
'' Sayang,, mau sarapan di sin apa mau turun ke bawah? ''tanya Varel lagi
'' Terserah Sama Mas Varel aja, sarapan di bawa juga ngak masalah'' jawab Vera
'' Kalau mas sih lebih suka sarapan romantis berdua di sini aja sayang '' jawab Varel pada Vera
'' Ya ,, kalau begitu kita sarapan di sini aja'' jawab Vera lagi
'' Baik lah sayang, mas akan hubungi pihak hotei dulu ya'' ucap Varel sambil mencium pipi Vera dari belakang, lalu pergi meninggalkan istrinya tersebut untuk menghubungi pihak waiters hotel
Setelah itu Varel lalu kembali menghampiri Vera lagi
'' Di tunggu ya sayang, bentar lagi sarapannya datang '' ucap Varel sambil duduk di samping Vera
'' Mas , apa orang tua kita ada nelpon atau kasih kabar ?'' tanya Vera
'' Belum tuh sayang, dari semalam ponsel mereka semua pada tidak aktif, ngak tau juga tuh apa maksud mereka '' jawab Varel bicara apa adanya
'' Iya juga ya,, itu aneh sih menurut Vera dan tidak biasanya juga '' jawab Vera lagi
'' Kita positif thinking aja pada mereka ya sayang'' ucap Varel sambil megenggam kedua tangan istrinya tersebut
'' Iya mas, itu sudah pasti'' jawab Vera lagi
Tok tok tok pintu diketuk dari luar kamar
'' Bentar ya sayang, itu pasti pembawa sarapan kita '' ucap Varel sambil berjalan masuk ke kamarnya dan membukakan pintu
'' Selamat pagi tuan, ini sarapannya, mau di taruh di mana ?'' tanya waiters hotel tersebut dengan sopan
'' Langsung hidangkan ke balkon saja mas'' jawab Varel lagi
''Baik mas '' jawab petugas tersebut sambil mendorong troli makanannya ke arah balkon , lalu menyanyikannya di atas meja yang tidak begitu besar di sana
" Silahkan di cicipi tuan dan nyonya" ucap waiters tersebut sopan , setelah itu langsung pergi dari kamar hotel tersebut
__ADS_1
" Yuk Sarapan sayang " ucap Varel sambil duduk di samping Vera
" Iya mas " jawab Vera sambil meraih sarapan nya yang sudah di tata di piring
" Sayang,, habis ini kita mau kemana ? " tanya Varel lagi
" Kemana ya mas? emangnya kita berapa di Bandung ini " tanya Vera balik
" Cuti kerja kita satu Minggu sayang, karena waktu pernikahan kita di maju kan hanya satu bulan setelah lamaran, mas belum sempat memikirkan untuk berbulan madu kemana " ucap Varel menjelaskan
" Ngak apa-apa mas, Vera belum sempat berfikiran ke sana juga" jawab Vera lagi sambil menyuap sarapannya
" Baik, masalah bulan madu, setelah kita balik ke Jakarta nanti, kita buat rencananya " ucap Varel lagi
" Baik mas, ngak masalah" jawab Vera lagi
" Terus hari ini kita mau kemana? masa kita berdiam di kamar ini aja " ucap Varel lagi
" Terserah mas Varel mau kemana, Vera hanya menurut aja " jawab Vera lagi
" Kalau begitu bagaimana kalau kita nonton di bioskop aja? " usul Varel lagi
" Benar sayang ,,, kita dekat hanya di jam istirahat kantor aja, dan tidak pernah merasa kan rasa pacaran kayak pasangan lain yang bisa ke sana kemari berduaan " jawab Varel lagi, sadar kalau hubungannya dengan Vera sebelum menikah di kekang oleh waktu dan pekerjaan
" Hubungan dan kisah cinta kita sebelum menikah unik ya mas? tidak seperti hubungan percintaan kebanyakan orang " ucap Vera lagi
" Iya sayang , tapi sekarang, kita bisa pacaran sepuasnya setelah menikah, kita sudah punya banyak waktu untuk berdua an " jawab Varel lagi sambil menyasap secangkir tehnya
