berpenampilan seperti itu ,tidak di make up aja Vera sudah cantik bukan main , apa lagi di make up
Dan begitu juga Varel , dia terpana saat melihat Vera berjalan ke arahnya , dia merasa bermimpi melihat bidadari cantik sudah berdiri di hadapannya , dengan pelan Varel mencubit tangannya sendiri untuk memastikan apa dia sedang bermimpi atau tidak
" Aduh " teriak Varel tertahan merasa sakit dengan cubitannya sendiri lalu buru-buru merubah mimik wajahnya ke semula Tampa melepaskan pandangannya dari Vera
" Mas " ucap Vera sambil menyalami Varel dengan takzim mencium punggung tangannya
" Sayang , kamu cantik sekali , mas merasa bermimpi bertemu bidadari tadi ,setelah mas cubit tangan mas sendiri ternyata sakit , kamu luar biasa sayang , sungguh mas beruntung bisa mendapatkan hatimu " ucap Varel setengah berbisik saat Vera telah duduk di kursi Queen di sebelahnya
" Apaan sih mas , hari gini masih aja sempat menggombal " jawab Vera setengah berbisik
" Mas tidak mengombal sayang ,itu nya " jawab Varel ngotot
__ADS_1
" Ssssttt diam lah mas , acara akan segera di mulai " ucap Vera menyuruh Varel diam