
" Boleh Mike , dia bekerja di sini ko " jawab Varel lagi
" Oh ya ? wah kalau begitu ayo ke ruang kerjanya" ucap Mike saking penasarannya pada wanita yang telah merubah hidup Varel selama ini
" Jangan sekarang Mike , jam istirahat kantor saja , biasanya dia dan teman temannya selalu makan ke kantin atau rumah makan di sebrang kantor ini " jawab Varel menjelaskan
" Loh ko sama teman teman nya ? tidak bersama kamu ?" tanya Mike merasa aneh
" Ya , Vera maunya bekerja disini profesional , tidak mau saya istimewakan sebagai wanita kesayangan saya " jawab Varel menjelaskan lagi
" Wah ,, wanita yang unik , kebanyakan wanita kalau bekerja di kantor kekasihnya ,pasti bersikap sombong dan besar kepala , Vera malah meminta sikap profesional dari kamu , salut saya sama Vera , dan semakin penasaran banget seperti apa sih orangnya " ucap Mike lagi
" Vera adalah gadis yang rendah hati , dan ramah lagi, dulu sikapnya sebelum bertemu dengan saya juga dingin dan tidak gampang bergaul , tapi sekarang setelah kita bertemu , sikap dingin nya itu sudah mulai hilang " jawab Varel sambil menghisap rokoknya dan menghembuskan asap keluar lewat mulutnya dengan perlahan dengan berbentuk lingkaran
" 10 menit lagi jam istirahat , yuk kita ke kantin , atau kira ajak Vera sekalian makan di rumah makan sebrang kantor ini ? " ajak Mike pada Varel
Varel pun berfikir sejenak , lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya ,lalu mencari kontak telpon bernama Kesayangan dan melakukan panggilan
" Sayang,,, makan siang di sebrang kantor yuk , ada teman atau sahabat mas yang mau kenal dengan mu " ucap Varel menelpon Vera
" Mas , ngak enak di lihat Kariawan nanti , mas datang aja ke kantin sebentar lagi , dan gabung saja dengan kita di sana , tapi mas harus ingat ,bilang sama sahabat mas untuk sembunyikan dulu status kita ok ? " ucap Vera di sebrang sana
" Baiklah kalau begitu sayang , tunggu mas di kantin ya " jawab Varel kemudian
" Iya mas , pasti Vera tunggu ko " ucap Vera lagi
Sepuluh menit kemudian Vera dan Monica sudah ada di kantin, juga ada Rehan di sana , Vera sengaja mengambil tempat duduk dipojok kantin tersebut, karen di bagian pojok agak sedikit terhalang dengan pajangan lemari atau rak
Baru 3 menit Vera dan teman temannya duduk, Varel dan Mike datang dan langsung bergabung duduk di samping Vera
__ADS_1
" Selamat siang semua ? boleh saya gabung di sini ?" ucap Varel pada Kariawan arsiteknya
" Siang juga pak" jawab Vera , Monica dan Rehan bersamaan sambil menoleh ke arah suara yang menyapa mereka
Monica dan Rehan kaget melihat pimpinan perusahaan itu tiba tiba sudah bergabung dan sudah duduk di dekat mereka
" Boleh kok pak , silahkan duduk " jawab Vera sambil tersenyum manis pada Varel
Varel pun membalas senyum Vera lalu duduk di sebelah Vera , begitu juga dengan Mike , dia juga mengambil tempat duduk di sebelah Varel sahabatnya
" Sudah pesan makanannya ? " tanya Varel pada Vera
" Belum pak " jawab Vera lagi
" Ok , biar saya yang pesankan " ucap Varel lalu memberi kode pada pemilik kantin
" Siapkan semua hidangan terpavorit di kantin ini , cepat ya , tidak pake lama " ucap Varel memerintahkan si pemilik kantin tersebut
" I i ya pak , mohon di tunggu, secepatnya akan saya siapkan , permisi " jawab pemilik kantin tersebut dengan kaki agak gemetaran , takut dan ngilu pada pemilik perusahaan dan sekaligus pemilik bangunan kantin tersebut yang sudah terkenal dengan sikap arogan dan tempramental nya
