
Tidak beberapa jam kemudian handphone Levi berdering, Levi buru melihat panggilan dari siapa , Marshcel nama yang tertera di sana, buru buru Levi menerima telponnya
" Ya , ada kabar apa ,cepat bilang " kata Levi tak sabaran
" Rumah yang di tempati Vera di jalan Kemangi kosong pak Levi, menurut cerita dari tetangga nya, itu adalah rumah yang di kontrak oleh Vera atau Rosa,
Vera tinggal sendirian disana, tapi sekali 3 bulan Vera selalu di kunjungi oleh kedua orang tuanya, tetangga bilang sih orang tua Vera tinggal di luar negri " kata Marshcel di sebrang sana memberikan laporannya yang panjang lebar
Apa kamu tidak bertanya pada mereka , orang tua Vera tinggal di negara mana" tanya Levi lagi
"Mereka tidak tau di negara mana orang tua Vera tinggal, mereka taunya di luar negri saja " jawab Marshcel di sebrang sana
" Baiklah, kamu balik ke kantor sekarang juga, tidak pake lama " Levi memberikan perintah
" Baik pak, saya akan segera kembali" jawab Marshcel di sebrang sana
Levi pun mematikan panggilannya , lalu duduk di kursi kebesaran sambil memikirkan keberadaan Vera. Kemudian Levi pun mengeluarkan handphone nya lagi dan mencari nama Mike.
Panggilan pun berlangsung, tapi Mike tidak ne angkat telpon Levi
" Lagi ngapain sih kamu Mike , lagi penting di telpon tidak di angkat-angkat " Levi bersungut-sungut kesal pada Mike temannya
Baru saja Levi akan mengulangi panggilannya lagi, handphone nya berdering, panggilan masuk dari Mike.
Levi buru- buru menerima panggilan itu
" Halo Varel , maaf barusan saya lagi di toilet, ada apa " tanya Mike
" Apa kamu sudah dapat informasi keberadaan Vera wanita yang saya cari-cari itu" tanya Levi tanpa basa basi
" Maaf Varel ,belum dapat sama sekali " jawab Mike
"Aah payah kamu Mike " kata Levi lagi
" Terus pencarian kamu bagaimana, apa masih tetap sama " tanya Mike lagi
" Sebenarnya kemaren- kemaren Vera sudah berada di depan hidung saya , saya saja yang bodoh dan tidak peka" kata Varel curhat sama Mike
" Ouh ya , kok bisa " tanya Mike kaget mendengar kabar barusan
" Ya bisa lah , Vera sudah jauh lebih lama dengan saya bekerja di kantor saya, bahkan dia adalah arsitek andalan di kantor , gambar rancangan nya selalu terpilih di setiap kontrak kerja ,di kantor PALEVERPRAS COP dan seminggu yang lalu ada klien saya yang juga minta di buatkan gambar rancangan rumah sakit mewah, dan kamu tau gambar siapa yang dia pilih, itu gambarnya Vera yang begitu cantik, berkharisma dan unik, juga lengkap dengan drafter mendetaeilnya, hanya arsitek jenius yang bisa melakukan hal itu " kata Varel panjang lebar cerita pada Mike
" Wah , saya jadi penasaran juga nih, kayak apa sih wajahnya Vera mu yang jenius itu sekarang" tanya Mike kagum
__ADS_1
" Tidak tau " jawab Varel cepat seperti orang bodoh
" Apa ? Kama tidak tau wajah Vera yang sekarang, katanya dia sudah lumayan lama bekerja di sini, pasti donk ada foto- foto Vera bersama teman- teman kerjanya " kata Mike lagi
" Masyaallah, kenapa saya bisa mendadak bodoh begini ya, kenapa saya tidak kepikiran ke sana" kata Varel dengan wajah bodohnya
Tiba tiba Varel pun punya ide untuk mencari foto Vera sekarang dari karyawannya di lantai 15.
Dengan gerakan cepat Varel langsung berdiri dari tempat duduknya
" Mike ,,saya ke workshop arsitektur di lantai 15 dulu, saya akan coba cari foto Vera di sana, siapa tau salah satu Kariawan ada yang berfoto dengan Vera " kata Varel dengan semangat sambil
berjalan cepat menuju pintu keluar, dan menutup panggilannya dengan Mike.
Saat Levi keluar dari pintu ruangan kerjanya, Levi berpapasan dengan Marshcel yang hendak masuk keruangan kerjanya.
" Kebetulan kamu cepat datang Marshcel , ayuuk ikuti saya ke workshop lantai 15 ,saya akan mencari informasi langsung dari sana " kata Varel sambil berjalan dengan tergesa- gesa menuju pintu lift dan masuk kedalam, lalu turun menuju lantai 15 .
