
" Oh ,,, begitu ya ceritanya , saya kira Varel benar sudah di jodoh kan dengan gadis lain " ucap Fito papanya Vera sambil tersenyum
" Jadi bagaimana dengan lamaran saya tadi Fit ,apa di terima ?
Oh ya perlu untuk di ketahui juga , ini hanya lamaran awal saja , atau lamaran sebagai simbolis aja dulu , nanti saya sekeluarga besar akan melamar secara resmi di Indonesia sebagaimana adat istiadat kita , gimana ? " ucap Bara menjelaskan pada Fito papanya Vera tentang lamaran tersebut
Fito papanya Vera terdiam sebentar , mungkin lagi memikirkan sesuatu , lalu menoleh pada istri dan anak gadis semata wayangnya
" Bagaimana ma ? mama sudah siap untuk mantu " tanya Fito pada istrinya Felly
" Kalau mama sih siap-siap aja pa , itu semua tergantung sama anak kita Vera , kalau Vera terima , Alhamdulillah , dan kalau Vera menolak , ya gimana lagi ? " jawab mama Vera , menyerahkan keputusannya pada Vera
" Baiklah , bagaimana Vera , papa serahkan keputusannya di tangan Vera , di sini tidak ada unsur paksaan , Vera bebas untuk mengambil keputusan " ucap papa Vera , memberikan kebebasan pada Vera untuk memilih di terima atau tidaknya lamaran orang tua Varel
Vera menarik nafas nya dalam - dalam , lalu memandang kedua orang tuanya lagi , setelah itu Vera menoleh pada Varel yang duduk sambil memandang Vera dengan penuh harap sambil memegang kalung anggrek Vera yang masih di pakainya , sebagai tanda Varel lagi menenangkan gejolak di hatinya , deg - degan takut Vera akan menolak lamarannya
" Baiklah Pa , ma , om dan Tante , sebelum Vera memberi keputusan ,Vera pengen langsung kak Varel yang meminang Vera di hadapan papa ,mama ,om dan Tante semua " ucap Vera pengen melihat kesungguhan hati Varel
__ADS_1
" Bagaimana Varel , kamu berani ? " tanya maminya sambil menepuk - nepuk bahu anak semata wayangnya tersebut
" Baiklah mi , Varel akan lakukan apapun yang Vera mau " jawab Varel pada maminya sambil berdiri dan mendekat pada Vera , melihat semangat anaknya , Hanifah mengacungkan jempolnya pada Varel tanda suportnya
Varel berdiri di hadapan Vera yang lagi duduk di sofa , lalu Varel duduk bersimpuh di hadapan Vera dengan menekuk satu lututnya sambil menggenggam tangan Vera
" Vera , , izinkan kak Varel untuk mengungkapkan sesuatu , hari ini di hadapan kedua orang tua kita masing - masing , kak Varel berjanji dengan segenap hati ini , dengan hati yang tulus , untuk bisa menjaga Vera , untuk menjadikan Vera satu satunya di dalam hidup ini , Vera adalah alasan kak Varel tersenyum , dirimu adalah semangat kak Varel untuk mencapai ke suksesan , segala yang kak Varel lakukan adalah tentang dirimu ,
Vera ,,, jangan biarkan kak Varel hancur dengan menolak lamaran kakak hari ini , kak Varel mohon , jadilah istri kak Varel , jadilah matahari di rumah kak Varel untuk selamanya " ucap Varel sambil mengeluarkan kotak beludru di dalam kantong jas nya , lalu membuka kotak beludru tersebut yang ternyata berisi satu cincin berlian yang sangat indah , dan berbentuk hati itu , lalu Varel mengambil cincin tersebut
" Jadilah istri kak Varel untuk selama nya , mau ya Vera ?" ucap Varel masih berjongkok di hadapan Vera sambil memegang cincin berlian berbentuk hati tersebut
Melihat ketulusan hati Varel melamar Vera dengan kata- kata romantisnya , papi ,maminya , juga papa dan mama Vera merasa terpukau sekalian tegang juga menunggu jawaban dari Vera , mereka merasa deg - degan sambil menatap ke arah Vera dengan penuh harap , melihat semua mata menatapnya penuh harap menunggu keputusan dari nya , Vera lalu menarik nafas dalam - dalam lalu melepaskannya pelan -pelan , tidak tega melihat Varel yang masih menekuk lutut di hadapannya
