
" Lah iya donk , di Indonesia ini butiq nya bertebaran di mana mana , dan di London juga , brand nya sudah terkenal di sana , sudah termasuk kelas atas juga di luar negri sana
" ucap Marshcel bercerita tentan usaha keluarga Vera atau Rosa tersebut
" Oh begitu ya , pasti nanti bukan sembarang lelaki yang akan mempersuntingnya nanti ,dan sungguh beruntung sekali lelaki yang mempersunting Rosa , sudah cantik , kata raya lagi" ucap Stella kagum
" Benar yang kamu bilang itu Stella , kita lihat aja nanti siapa lelaki yang beruntung itu " ucap Marshcel yang sebenarnya sudah tau kalau Varel sepupunya lah lelaki yang beruntung itu
" Baiklah kalau begitu pak , saya kembali ke meja saya dulu , mau menyiapkan jadwal untuk besok " ucap Stella pamit kembali untuk bekerja
" Ya silahkan " jawab Marshcel sambil meraih file file di depannya lalu membukanya satu persatu
" Pi , mi , tadi Varel dari rumah Vera , mama Felly bilang suruh mami dan papi datang ke rumahnya besok atau lusa" ucap Varel menyampaikan pesan mamanya Vera
" Oh ,kalau begitu kita ke rumah Felly besok aja ya Pi" ucap Hanifah pada suaminya
" Iya mi , kita kesana agak sore an aja , soalnya siang nya papi ada urusan mau bertemu sama klien papi yang di Surabaya " ucap papi nya Varel
" Iya Pi , ngak apa - apa " jawab Hanifah pada suaminya
" Ouh iya Varel , kapan kamu mulai masuk kerja ?" tanya Bara pada putranya
" Insyaallah besok Pi , Vera juga mau bekerja lagi di kantor kita mulai besok " jawab Varel memberi tau orang tuanya
" Vera bekerja lagi ? kenapa kamu biarkan nak ? bukan kah sebentar lagi kita akan menggelar lamaran dan langsung meresmikan pertunangan kalian ? " ucap Bara
__ADS_1
" Ya ngak apa apa lah Pi , Vera yang minta mau bekerja lagi , katanya dari pada suntuk di rumah ngak ngerjain apa apa, kan lebih baik bekerja , dan lagi Vera juga tidak mau meninggalkan yang sudah menjadi hobi menggambar dan merancang nya itu , biarlah Vera bekerja Pi , toh dia bekerja di kantor kita juga kok ,Varel bisa menjaganya setiap hari, dan jika Varel tidak terima Vera kerja lagi di kantor , terus kalau dia kerja di kantor lain , gimana ? kita sendiri yang susah dan rugi Pi , kan papi sendiri tau otak jenius Vera tersebut , lulusan luar negri lagi , kantor mana pun pasti mau menerima Vera kerja di kantor nya " ucap Varel pada papinya menjelaskan dengan panjang lebar
" Betul juga apa yang kamu bilang nak , pokoknya papi mau Varel menjaga Vera dengan baik , dan ingat jangan biarkan Vera sampai lelah bekerja , nanti dia bisa sakit loh " ucap Papi Varel mewanti wanti putra semata wayangnya itu
" Iya Pi , Vera besok Varel angkat menjadi Menajer di workshop , dan sahabatnya bernama Monica jadi sekretarisnya , di samping jadi manajer Vera juga bisa meneruskan rutinitasnya sebagai arsitek " ucap Varel memberi tau papinya
" Loh kok jadi manajer ? dia kan perancang bangunan Varel " ucap Bara tidak faham
" Begini Pi , sebenarnya sebelum Varel ke London , Varel sudah janji pada Monica akan menaikan jabatannya bila Varel bisa menemukan Vera , itu semua atas bantuan nya , karena Monica itu adalah sahabatnya Vera di kantor , dan sekarang tidak mungkin juga kan Varel menaikan jabatannya menjadi Menajer ? sementara Vera jadi stafnya ,ngak banget lah kan Pi ? masa calon nyonya Bos jadi staf nya Monica ?" ucap Varel menjelaskan pada papinya
