
Setelah ada pemberitahuan akan segara berangkat, Varel bergegas berdiri sambil menyeret kopernya keluar dari ruang tunggu menuju pintu ke lapangan tempat pesawat yang akan dia naiki
Setelah sampai di pesawat, Varel mencari tempat duduknya sesuai dengan yang tertulis di tiket, setelah mendapatkan tempat duduknya Varel pun duduk, dan sebelumnya telah meletakkan kopernya di bagasi atas tepat di atas kepalanya, Varel pun lalu memasang sabuk pengamannya. Varel duduk sebangku dengan wanita separuh baya
' syukur deh saya duduk dengan ibu - ibu ini , dari pada duduk dengan cewek tapi ganjen ' kata batin Varel.
Ntah kenapa Varel selalu menilai cewek-cewek ganjen bila ada yang mencoba mendekati dan menyapanya, mungkin karena hatinya selalu pada Vera semenjak perpisahan itu, Varel menjadi anti pada cewek
Tidak menunggu lama pesawat pun take off.
Varel duduk menyandarkan badan dan kepalanya mencari kenyamanan dan mencoba untuk tidur di perjalanan panjangnya yang butuh waktu 17 dari Jakarta ke London
Mungkin karena masih siang atau apa, Varel tidak bisa tertidur, fikirannya selalu pada Vera , pada detik- detik pertemuannya, dan kata-kata atau alasan apa yang akan dia berikan pada Vera, karena dia tidak menepati janjinya akan segera kembali setelah perpisahan itu.
Varel menarik kasar nafasnya dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya
' ya Allah , tuntun lah langkah hamba untuk bisa bertemu dengan Vera dan keluarganya, berilah kemudahan ya Allah , dan lancarkan ya Allah, Aamiin '
Varel berdo'a di dalam hati
Dua jam kemudian, ntah karena memikirkan saat pertemuannya dengan Vera , akhirnya Varel tertidur dengan pulas.
Varel sempat terbangun dari tidurnya, Varel langsung melirik jam tangannya ternyata baru jam 9 malam, karena merasa perutnya mulai lapar, Varel mengambil kantong makanan dan minuman yang telah dia persiapkan sebelum berangkat tadi pagi.
Merasa perutnya sudah kenyang, Varel pun mengambil salah satu majalah yang ada di depan tempat duduknya dan membolak baliknya , di majalah tersebut terpajang beberapa foto tempat wisata dan taman bermain di sekitar kota London , semua begitu menarik perhatian Varel , dan terlintas keinginan di hati Varel, jika sudah bertemu dengan Vera , dia akan mengajak Vera berwisata ke tempat- tempat yang ada di foto majalah tersebut .
Capek membaca dan membolak balik majalahnya, Varel pun tidur lagi sampai pesawat yang di tumpanginya landing.
Karena masih tertidur seorang pramugari pesawat menghampiri Varel
__ADS_1
" Sir ,,please wake up you have arrived at your destination" kata pramugari itu membangunkan Varel sambil menepuk pundak Varel pelan-pelan
Varel pun terbangun dari tidurnya
" Ok , sorry I over slept sis " kata Varel pada pramugari itu sambil bangun dan mengambil kopernya di bagasi atas dan siap- siap untuk turun
" Yes ,,it is okay " jawab pramugari itu sambil tersenyum manis dan berlalu dari sana
Varel pun turun dari pesawat dan sampai dengan selamat di bandara Heathrow London.
PALEVERPRAST COP
pagi ini Marshcel mendadak mengumpulkan semua Kariawan kantornya di sebuah lapangan aula yang ada di kantor tersebut, para Kariawan pun heboh dan berbisik- bisik ada apa sebenarnya
" Nia , kamu tau kenapa kita semua di kumpulkan di aula ini " tanya Rani
Di aula sebelah lain tak jauh dari Nia dan Reni , Monica bersama Rehan dan rekan-rekannya yang lain juga merasa binggung dengan pengumuman tiba-tiba Kariawan harus berkumpul di aula pagi ini
" Monica , menurut kamu , apa ini ada sangkut pautnya dengan Vera Rosalina Putri " tanya Rehan penasaran
" Tidak tau pasti sih , tapi mungkin juga bila melihat sikap pimpinan kita kemaren saat tau orang yang kita panggil Rosa adalah Vera teman masa kecilnya yang dia cari-cari selama ini " kata Monica menjawab seadanya saja
Tak lama kemudian Marshcel asisten pribadi pimpinan mereka masuk.