Tanpa banyak bicara Marshcel pun mengikuti big bos nya dari belakang sambil geleng-geleng kepala
Tidak membutuhkan waktu lama , Varel dan Marshcel sudah sampai di depan pintu workshop dan langsung mendorongnya dengan kasar, lalu langsung masuk ke dalam ruangan tersebut
Melihat kedatangan pemimpin baru mereka bersama asisten pribadinya yang juga terkenal dingin itu , semua kariawan yang ada di ruangan itu duduk diam terpaku sambil menundukkan wajahnya
" Mana atasan kalian " tanya Levi dingin dan tegas
" Dengar semuanya, saya kesini mencari sesuatu, siapa di antara kalian teman dekat Rosa " tanya Varel sambil memberi tatapan tajam pada semua Kariawan lantai 15
" Teman terdekat Rosa Monica dan Rehan pak " jawab salah satu Kariawan
"Mana yang nama Rehan dan Monica , maju sini " perintah Levi
Marshcel yang berdiri di samping Varel hanya diam sambil memperhatikan semua Kariawan
Kemudian tampak dua orang berjalan dengan takut-takut mendekati Varel
"Benar kalian teman dekat nya Rosa " tanya Varel sambil menatap tajam
" Iya pak " jawab mereka bersamaan
" Semuanya dengar baik-baik, Saya ke sini untuk mencari tau lebih banyak hal dari kalian tentang Vera Rosalina Putri, dan juga siapa di antara kalian yang punya foto Vera Rosalina Putri , Vera atau Rosa adalah wanita teman masa kecil saya yang terpisah 14 tahun yang lalu, dan saya telah mencari kemanapun selama ini, dan saya juga tidak pernah tau kalau Rosa itu adalah Vera orang yang saya maksud " tanya Varel panjang lebar tanpa basa basi lagi
Semua Kariawan di lantai 15 itu mendadak heboh dan brisik sekali setelan mendengar cerita pemimpin PALEVERPRAST COP
__ADS_1
" jadi siapa di antara kalian disini yang punya foto nya Vera , tolong perlihatkan pada saya " kata Levi lagi
Semua Kariawan lantai 15 termasuk atasan mereka Marisa , membuka galeri handphone mereka untuk mencari-cari foto Vera atau Rosa
" Ini saya punya dua" kata Monica tiba-tiba
Varel yang mendengar ucapan Monica barusan langsung berjalan mendekati Monica
" Mana , coba sini lihat" kata Varel lagi
" Ini pak , ini foto saya berdua dengan Vera belum lama ini , dan ini foto saat kami turun kelapangan salah satu proyek di daerah Gresik " kata Monica menjelaskan
" Monica , ini nomor handphone saya, tolong kirim fotonya ke saya" perintah Varel
" Baik pak Levi " jawab Monica sambil menyalin no handphone Varel dan mengirim kedua foto tadi
" Dan yang lain , apa masih ada foto Rosa lagi" tanya Varel
Semua Kariawan menggelengkan kepala sebagai tanda kalau mereka tidak ada yang menyimpan foto Vera
Ternyata hanya Monica yang ada menyimpan foto Vera
Setelah handphone Varel bunyi tanda ada pesan 2 buah foto masuk , Varel dan Monica pun merasa lega
"Oh ya Monica , apa kamu punya nomor handphone Vera " tanya Varel tiba-tiba
" Punya pak, tapi saat ini tidak aktif " kata Monica lagi
" Tak apa-apa , kirim nomor handphone Vera ke saya sekarang " perintah Levi lagi
" Baik pak " jawab Monica sambil mengirimkan nomor handphone Vera pada Levi
" Sudah terkirim pak" jawab Monica lagi
" Ok , terimakasi ,Ouh ya Monica, satu hal lagi, kamu tau tidak dimana orang tua Vera saat ini " tanya Varel lagi pada Monica
" Tau pak , orang tua Vera tinggal di London saat ini " jawab Monica lagi
" Oke terimakasih Monica, saya janji pada mu, kalau saya menemukan Vera , jabatan kamu di kantor ini akan saya naik kan " kata Varel dengan tersenyum tipis
" Aamiiin , terimakasi pak Levi " kata Monica dengan sembringah , senang mendengar bos nya berjanji akan menaikkan jabatannya
__ADS_1
Haii,, selamat sore pencinta Varel dan Vera, author mohon bantuannya donk untuk suport di komentar dan juga like nya , biar author tambah semangat dan ceritanya tambah asyik ...Ok 👍
Wassalam