
" Ok , kamu benar jaga , itulah gunanya kita saudara " jawab Varel lagi sambil meneguk air putih di depannya
Setelah makan siang merekapun kembali kekantor , Varel dan Marshcel masuk ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaannya .
Tok tok tok pintu di ketuk dari luar
" Masuk " jawab Varel dari dalam
" Siang pak, jam dua ini kita akan meeting dengan perusahaan Kencana Cop , dan ini file-file nya " ucap Stella menyodorkan file pada atasan nya tersebut
" Baik , apakah ruangan meeting nya sudah kamu siapkan ?" tanya Varel lagi pada Stella
" Sudah pak , dan mereka pun baru tiba barusan dan sudah saya arahkan ke ruangan meeting untuk menunggu di sana " jawab Stella menjelaskan
" Baik , kamu silahkan datang duluan ke sana temani mereka , saya akan segera kesana bersama Marshcel " perintah Varel
" Baik pak " jawab Stella lalu pergi meninggalkan ruangan direktur utama tersebut
" Cel , kamu sudah siap ? ayo ke ruang meeting " ucap Varel di telpon
" Sudah bos , saya keluar sekarang " jawab Marshcel lagi
Varel dan Marshcel pun beriringan masuk ke ruang meeting
" Selamat siang ," ucap Varel dan marshcel bersamaan sambil duduk di kursinya masing masing
" Siang " jawab klien di ruang tersebut bersamaan
Setelah Varel dan Marshcel duduk , Stella pun membagikan file-file rangkuman kerja sama perusahaan nya ke masing masing peserta meeting
" Baik, kami dari perusahaan Kencana Coperetion , mengenalkan saya sendiri Kayla adalah sebagai sekretaris , dan sebelah kiri saya Pak Baskara asisten pribadi di rektur, dan sebelah kanan saya ini adalah Ibu Belina , di rektur utama perusahaan Kencana Coperetion " ucap sekretaris perusahaan Kencana Cop memperkenalkan diri mereka
__ADS_1
Baik , terimakasih atas perkenalan diri nya , dan saya juga akan memperkenalkan diri , saya Stella , sekretaris direktur utama , dan ini bapak Marshcel, asisten pribadi direktur utama , dan yang duduk di sebelah kanan saya ini adalah Bapak Varel Palevi Parasetyo , direktur utama kami " ucap Stella memperkenalkan dua petinggi perusahaan tersebut
Setelah memperkenalkan diri satu sama lain, lalu merekapun melanjutkan meeting nya , Belina sang di rektur selalu curi pandang sama Varel sang pemilik perusahaan
" Baiklah pak Varel , semua sudah di sepakat dengan proyek ini , sekarang ini surat kontrak kerja sama kita, dan mohon di baca dulu" ucap Belina menyodorkan sebuah surat kontrak kerja sama sambil memandang wajah tampan Varel
" Baik saya akan baca dulu , mohon di tunggu sebentar " ucap Varel sambil membuka dan membaca surat kontrak kerja sama tersebut
Belina masih tetap memandang dan memperhatikan Varel yang membaca surat kontrak tersebut , bahkan Belina memperhatikan cincin berlian yang di pake oleh Varel saat ini
' Cincin berlian yang di pake oleh Pak Varel ini begitu cantik nya , apakah Pak Varel ini sudah menikah atau belum ya ? andaikan belum , saya akan berusaha mendekatinya, siapa tau saya bisa berjodoh dengan pemilik perusahaan yang tampan ini ' ucap Belina di dalam hati yang mengagumi ketampanan Varel
" Ok, semua isi surat kontrak ini sudah saya baca dan fahami , dan saya menerimanya dan siap bekerja sama dengan perusahaan kalian " ucap Varel sambil mengambil sebuah pulpen di sakunya , lalu menanda tangani surat kontrak tersebut
