
Setelah memarkirkan mobilnya Marshcel keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Monica, Monica pun keluarĀ dari mobil tersebut , lalu mereka barengan berjalan masuk ke dalam rumah Monica
" Assalamu'alaikum" salam Monica bersamaan dengan Marshcel
" Wassalamu'alaikum salam , eh kalian sudah pulang , silahkan duduk nak Marshcel " ucap mama Monica lembut mempersilahkan tamunya duduk
" Selamat malam Tante , sekali lagi maaf kan Marshcel Tante, sudah membawa Monica kerja lembur lagi " ucap Marshcel sopan pada mama Monica
" Ouh , lagi banyak job ya kantornya sekarang ?" jawab mama Monica lagi
" Alhamdulillah ,kalau soal job di kantor selalu banyak Tan , ini bukan kerja personal kantor saja Tan , tapi kerja ektra tambahan buat kami dari pemilik perusahaan, dan mungkin Tante harus tau, untuk sebulan ke depan, jam kerja Monica tidak seperti biasanya, karena selain tugas kantor , kami juga mendapat tambahan tugas, yaitu mengurus persiapan acara pernikahan pimpinan tertinggi kita di kantor, tentunya dengan tambahan gaji bonus juga , Marshcel sangat mengharapkan pengertian dari Tante " ucap Marshcel menjelaskan tanpa merahasiakan pernikahan sepupunya tersebut
" Ouh begitu ya Nak , Tante mengerti sekarang, jadi Monica anak Tante di tunjuk dan di percaya untuk ikut mengurus persiapan pernikahan pimpinan perusahaannya , kalau begitu Tante izin kok, Tante juga senang Monica di percaya untuk hal itu " jawab mama Monica sambil tersenyum
" Makasih ya Tante, kalau begitu Marshcel pamit pulang dulu, ada hal lain juga yang harus Marshcel kerjakan di rumah, di samping itu i juga sudah malam juga soalnya " ucap Marshcel sambil melirik ke jam tangannya lalu menyalami mama Monica
" Baiklah nak Marshcel , makasih ya sudah antar Monica pulang, hati hati di jalan ya " jawab mama Monica lagi
" Iya Tan , Monica ,saya pulang dulu" ucap Marshcel lagi
" Baik pak, terimakasih sudah mengantar pulang " jawab Monica formal di depan mamanya, Monica dan Marshcel untuk sementara waktu bermaksud merahasiakan hubungan mereka dulu , karena pacaran mendadaknya
Marshcel naik ke mobil dan langsung meninggalkan rumah Monica
__ADS_1
" Selamat pagi pak, pagi pak Levi " sapa para kariawan membungkukkan badan saat Varel dan Marshcel baru sampai di kantornya , Varel dan Marshcel hanya tersenyum tipis pada para kariawannya tersebut sambil terus berjalan menuju pintu lift menuju ke lantai dua puluh dimana ruang kerjanya berada
Setelah sampai di depan pintu ruang kerjanya ternyata Stella sudah lebih dulu sampai di sana dan lagi main ponsel
" Selamat pagi " sapa Stella pada bos nya tersebut
Pagi , Stella, saya mau pekerjaan saya di kantor ini, dalam dua puluh hari ini rampung semuanya, kamu boleh menambah jadwal kerja saya ,asalkan semuanya rampung dalam dua puluh hari ini " ucap Varel pada sekretarisnya Stella
" Baik pak , kalau boleh tau kenapa harus selesai dalam dua puluh hari ini,? emangnya bapak mau ke luar negri lagi? ucap Stella penasaran
" Oh itu, nanti kamu akan tau sendiri nantinya" jawab Varel kau segera masuk ke ruangan nya dengan di iringi oleh Marshcel di belakangnya
" Bos, semalam, jadi ke rumah calon kakak ipar ?" tanya Marshcel
" Benar itu bos , ok , saya ke ruangan saya dulu " ucap Marshcel pamit
"Tunggu dulu " ucap Varel tiba-tiba
" Ya bos , ada apa" jawab Marshcel sambil duduk kembali
" Bagaimana hubungan mu dengan Monica ? lancar ?" tanya Varel penasaran
" Lancar donk bos , bahkan kami sudah resmi pacaran loh?" jawab Marshcel cengar cengir
