Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 21 Penyesalan Varel


__ADS_3

Setelah kliennya menghilang di balik pintu, Levi memencet telpon untuk memanggil sekretarisnya Stella


" Stella, ke ruangan saya" kata lebih singkat di telpon


" Baik pak" terdengar suara di sebrang sana


Tak cukup dua menit  stella pun masuk ke ruangan Levi


" Duduk Stella " perintah Levi


Stella pun duduk di depan meja Levi


" Stella, tadi CEO  perusahaan Garuda Sakti telah tekan kontrak, ini proyek yang sangat besar menghabiskan dana triliunan, dan tentu dengan keuntungan yang tidak sedikit, untuk rasa terima kasih saya pada pemilik rancangan gambar  rumah sakit mewah tersebut, saya mau traktir dia makan "  kata Levi dengan nada bahagia dan penuh rasa syukur


"Kalau boleh tau kapan bapak mau traktir Rosa makan " tanya Stella pada Levi


" Siang ini " kata Levi singkat


" Baik pak, sebentar , saya telpon kepala  workshop lantai 15 dulu " kata Stella sambil melakukan panggilan di depan Levi


" Selamat siang ibu Marisa,  saya mau kabari kalau rancangan gambar Rosa  berhasil menghantarkan perusahaan kita ke tekan kotrak dengan klien kita, karena itu bapak Levi pengin mentraktir Rosa makan siang hari  ini sebagai ungkapan rasa  terima kasihnya " kata Stella  pada mantan  atasan Rosa


" Maaf Bu Stella, saya minta maaf , dua hari yang lalu Rosa telah resign dari perusahaan ini, di resign karena pingin merawat mamanya yang lagi sakit " kata Marisa menjelaskan di sebrang sana


" Baiklah kalau begitu,saya tutup telponnya dulu " kata Stella menutup telponnya


" Pak Levi, maaf Rosa 2 hari yang lalu mendadak resign dari kantor karena pengen merawat mamanya yang lagi sakit " kata Stella menjelaskan


Mendengar kabar itu Levi jadi kaget , dan merasa  kehilangan orang terbaik di kantornya


" Ouh ya , kalau boleh tau dimana Rosa tinggal , biar saya yang datangi rumahnya" kata Levi lagi


"  Saya tidak tau dimana dia tinggal pak, tapi coba kita lihat biodatanya yang tersimpan di kantor ini " kata Stella lagi


" Silahkan pake leptop saya saja " Levi yang merasa agak penasaran juga sama Rosa dan kepintarannya


Stella pun membuka biodata Kariawan kantor dan mencari nama Rosa , setelah menemukannya

__ADS_1


" Ini pak datanya" kata Stella menunjukkan data Rosa  pada Levi


"Kamu saja yang membacakan datanya untuk ku"  perintah  Levi lagi


" Baik pak


Nama:  Vera Rosalina Putri


Tamatan ;  University College London


Nama ibu Felly Rosalina


Nama ayah Fito Gunawan


Pernah tinggal di Jakarta dan Bandung


Saat ini tinggal di jalan kemanggi  Jakarta,,, "


mendadak ada yang merebut leptopnya


Mendengar nama Vera di sebut, Varel atau Levi langsung merebut leptopnya dari tangan Stella, lalu Levi membaca sendiri biodata Rosa sambil menyipitkan matanya, Levi membaca biodata itu berulang-ulang .


Stella yang melihat itu menjadi tak percaya dan berulang kali Stella mencubit tangga nya sendiri untuk memastikan dia lagi bermimpi atau tidak, bagaimana tidak, dia melihat bosnya yang super duper dingin dan tempramental kini menangis di hadapan leptopnya sambil membaca biodata Rosa.