Setelah penanda tanganan surat kontrak tersebut, mereka pun berbasa basi sambil minum dan mencicipi Snack yang telah di sediakan oleh kantor Varel
" Semuanya , mohon maaf ,karena saya ada urusan lain , dan urusan di sini telah selai , saya dan asisten saya mohon pamit dulu , dan kalau ada yang mau di bahas , silahkan langsung sama sekretaris saya saja " ucap Varel pamit undur diri dari mereka , setelah itu langsung pergi meninggalkan ruangan itu bersama Marshcel asisten pribadinya
" Bicara apa an sih kamu Cel , apa kamu mau saya selingkuh dengan si Belina itu ? " ucap Varel kesal pada sepupunya itu
" Bukan begitu bos , saya hanya memberi tahukan aja , kamu hati-hatilah dengan semua klien wanita kamu , sebab kalau kamu tidak hati-hati, kamu bisa terjatuh dan tergoda juga nanti, kasihan sama Vera kakak ipar saya yang jenius , cantik jelita dan tajir melintir itu " jawab Marshcel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Kamu tenang aja Cel, hal itu tidak akan pernah terjadi, karena saya adalah tipe lelaki setia, dan juga phobia pada semua wanita , kecuali sana Vera , dia adalah cinta pertama dan terakhir saya " ucap Varel menjelaskan
" Ya , mudah mudahan saja ya Bos , tapi kalau bos sampai menyukai gadis lain , saya siap kok mengantikan posisi kamu di samping Vera si arsitek jenius " ucap Marshcel sambil mengedipkan sebelah matanya pada Varel
Peletak ,, sebuah pulpen di pukulkan oleh Varel ke kening Marshcel
"Aduh ,, apaan sih , sakit tau ?" ucap Marshcel sambil memegangi keningnya yang di pukul pakai pulpen tersebut
__ADS_1
" Salah sendiri, bicara nya tidak di saring " ucap Varel lagi sewot
" Bukan tidak di saring bos , saya bicara kan apa adanya , jangan cemburu begitu , udah aah , saya cabut dulu " ucap Marshcel lagi sambil berdiri dari tempat duduknya
"Mau kemana ?" tanya Varel lagi
" Mau pacaran sama Monica sambil mencari sample undangan yang kamu tugaskan " ucap Marshcel sambil berjalan menuju ke pintu keluar ruangan Varel
Marshcel melirik jam tangannya yang sudah menujukan jarum ke angka 3 lewat lima menit , sambil berjalan turun menuju ke parkiran , setelah tiba di parkiran ,ternyata Monica sudah ada sana berdiri tidak jauh dari mobil Marshcel
" Sayang, maaf terlambat , tadi saya meeting dulu , sudah lama ya menunggu ?" ucap Marshcel pada Monica saat menghampiri gadis tersebut
" Belum pak, baru sepuluh menitan " jawab Monica sambil tersenyum
" Yuk masuk ke mobil " ucap Marshcel sambil meraih tangan Monica ,lalu berjalan ke arah mobilnya
Monica dan Marshcel pun lalu masuk ke dalam mobil
" Sayang, jangan duduk di belakang sopir , di depan donk di samping mas " ucap Marshcel saat melihat Monica mau duduk di belakang sopir
" Monica di belakang aja pak , takut ada yang lihat nanti kalau Nica duduk di samping bapak " jawab Monica lagi
" Ngak bisa , cepat pindah ke depan " ucap Marshcel dengan suara memerintah layaknya bos pada bawahan
Mendengar itu nyali Monica jadi ciut , lalu pindah kedepan ,duduk di samping Marshcel sambil menundukkan wajahnya , Marshcel pun melajukan mobil meninggalkan parkiran perusahaan Varel tersebut
Di perjalanan Monica hanya diam dan tidak bicara sepatah katapun , dan Marshcel pun menyadari hal itu, sambil melirik Monica dengan ekor matanya
__ADS_1
" Nica kali ini kita cari sample ke arah selatan aja ya ?" ucap Marshcel membuka pembicaraannya karena Monica hanya diam dan tidak bicara dari tadi