
Pas jam yang telah di jadwalkan, 9: 45 Levi dan sekretarisnya memasuki ruang meeting yang sangat mewah dan luas juga. Mereka meeting sampai jam 11:00 , setelah selesai meeting lalu Levi kembali ke ruangannya untuk beristirahat sebentar, setiap Levi merasa cape atau lelah, Levi selalu memegang dan memandangi kalung anggreknya dan menciumnya, dengan begitu rasa cape dan lelahnya akan hilang begitu saja dia rasakan, emang aneh sih buat pembaca tapi tidak aneh buat Levi , karena Levi merasa kalung itu sumber tenaga dan sumber semangatnya
Setelah merasa cukup istirahat Levi membuka laci mejanya, dan memperhatikan lagi rancangan gambar rumah sakit mewah dan juga memperhatikan drafternya yang mendeteil
' sungguh genius sekali otak orang yang telah membuat rancangan ini ' batin Levi mengagumi gambar tersebut.
Setelah memeriksa gambar tersebut Levi memasukan lagi ke laci mejanya dan langsung menguncinya
Setelah selesai jam istirahat makan siang Levi pun mengikuti meeting lagi, kali ini di luar kantor di sebuah resto
Sementara itu di lantai 15, Rosa panik setelah menerima pesan dari papanya, mamanya Felly mendadak tidak sadarkan diri dan di bawa ke rumah sakit
Tanpa pikir panjang Rosa mengajukan surat resign ke perusahaan tempat dia bekerja dan menitipkannya pada Monica
" Monica maafkan saya, saya titip surat resign saya ini ya, mama saya mendadak tidak sadarkan diri dan di larikan ke rumah sakit, saya harus pulang mengurus mama saya, karena saya adalah anak satu-satunya di keluarga saya " kata Rosa panik sambil menyerahkan surat resign nya pada Monica
" Rosa , jangan tergesa-gesa untuk resign , minta surat cuti aja, setelah mama mu sembuh kan bisa bekerja di sini kembali tanpa harus berhenti " kata Monica memberikan usulan
"Yang saya pikirkan saat ini adalah mama saya, mama yang no satu, dan saya tidak akan memikirkan pekerjaan saya dalam hal ini, maafkan saya Monica, saya pamit dulu" kata Rosa sambil memeluk Monica lalu berjalan keluar dan masuk lift.
Kemudian Rosa turun ke bawah langsung menuju parkiran mobilnya, pulang ke kontrakannya untung mengemasi semua barang-barangnya dan langsung berangkat hari itu juga ke rumah orang tuanya yang masih menetap di London
Rosa kembali ke Jakarta karena berharap bisa bertemu Varel kembali sambil dan bekerja mengasah ilmunya di kantor besar, Rosa tinggal di sebuah rumah kontrakan dan setiap 3 bulan sekali orang tuanya selalu mengunjungi Rosa sambil mensurvei garmen dan butiq-butiqnya yang ada di Jakarta dan Bandung
Rosa telah berada di Bandara karena Rosa mengambil penerbangan jam 3 sore ini, dan sekarang sudah menunjukkan jam 2 , Rosa buru-buru masuk ke dalam untuk melakukan check in keberangkatannya
PALEVERPRAST COP
Dua hari setelah keberangkatan Rosa ke London, di lantai 20 Levi sedang menerima tamu, yaitu klien yang memesan rancangan rumah sakit mewah yaitu perusahaan Garuda sakti yang di pimpin oleh seorang CEO nya yang juga masih muda bernama Kevin Adi Negoro
" Silahkan duduk pak, mau minum apa " kata Stella sekretaris Levi sambil mempersilahkan klien nya duduk
__ADS_1
" Teh manis saja Bu " jawab tamunya singkat
Stella pun keluar dari ruangan itu dan langsung berjalan menuju pantri di sudut lantai 20 untuk membikin kan teh buat klien atasannya
Sementara di dalam ruangan Levi
" Kenalkan nama saya Kevin Adi Negoro dari perusahaan Garuda Sakti COP, dan saya adalah pemesan rancangan gambar rumah sakit mewah beberapa hari yang lalu " kata Kevin mengenalkan dirinya sambil menyalami Levi
" Ouh iya , kenal kan juga, nama saya Varel Palevi Prasetyo , pemilik perusahaan ini " kata Levi mengenalkan dirinya sambil menjabat salam Kevin, kemudian duduk kembali
" Silahkan duduk kembali pak Kevin " kata Levi mempersilahkan Kevin duduk kembali
" Bagaimana dengan pesanan saya pak Varel Palevi , sudah rampung kah" tanya Kevin tak sabaran
" Sudah pak Kevin , bentar ya " Levi sambil mengeluarkan kunci laci meja di saku bajunya.