" Iya dek Vera , apa yang akan dek Vera tanyakan , silahkan ,kak Varel akan menjawabnya " jawab Varel mantap
" Semua kata - kata yang kak Varel ucapkan tadi , apa itu benar adanya atau sekedar kata mutiara ? dan saat ini apakah kak Varel ada punya rasa cinta sama Vera ? " ucap Vera mengemukakan pertanyaan yang mengganjal hatinya selama ini
__ADS_1
" Dek Vera , dengarkan, semua kata- kata yang kak Varel ucapkan tadi bukan lah kata - kata mutiara , tapi itu sungguh datang dari lubuk hati kakak , dan untuk soal rasa , kak Varel sangat mencintai dan menyayangi Vera , apa belum cukup dengan bukti - bukti dari kak Varel selama ini ? , kak Varel bersama mami dan papi berlama - lama di sini semata - mata karena dek Vera , karena pengen melamar Vera untuk kak Varel , dan Alhamdulillah , baru sekarang sempat melamar dek Vera , karena kami menunggu Tante Felly benar - benar sembuh dulu " ucap Varel bicara lancar , tegas dan tanpa ragu - ragu
Mendengar pengakuan Varel , Vera menarik nafas lagi , sejenak memejamkan matanya untuk menyiapkan hatinya , dan menjawab lamaran Varel satu - satunya lelaki yang dia sayangi selama ini
" Baiklah kalau begitu , Vera terima lamaran kak Varel" ucap Vera tersenyum sambil meraih lengan Varel untuk berdiri , karena sudah cukup lama berlutut di hadapannya
" Alhamdulillah ya Allah ,, yes ,,yes ,, terima kasih sayang , ,terimakasi " ucap Varel bahagia sambil memeluk dan mencium kening Vera di hadapan kedua orang tua mereka tanpa malu karena saking bahagianya
" Eiiiitz ,,, eeiitz ,, tunggu dulu ,Varel belum boleh peluk - peluk begitu , sematkan cincinnya ke jari manis Vera dulu donk !" seru Bara papinya mengingatkan , Fito ,Felly dan Hanifah geleng - geleng kepala menyaksikan ulah Varel tersebut
" Ups,,, maaf pi, mami ,om dan Tante , ini , ini reflek saja kok " ucap Varel sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal
"Sekarang ayo selipkan cincinnya di jari manis Vera " perintah maminya
" Siap mi ,," jawab Varel , sambil meraih jemari tangan kanan Vera , lalu menyelipkan cincin berlian berbentuk hati tersebut di jari manis Vera yang putih lentik itu , lalu merangkul Vera lagi dan mencium keningnya
Prok prok prok tepuk tangan dari kedua orang tua mereka terdengar , setelah itu Vera dan Varel kembali duduk di tempat semula , kedua orang tua mereka sangat bahagia karena anak nya sudah menemukan tambatan hatinya
" Mas Fito , Felly , cincin yang di selipkan di jari manis Vera adalah tanda kalau Vera sudah terikat dengan Varel , atau bisa di bilang tanda Vera sudah di lamar oleh Varel , untuk lamaran resmi berikutnya ayo kita lakukan di Indonesia saja , dan saat acara pernikahan mereka , kami akan mengasih cincin yang baru lagi " ucap mami Varel pada kedua orang tua Vera
Mendengar ucapan sahabatnya , Felly lalu memandang Fito suami nya , setelah suaminya meanggukan kepalanya
" Baiklah Hanifah , kita akan mengadakan lamaran resmi di Indonesia , ayo kita pulang ke Indonesia " jawab Felly pada sahabat nya itu
" Baiklah Felly ,, tapi sebelum pulang ke Indonesia , mumpung kita lagi di sini , bagaimana kita jalan - jalan dulu menikmati kebahagiaan , dan kebersamaan kita lagi ? " ucap mami Varel mengusulkan pada keluarga Vera , mengajak mereka berliburan dulu sebelum balik ke Indonesia , karena mereka sudah lama tidak pergi liburan atau jalan - jalan bersama , terakhir dulu sebelum mereka berpisah belasan tahun yang lalu
__ADS_1
" Bagaimana pa ?" ucap Felly bertanya pada suaminya