Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 40 Pulang ke rumah


__ADS_3

Bara kemudian berjalan ke arah mobilnya yang di parkir tidak jauh dari mobil Fito sahabatnya , lalu masuk ke dalam mobil , dan di susul juga kemudian oleh istrinya Hanifah dan Varel anaknya ,setelah semua masuk kedalam mobil, papi Varel menyalakan mesin mobilnya ,lalu melajukan mobilnya menyusul mobil Fito yang sudah menunggunya di depan pintu gerbang rumah sakit tersebut



Fito melihat mobil Bara sahabat nya sudah berada di belakang mobilnya, Fito kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya



Empat puluh lima menit kemudian , Fito telah memasuki halaman rumahnya lalu memarkirkan mobilnya di depan teras rumahnya, biar Felly istrinya tidak capek berjalan masuk ke dalam rumahnya tersebut


" Yuk Vera , turun duluan dan bukain pintu rumahnya, biar papa yang membimbing mama masuk ke dalam " ucap Fito pada anaknya


" Iya pa, Vera akan bukain pintu nya " ucap Vera sambil turun dari mobilnya dan buru-buru berjalan ke arah pintu utama rumahnya ,lalu membukakan pintu tersebut lebar-lebar



Setelah pintu terbuka lebar , Fito membimbing Felly berjalan dengan pelan memasuki rumah nya ,lalu membaringkan Felly di sofa panjang yang empuk itu yang di ruang tamu nya



" Terima kasih pa " ucap Felly tersenyum manis pada suaminya



" Iya sayang , rebahan di sofa ini dulu ya, tidak enak sama tamu kita bila langsung rebahan di kamar " ucap Fito pada istrinya



"Iya pa ,tidak apa-apa " jawab Felly lagi



Mobil yang tumpangi Bara dan keluarganya , sudah sampai juga di depan rumah Vera , lalu Bara keluar dari mobil tersebut , di susul pula oleh Varel dan maminya



Vera mengeluarkan koper dan barang-barang lain dari dalam mobil nya ,lalu menyeret koper tersebut ke arah pintu, melihat Vera yang menyeret kopernya , Varel segera berlari menghampiri Vera



" Biar kak Varel yang bawain kopernya, Vera bawa barang yang lainnya saja " ucap Varel sambil mengambil koper di tangan Vera lalu menyeretnya masuk ke dalam rumah


__ADS_1


Vera lalu melihat ke arah papi dan mami Varel



" Silahkan masuk om ,tante " ucap Vera mempersilahkan papi dan mami Varel masuk ke rumahnya



" Iya Vera , terima kasih , ayo tante bawakan satu barang bawaan Vera " ucap mami Varel mengambil salah satu barang yang di tenteng Vera



" Jangan Tante ,biar Vera aja" jawab Vera menolak mami Varel untuk membawakan barangnya



"Tidak apa apa sayang ,ayo" jawab mami Varel lagi berjalan sambil membawakan barang bawaan Vera lalu masuk ke dalam rumah Vera tersebut .



Setelah berada di dalam rumah, mami Varel menaruh barang tersebut di pojok ruangan , lalu duduk di sofa mewah ruang tamu rumah Vera tersebut , begitu juga dengan Bara papi Varel ,mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu rumah mewah Vera tersebut




" Silah kan di minum air nya ,Tante , om Bara ,dan kak Varel " ucap Vera sambil menaruh tehnya di atas meja di depan tamunya



" Iya Vera ,terima kasih " ucap mami Varel sambil tersenyum



" Iya Tante ,sama-sama " jawab Vera lagi , lalu Vera berjalan kembali ke arah dapur dan mengambil sejenis roti kering di salam lemari dapur , lalu menyalinnya ke dalam piring ,dan membawanya keluar untuk di suguhkan



" Silahkan di cicipi kuenya om , Tante dan kak Varel " ucap Vera lagi mempersilahkan tamu nya mencicipi Snack yang di suguhkan



"Wah ,,, tidak usah repot-repot Vera , duduk aja di sini menemani kami ngobrol " ucap Bara yang kagum melihat wanita pujaan anak semata wayangnya itu