Sebagian Kariawan ada yang tidak mengenal Marshcel, dan bahkan mereka juga tidak mengenal pimpinan mereka Varel , itu semua karena kantor mereka begitu besar sampai ke lantai 20 , dan akses ruangan kantor mereka dengan ruangan kantor sang Direktur berbeda , dan sebagian Kariawan lain juga ada yang mengenal siapa Marshcel .
" Tenang,, tenang semuanya, pagi ini saya mengumpulkan kalian semuanya untuk mengasih tau , bahwa mulai hari ini dan sampai waktu yang tidak di tentukan, di kantor ini yang memimpin sekarang adalah saya , saya mengantikan pak Levi direktur Utama kita untuk sementara , Karena pak Levi mendadak ada urusan keluarga ke luar negri dalam waktu yang tidak bisa di tentukan, jadi kalian semua saya harap bisa mengerti, bagi yang tidak bisa mengerti , silahkan resign dari perusahaan ini tanpa uang pesangon " kata Marshcel panjang lebar menjelaskan dengan tegas
__ADS_1
"Sekian pemberitahuan dari saya, selamat bekerja , dan ingat , semua peraturan lama di kantor ini masih tetap berlaku " kata Marshcel meakhiri pemberitahuannya dan langsung berjalan keluar dari aula kantor.
Semua Kariawan pun bubar menuju ruangan kerjanya masing- masing tanpa banyak komentar
Di ruangan barunya Marshcel, yaitu di meja kerja Direktur Utama Marshcel duduk sambil memikirkan sesuatu
' untuk sementara ini saya harus mencari asisten pribadi juga , biar pekerjaan saya bisa maximal dan tidak mengecewakan Varel nantinya ' kata batin Marshcel
Marshcel pun memikirkan siapa yang pantas untuk menjadi asistennya lalu mengeluarkan handphone nya dan mencari nama Aldo di sana, setelah ketemu lalu Marshcel melakukan panggilan
" Halo Aldo , apa kamu sibuk " tanya Marshcel setelah panggilan terhubung
" Tidak begitu sibuk Cel , ada apa " kata Aldo di sebrang sana
" Bisa kamu datang kekantor tempat saya sekarang, ada sesuatu yang mau saya bicarakan dengan mu " kata Marshcel lagi
" Baiklah Cel , tunggu saya dalam waktu satu jam , insyaallah saya sudah berada di sana " kata Aldo di sebrang sana
" Makasih Aldo, saya tunggu " kata Marshcel mematikan handphone nya setelah selesai bicara
Marshcel lalu duduk memikirkan lagi apa yang harus dia lakukan , hari ini dia sengaja minta Stella me cancel jadwal kerjanya hari ini , untuk fokus mengatur cara kerjanya ke depan, Marshcel yakin Varel akan lama di pencariannya di London, dan setelah bertemu Vera nanti pastilah akan banyak butuh waktu untuk bersama Menganti waktunya yang telah hilang selama 14 tahun ini
Marshcel tiba-tiba teringat Varel dan langsung melihat ke jam tangannya
' jam 10 berarti saat ini di London jam 4 subuh, dan Varel saat ini masih diperjalan ' kata batin Varel
Tidak lama kemudian pintu ruangan Marshcel di ketuk tok tok tok
" Masuk " jawab Marshcel
__ADS_1
Pintu pun terbuka dan tampak Aldo masuk dan berjalan menuju meja kerja Marshcel
" Waah ,,, hebat kamu Cel, ruang kerjamu bagus, luas dan mewah " kata Aldo mengagumi ruang kerja Marshcel