" Stella saya mau menghubungi seseorang , silahkan meninggalkan ruangan ini " perintah Levi pada sekretarisnya


" Baik pak " jawab Stella singkat. Dan Stella pun keluar dari ruangan kerja Levi lalu menutup pintu ruangannya kembali


Setelah Stella menghilang dari pandangannya, Levi pun memencet telpon di atas meja kerjanya nya


" Marshcel , kamu ke ruangan saya segera " perintah Levi pada asisten atau sekretaris pribadinya


" Baik pak Levi " jawaban suara di sebrang sana


Tanpa menunggu lama pintu ruangan Levi di ketuk


Tok tok tok

__ADS_1


" Masuk " jawab Levi  cepat


Pintu pun terbuka , tampak Marshcel berjalan tergesa-gesa menuju meja kerja Levi


" Ada  apa pak Levi " tanya Marshcel penasaran


" Marshcel, kita terkecoh, ternyata orang yang kita cari- cari ternyata bekerja di kantor ini tanpa kita sadari " kata Levi mulai bercerita


" Ouh ya, di bagian mana ya pak dia bekerja " tanya Marshcel kaget


" Dia bekerja di workshop lantai 15, dan asal kamu tau, dia seorang arsitek jenius yang di handalkan di kantor saya ini, dan Minggu lalu ada klien yang memesan rancangan gambar rumah sakit mewah, dalam 2 hari Vera menyelesaikannya dengan sempurna lengkap dengan drafter yang mendeteil, dan  beberapa jam yang lalu saya sudah tekan kontrak dengan perusahaan Garuda Sakti mengerjakan proyek pembangunan rumah sakit mewah yang di rancang oleh Vera " lanjut Levi bercerita


Marshcel yang mendengar cerita atasannya tak henti- henti  berdecak kagum


" Wah hebat Vera nya bapak, terus kenapa pak Levi tidak tau itu rancangan  gambar Vera setelah menyeleksi semua gambar dari workshop lantai 15, bukan kah di setiap gambar ada namanya di salah satu sudut rancangannya  " tanya Marshcel  lagi


" Ya saya melihat inisial namanya VRP di sana, saya tidak pernah berfikir kalau itu nama Vera, karena dari awal saya memberikan tugas itu melewati Stella, saya sudah tanya terlebih dahulu siapa-siapa saja arsitek terbaik di perusahaan ini "   kata Levi menjeda ceritanya pada Marshcel, lalu meneguk air putih yang telah tersedia di mejanya


" Terus , siapa Arsitek yang terbaik di perusahaan ini " tanya Marshcel penasaran


" Stella bilang arsitek terbaik di perusahaan ini ada dua orang, yang pertama Rosa , yang kedua Rehan, tapi yang sering di pilih klien adalah rancangan gambar arsitek Rosa"  kata Levi melanjutkan ceritanya


" Loh kok Rosa sih, bukannya tadi Vera " tanya Marshcel bingung


" Yeah,, Rosa itu adalah Vera , disini semua  Kariawan memanggilnya Rosa , karena nama aslinya Vera Rosalina Putri atau inisial  VRP yang di rancangannya " jawab Levi lagi


" Wah bagus donk pak Levi, tanpa kita susah mencari- cari keberadaannya nya lagi ternyata dia sudah  ada di perusahaan ini" jawab Marshcel senang dengan cahaya mata yang berbinar-binar


" Sayangnya Vera sudah resign 2 hari yang lalu setelah menyerahkan rancangan gambarnya, alasannya mamanya Tante Felly dalam ke adaan sakit, sebagai anak satu-satunya, Vera pengen merawat mamanya dengan tangannya sendiri" cerita Levi lagi sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya


" Terus  apa yang harus saya lakukan selanjutnya pak Levi " tanya Marshcel pada atasan nya


" Cepat kamu datangi alamat rumahnya di jalan kemangi, cari informasi keadaan mamanya juga, dan segera laporkan pada saya hari ini juga sebelum jam 3 sore ini " perintah Levi pada sekretaris pribadinya


" Kalau begitu baiklah pak Levi, saya  jalan dulu" kata Marshcel lalu berlalu pergi  dari ruangan Levi.


Sepeninggal Marshcel bos muda dingin dan tampan itu menyandarkan kepala dan badannya duduk di kursi kebesarannya, lalu memegang kalung anggrek di dadanya

__ADS_1


' Vera ternyata kak Varel begitu bodoh dan tidak peka dengan inisial huruf di rancangan gambar mu, maaf kak Varel Vera ' kata batin Varel sambil mengusap- usap kalung anggreknya


__ADS_2