" Vera, ,, semuanya , kenalkan ini sahabat saya dari SMA , dan juga sama kuliah di Belanda dulu , nama nya Mike " ucap Varel mengenalkan Mike sahabat nya pada Vera , dan juga pada Monica dan Rehan , Varel tidak enak juga kalau hanya mengenalkan sahabatnya pada Vera saja, karena Monica dan Rehan ada di meja yang sama dengan Vera
Mike pun berjabat tangan dengan Monica , Rehan , dan terakhir dengan Vera sambil memperkenalkan dirinya
Pada saat berjabatan tangan dengan Vera , Mike begitu terpukau melihat kecantikan Vera yang luar biasa , kulit putih ,hidung mancung , dan rambut nya hitam dan bergelombang di ujung nya , tanpa polesan kosmetik , dan hanya memakai lipstik pink muda biar bibirnya kelihatan fresh dan tidak pucat , Mike terpaku dengan tampilan Vera yang elegant dengan pakaian tertutup tapi terkesan mewah, tidak seperti umumnya pakaian wanita karier lain yang kebanyakan kurang bahan
" Kenalan nya sudah kan ? yuk duduk " ucap Varel menyadarkan lamunan sahabatnya yang terpaku melihat kecantikan calon istrinya
" I i iya sudah " ucap Mike gugup lalu duduk kembali ,tapi tetap selalu curi pandang pada Vera
__ADS_1
' Ternya wanita yang bernama Vera ini sangat cantik sekali , bikin mata ini susah di alihkan pandangannya, pantes aja Varel sebegitu mencintainya dan mau mencarinya sampai ke luar negri , selain cantik juga Arsitek jenius lagi ' ucap Mike bicara di dalam hatinya
Tidak lama kemudian , pesanan Varel pun sudah siap di hidangan
" Silahkan di santap pak , hidangannya sudah lengkap semuanya " ucap pemilik kantin tersebut dengan hormat
" Mereka pun lalu makan dengan hikmat tanpa banyak bicara , Monica dan Rehan tampak makan tanpa bicara , kaku dan takut juga karena ada pimpinan dan sahabatnya makan di meja yang sama dengannya
Varel dan Mike makan sambil ngobrol santai , dan Vera hanya bisa senyum saat Varel memujinya pada Mike
Vera ,, tambah lagi donk nasinya , jangan malu pada si make ini , anggap dia kakak atau teman juga " ucap Varel pada Vera
" Iya mas , tadi Vera udah nambah kok nasinya ,nasi nya mas tuh yang harus nambah " ucap Vera sambil tersenyum
" iya ya , Vera tolongin ya nambahin nasinya mas " ucap Varel menggoda Vera
Tanpa banyak bicara , Vera menambahkan nasi ke piring Varel dan juga menambahkan lauknya juga
" Makasih ya sayang " ucap Varel keceplosan karena senang di layani Vera makan
" Iya pak sama sama " jawab Vera tersenyum merubah panggilannya dari mas menjadi pak lagi
" Cie cieee ,,so sweet ,, ada yang malu malu juga tuh" seru Mike menggoda Vera dan Varel
" Mike , kamu bisa diam tidak ? mau saya sumbat mulut kamu pake kertas tisu ini ?" ucap Varel pada Mike tegas .
Varel tidak mau bila Mike menggoda dirinya dan Vera di depan kariawannya ,karena godaan itu bisa mendatangkan gosip yang tidak enak di kantornya , itulah sebabnya Vera membatasi dirinya dengan Varel dengan sebuah sikap profesional
" Maaf maaf , saya lupa ini masih di kantor , dan ada Kariawan kamu yang lainnya juga " ucap Mike menyadari kesalahannya
" Buat kamu Monica dan Rehan , saya mau apa yang kalian lihat dan dengar di sini hari ini , tidak akan menjadi gosip di kantor atau dimana saja , dan andaikan saya mendengar gosip yang bukan bukan tentang kami, saya akan pecat kalian tanpa pesangon dan saya akan blacklist lapangan kerja kalian di kantor mana pun di Indonesia ini ,mengerti ?" ucap Varel tegas pada dua Kariawan yang merupakan sahabat Vera ini
__ADS_1
" Mengerti pak , Bu Vera adalah sahabat kami , tidak mungkin kami menggosipkan , apalagi menggosipkan bapak juga , percaya sama kami " jawab Monica menjelaskan