Mereka berdua pun sudah siap sarapan walaupun sambil ngobrol
Setelah itu Varel menghubungi waiters hotel untuk membereskan bekas sarapannya
Setelah semuanya di bersihkan, Vera dan Varel bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan , Vera berdandan dan memakai pakaian santai , dengan memakai sepatu cats , sangat cantik dan elegant sekali penampilan Vera
" Ayo mas , Vera sudah siap nih" ucap Vera sambil berjalan mendekati Varel yang lagi duduk bersandar di kepala tempat tidur sambil main ponsel menunggu istrinya dandan
__ADS_1
Varel lalu menyimpan ponselnya dan melirik pada istrinya tersebut
" Ya Allah sayang ,, kamu cantik banget, cantik seperti bidadari " ucap Varel mengagumi istrinya lalu meraih Vera ke pelukannya
" Ah ,, mas Varel berlebihan deh memujinya, Vera jadi malu " ucap Vera lagi
" Mas ngak berlebihan sayang, emang nyatanya istri mas ini sangat cantik sekali " ucap Varel lalu mencium bibir Vera dengan lembut, Vera tidak menolak dan membalasnya juga
" Udah ya mas yuk , kalau bermesraan terus kapan perginya " ucap Vera melepaskan diri dari pelukan suaminya yang sudah mulai nakal
" Habis ,,, kamu cantik banget deh sayang, bikin hati mas meleleh bila tidak bisa menyentuh kamu, mas merasa dirimu itu sudah menjadi candu buat mas " ucap Varel lagi sambil menaruh kepalanya di bahu Vera
" Udah ah mas, jangan Bucin begitu , ayo berangkat" ucap Vera sambil beranjak dari posisinya meninggalkan Varel , dan Varel hampir aja terjengkang karena Vera yang tiba-tiba berjalan menjauhnya
" Aduuh sayang ,,, kamu tega deh " ucap Varel manja sambil menyusul Vera ke pintu kamar hotel tersebut
" Habis mas sih, kayak tidak ada waktu lagi, kalau di biarkan ujung-ujung nya kita tidak jadi pergi, dan mas bercocok tanam lagi, kan itunya masih terasa sedikit ngilu mas " jawab Vera menjelaskan
" Iya deh sayang, maaf ,, habis ,,, " jawab Varel merenggut
" Udah ah, ayo " jawab Vera sambil keluar dari pintu kamar hotel , Varel pun menyusul setelah mengambil kartu card elektroniknya dan menutup pintu
Varel dan Vera jalan bergandengan sambil masuk ke lift untuk turun ke bawah ke menuju ke parkiran
Setelah mereka masuk ke mobil ,Varel pun menyalakan mesin mobil mewah tersebut, lalu pergi meninggalkan hotel tersebut
" Sayang coba hubungi mami atau mama lagi, hendphone mereka sudah aktif apa belum" ucap Varel lagi
" Baik mas " jawab Vera sambil menyalakan ponselnya yang mati dari kemaren dan telah di charger itu
Setelah ponsel tersebut menyala , begitu banyak pesan masuk mengucapkan selamat pada Vera , dan Tampa membacanya satu persatu, Vera lalu berpindah ke nomor kontak mamanya
" Assalamu'alaikum ma , kenapa nomor telpon mama, mami dan semua keluarga tidak aktif ?" tanya Vera begitu panggilannya tersambung
" Wa'alaikum salam sayang, ponsel mama dan papa tidak aktif dari kemaren karena kami tidak sempat charger nya, karena sibuk di acara pesta Vera kemaren, dan kedua orang tua Varel, mami rasa juga begitu " ucap Felly mamanya Vera menjelaskan
__ADS_1
" Tapi apa benar begitu ya ma , mama tidak bohong kan ?" tanya Vera lagi
" Iya sayang , untuk apa mama berbohong pada Vera , oh ya apa kabarnya Vera sana Varel hari ini ?" tanya mama Vera di sebrang sana