Bersamaan dengan itu Stella pun masuk membawa nampan 2 cangkir teh, dan menaruhnya hati-hati di atas meja Levi.
" Ya makasih Bu " jawab Kevin singkat
Lalu stella keluar dari ruangan Levi, menuju meja kerjanya di luar sambil menutup pintu
Levi mengeluarkan sebuah rancangan gambar yang begitu indah beserta drafter nya yang mendeteil, lalu menyerahkannya ke Kevin
" Ini rancangannya , silahkan di lihat dan di teliti dulu, bila ada kekurangannya bilang saja, nanti saya akan menyuruh perancangnya untuk memperbaiki lagi " kata Levi panjang lebar
Kevin dengan seksama memperhatikan rancangan gambar tersebut berikut dengan drafternya yang detail , Kevin berdecak kagum melihat kesempurnaan rancangan tersebut
" Bagaimana pak Kevin ? apa ada yang belum sempurna di gambar itu " tanya Levi was-was
" Ouh tidak pak Levi, bahkan saya kagum dengan perancang gambar ini yang begitu berkharisma, unik mewah dan lengkap dengan drafternya yang mendeteil , sungguh, ini hanya bisa di buat oleh orang yang berotak jenius , baru kali ini saya melihat ada rancangan gambar yang detail begini " kata Kevin mengagumi perancang gambar tersebut
__ADS_1
Mendengar ungkapan Kevin yang sangat mengagumi rancangan gambar tersebut , Levi merasa senang dan timbul niat dalam hati untuk mentraktir pemilik gambar tersebut
" Wah kalau begitu saya merasa senang karena rancangan gambar ini pak Kevin suka dan kagumi " kata Levi dengan pancaran mata yang berbinar binar.
Sungguh jarang sekali Levi merasakan senang dan bahagia seperti hari ini, itu semua karena kepuasan kliennya dan akan tanda tangan kontrak sebuah proyek besar yang bernilai triliunan rupiah
" Oke baiklah pak Levi , seperti janji saya, mari kita tekan kontrak untuk kerja sama proyek kita ini " kata pak Kevin lagi
" Baiklah pak Kevin , saya akan segera mempersiapkannya " kata Levi dengan semangat
Lalu Levi mencet telpon memanggil sekretarisnya Stella
Stella pun masuk ke ruangan Levi, tanpa menunggu Stella bertanya terlebih dahulu
" Stella, cepat kamu siapkan berkas tanda tangan kontrak kerja sama kita dengan perusahaan Garuda Sakti milik pak Kevin " perintah Levi
" Baik pak , segera saya kerjakan " kata Stella sambil bergegas keluar menuju meja kerjanya untuk mempersiapkan apa yang di minta Levi atasannya
Tak menunggu lama surat kontrak pun jadi, Stella pun langsung masuk ke ruangan Levi dan langsung menyerahkannya pada atasannya
" Ini pak Levi , sudah siap, silahkan di periksa dulu " kata Stella
Levi pun membaca kata demi kata yang tertera di halaman surat kontrak, setelah selesai membacanya, Levi langsung menyodorkan pada Kevin untuk di baca juga oleh Kevin
" Baiklah pak Levi, semua sudah saya baca, mari kita tanda tangan kontrak kerjasama kita " kata Kevin sambil mengambil pulpen yang ada di meja Levi dan langsung menanda tangani surat kontrak tersebut, dan setelah selesai, levi pun ikut menanda tangani nya
" Baiklah pak Kevin, terimakasih dan selamat bergabung dengan perusahaan saya " kata Levi sambil menyalami kembali Kevin
" Sama sama pak Levi, semoga sukses selalu " jawab Kevin sambil menjabat salam nya Levi dan merekapun berangkulan
" Baiklah pak Levi, ini sudah siang, saya mau balik ke kantor lagi " kata pak Kevin pamit dan langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar , kemudian menghilang setelah pintu tertutup sendiri
__ADS_1