" Ya , terserah sama kamu lah , pokoknya kamu jaga Vera dan jangan bikin dia capek bekerja " ucap Bara lagi pada anaknya itu
" Iya Pi baiklah , kalau begitu Varel ke kamar untuk istirahat dulu Pi , mi" ucap Varel pamit dari hadapan kedua orang tuanya
" Selamat pagi pak , selamat pagi pak " begitulah sapaan dari para karyawan - karyawan di kantor Paleverprast COP menyapa pemimpinnya tersebut
" Cel ,Vera sudah sampai apa belum ya ? " tanya Varel tidak sabaran
" Mana saya tau , kita kan sama sama datang dari rumah , tunggu saja sebentar lagi " jawab Marshcel tersenyum mengerti akan perasaan sepupu merangkap bos nya itu
Pintu lift di lantai 20 pun terbuka , Varel dan Marshcel keluar dari lemari besi tersebut ,lalu berjalan menuju ke ruangan direktur utama , dan saat di depan pintu ruangan tersebut Stella kelihatan sedang duduk main handphone sambil menunggu jam kerja di mulai
" Selamat pagi pak Levi , selamat pagi juga pak Marshcel " sapa Stella pada kedua petinggi perusahaan itu
" Pagi juga Stella , oh ya ,apa kamu tau Rosa sudah datang apa belum ?" tanya Varel langsung pada Stella
__ADS_1
" Maaf pak , saya tidak tau , karena dari bawah saya langsung ke sini " jawab Stella
" Ok baiklah " ucap Varel lalu masuk ke ruangannya , Marshcel pun mengikutinya dari belakang ikut masuk ke ruangan Varel
" Cel , hari ini sekitar jam sembilan , kamu kumpulkan semua karyawan untuk mengumumkan dan meresmikan pengangkatan Vera menjadi Menajer di workshop dan Monica menjadi sekretarisnya , sementara Marisa akan di pindahkan menjadi pengawas kontruksi proyek" ucap Varel memberi perintah pada sepupunya Marshcel
" Bos , apa itu tidak terlalu tergesa gesa pengangkatan Vera dan monica ? soalnya Vera kan baru saja masuk kerja juga hari ini , masa hari pertama masuk kerja langsung di angkat jadi Menajer ? " ucap Marshcel pada Varel memberikan pendapatnya
" Emang iya tergesa gesa , tapi apa masalahnya ?" jawab Varel dengan wajah datar nya
" Iya kan ngak enak sama karyawan lain juga bos " jawab Marshcel pelan
" Cel , kenapa juga saya harus merasa tidak enak ? ini kantor saya , terserah saya juga donk mau mengangkat siapa , dan lagi satu hal yang harus kamu ingat , otak Vera sangat di butuhkan di sini , kamu tau itu dari dulu kan ? , dan lagi ya perlu kamu tau , papi dan mami sudah tau kok , saya sudah membicarakan hal ini dengan mereka semalam " ucap Varel lagi sedikit memberi penjelasan sana Marshcel sepupunya itu
" Baiklah kalau begitu , saya akan lakukan apa yang telah kamu perintahkan tadi" ucap Marshcel lagi
Setelah itu Varel mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mencari nama Vera lalu melakukan panggilannya
" Assalamu' Alaikum , Vera mas sudah berada di kantor sekarang , Vera jadikan masuk kerja hari ini ?" ucap Varel memastikan
" Wa'alaikum salam , jadi mas , ini Vera juga sudah berada di kantor , di workshop " jawab Vera di sebrang sana
" Ok , Vera tunggu saja di sana , soalnya sebentar lagi akan ada pengumuman pengangkatan Vera dan Monica menjadi manajer baru , dan juga jabatan baru Marisa " ucap Varel mengasih tau Vera
" Iya mas baiklah , Vera akan tunggu " jawab Vera di sebrang sana
__ADS_1
" Baiklah sayang mas tutup telponnya dulu ya ?" ucap Varel sambil menutup telponnya