__ADS_1
" Secepat itu? hanya dua hari ?" jawab Varel tidak percaya
" Iya Bos ,hanya dua hari ,rasa itu sudah mulai tumbuh di hati kami " jawab Marshcel jujur pada kakak sepupunya itu
" Kok bisa kalian punya rasa dalam dua hari, orang lain aja butuh waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan untuk menciptakan sebuah rasa " jawab Varel kagum
" Ya bisa lah bos , buktinya kami sudah resmi berpacaran , dan punya rasa juga " jawab Marshcel lagi
" Ya bagaimana caranya sampai kalian punya rasa begitu ?" tanya Varel penasaran
" Begini ya bos, awal bertemu saya biasa aja pada Monica, dan Monica pun begitu, Monica bahkan ada rasa takut-takutnya pada saya ,dan pada saat sore nya setelah kamu lelah dan lapar setelah berkeliling Jakarta setengah hari mencari sample undangan nya, lalu kami bermaksud mencari rumah makan atau restoran , dan saat sampai di parkiran restoran saya lihat Monica tertidur dengan nyenyak nya di mobil, saya mau bangunkan, tapi kasihan, lalu saya pandangi aja wajahnya yang lagi tidur tersebut , dan ternyata Monica itu cantik , hidungnya mancung, kulit putih, tidak kurus dan tidak gemuk juga, dan badannya berisi lagi, karena perut saya sudah semakin lapar, saya bangunkan dia pelan pelan dengan menepuk-nepuk bahunya, bukannya bangun, malah Monica mengambil dan memegangi tangan saya dan menaruh di dadanya sambil melanjutkan tidurnya, jantung saya jadi berdetak kencang dengan posisi seperti itu " ucap Marshcel menjeda cerita nya
" Terus kamu diam saja waktu tangan kamu di pegang seperti itu" ucap Varel lagi
" Iya pak saya diam aja, karena dia mengigau pas pegang tangan saya , bilang begini, bentar ma, lima menit lagi, Nica masih ngantuk, " ucap Marshcel lagi
" Terus selanjutnya?" ucap Varel lagi
" Saya tunggu sebentar, lalu saya bangunkan lagi dengan menepuk pipinya pelan dengan tangan saya yang sebelah lagi, bos tau tidak, Monica mengambil tangan saya yang satunya itu lagi, menggenggamnya ,bahkan sambil memperbaiki posisi tidurnya , oto matis dengan begitu posisi tubuh saya sudah dekat banget dengan Monica, karena tidak tahan, saya bangunkan Monica lagi,setelah dia membuka matanya eh ,, dia kaget dan langsung melepaskan tangan saya, reflek saya jatuh ke menindih tubuhnya yang lagi duduk itu, dan wajah saya terbenam di leher sebelah kirinya , kami kaget dan sama-sama terdiam, mungkin Monica tidak berani mendorong tubuh saya yang menindih tubuhnya, di situ jantung saya berdetak kencang, bos kan tau sendiri kalau saya belum pernah menyentuh tubuh perempuan " ucap Marshcel lagi
" Terus kamu tindih terus tu si Monica? , berat donk " ucap Varel lagi
" Tidak kah bos, setelah itu saya bangun dari ke kagetan itu , dan minta maaf pada Monica , Monica menangis sesegukan, karena dia malu banget dengan insiden itu, dan takut lagi bila ada yang melihat, saya sudah menenangkannya , tapi dia tetap menangis dan ketakutan, lalu reflek saya peluk dia untuk memberi ketenangan, dia tidak menolak ,dan tetap menangis, saya peluk dia semakin erat sambil membelai rambutnya dan sesekali mencium keningnya, setelah itu dia mulai nyaman dan berhenti menangis , pada saat saya menunduk memandanginya, mendadak Monica meangkat kepalanya, dan otomatis wajah dan bibir kita beradu , kami sama-sama terdiam , tidak tau kenapa , timbul jiwa lelaki saya, saya cium tuh bibir dengan pelan, Monica tidak menolak dan tetap diam, dan sesaat kemudian dia kerasa membuka sedikit mulutnya, dan saya lanjut tuh semakin dalam menikmati bibirnya " ucap Marshcel melanjutkan ceritanya
__ADS_1