__ADS_1



" Iya om ,,baik " jawab Vera lalu mengambil posisi duduk di sebelah papanya



" Fito , rumah kamu indah dan mewah sekali , dekorasi dan model rumah kamu tampak unik dan elegant sekali , apa rumah ini Vera yang merancangnya ?" ucap Bara yang kagum melihat ke indahan rumah Fito sahabatnya



" Iya , emang Vera yang merancangnya , dahulu rumah ini waktu saya beli , modelnya biasa saja, seperti rumah kebanyakan , lalu Vera merancang dan mendekor rumah ini seperti yang dia inginkan , saya dan Felly hanya menuruti saja dan mendukung semua keinginan Vera , karena saya membeli rumah ini emang untuk Vera ,biar dia nyaman kuliah di sini " jawab Fito papanya Vera sambil menjelaskan tentang rumah yang dia tempati tersebut



" Wah ,,, Vera benar-benar arsitek yang berotak jenius , hasil rancangannya emang sudah tidak bisa di ragukan lagi " ucap Bara sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya pada Vera , kagum dan takjup pada wanita kesayangan anaknya itu, begitu juga dengan mami Varel yang hanya diam menyimak obrolan suaminya dengan papa Vera tersebut , Hanifah semakin mengagumi calon mantunya tersebut, dan tidak sabar menunggu Felly sembuh untuk mengutarakan niatnya melamar Vera untuk di jadikan mantu kesayangannya



Vera yang di acungkan dua jempol tersebut oleh Papi Varel , hanya bisa tersenyum manis ,tidak tau harus bilang apa



Begitu juga dengan Varel , dia merasa sangat beruntung bila bisa mempersunting Vera suatu hari nanti, teman masa kecilnya dulu yang sangat cantik dan berotak jenius itu



" Ya begitulah , dari Vera duduk di bangku SMP ,saya sudah melihat bakat Vera di bidang rancangan ini , mungkin karena Vera sering melihat saya dan mamanya sering merancang model pakaian, maka Vera tertarik juga untuk merancang , tapi bukan di bidang pakaian saya lihat, tapi Vera lebih tertarik pada rancangan rumah dan gedung, di situ lah saya mulai memupuk bakatnya dan waktu Vera tamat SMA , dia minta izin pada kami untuk kuliah di University College London , dan kami pun mengabulkannya , sejak itulah kami pindah ke negara ini untuk menjaga Vera dan mendukung sepenuhnya apa yang di cita-citakan oleh Vera" ucap Fito bercerita pada sahabat nya



" Wah,, kamu hebat ya Fito , sukses mendidik Vera seperti sekarang ini " ucap Bara lagi sambil melirik ke arah Vera yang menunduk malu karena jadi bahan perbincangan di antara orang tuanya dan orang Varel


" Itu hal yang biasa kok Bara, sebagai orang tua kita harus mengerti dan memahami cita-cita dan kemauan anak kita , selama dia melakukan hal yan positif" ucap Papa Vera lagi


" Iya itu sudah pasti , demi untuk masa depan dan Kebahagiaan anak kita nanti " jawab Bara lagi sambil melirik jam tangan mahalnya



" Baiklah Fit , sudah mau malam juga ,saya pamit dulu, besok-besok kami datang lagi , dan semoga Felly cepat sembuh seperti semula " ucap Bara pamit sambil berdiri dari tempat duduk nya lalu menyalami Fito papa Vera tersebut .


Melihat suaminya pamit dan berdiri menyalami Fito , Hanifah juga ikut pamit pada Felly


" Felly , cepat sembuh ya , banyak-banyak makan dan istirahat, saya pamit dulu " ucap Maminya Varel sambil menyalami Felly mamanya Vera, lalu mereka cium pipi kanan dan cium pipi kiri , alias cipika,dan cipiki

__ADS_1


" Ya Hanifah , terimakasih ya telah mengunjungi kami di sini , hati-hati di jalan" jawab Felly sambil tersenyum dengan suara pelan ,


__ADS_2