Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 108 Berkunjung ke Rumah Mertua


__ADS_3

Vera lalu membantu mama ya memasak untuk makan siang, Vera selalu membantu mamanya memasak di dapur, karena memasak adalah hobby Vera juga


Sementara Varel masih duduk di ruang tamu sambil membuka ponselnya memeriksa imeil yang masuk


Setelah makan siang, Varel dan Vera pamit pada mama nya untuk berkunjung ke rumah keluarga Varel


" Hati-hati di jalan ya " ucap Felly sambil cipika cipiki


" Iya ma , mama hati-hati di rumah, bilang juga sama papa ya ma , kalau Vera lagi pergi di rumah keluarga mas Varel" ucap Vera lagi


" Iya sayang " jawab Felly


" Ma ,Varel jalan dulu , assalamu'alaikum " ucap Varel sambil menyalami mama mertuanya


" Iya Varel, wa'alaikum salam " jawab Felly sambil menjabat tangan Varel mantunya


Varel dan Vera lalu masuk ke mobilnya ,lalu meninggalkan rumah mewah tersebut menuju ke rumah keluarga nya


Satu jam kemudian mereka sudah memasuki halaman rumah keluarga Varel, tepatnya rumah orang tua Hanifah maminya Varel.


" Assalamu'alaikum " ucap Varel bersamaan dengan Vera sambil mengetuk pintu rumah tersebut


" Wa'alaikum salam " jawab Hanifah dari dalam rumah sambil berjalan membuka kan pintu


" Hai ,, sayang ,, kalian sudah pulang ?" seru Hanifah senang menyambut anak dan mantunya sambil memeluk Vera dan cipika cipiki , Vera lalu menyalami ibu mertuanya tersebut


" Ayo masuk sayang" ucap Hanifah lagi sambil mengandeng tangan Vera


" Iya mi " jawab Vera sambil mengikuti langkah Hanifah ke ruang keluarga


" Papi mana mi ?" tanya Vera pada Hanifah, karena tidak melihat kehadiran papi mertuanya itu di sana


" Oh papi,, dia lagi keluar tadi siang bersama teman lamanya , ngak tau kemana tuh " jawab Hanifah menjelaskan


" Oh begitu ya mi " ucap Vera lagi


" Silahkan duduk dulu ya Vera , mami akan panggilkan kakek dan neneknya Varel " ucap Hanifah lalu berjalan masuk ke dalam menemui ibu dan ayahnya


" Ibu, ayah, di depan ada Vera dan Varel " ucap Felly mengasih tau kedua orang tuanya

__ADS_1


"Oh iya , Ayo pak kita temui cucu mantu kita ke depan" ucap ibunya Hanifah pada suaminya


" Iya Bu " jawab ayah Hanifah lagi sambil mengikuti istrinya berjalan ke depan untuk menemui cucu mantunya


" Varel ,,, Vera,, apa kabar sayang?" ucap sang nenek sambil merangkul cucu mantu nya dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Vera


" Alham kabar baik nek " jawab Vera sambil menyalami nenek Varel dengan takzim, begitu juga dengan kakeknya Varel


" Varel , makan ini tidur di sini kan ?" tanya sang kakek pada cucunya


" Maaf kek, malam ini Varel bermalam di rumah Vera " jawab Varel


" Terus kapan dong Varel dan Vera tidur disini? , kamu kalau sudah ke Jakarta kan selalu sibuk bekerja dan jarang pulang ke Bandung ?" tanya sang kakek pada Varel


" Kakek sabar ya, pasti ada masanya untuk Varel dan Vera bermalam disini " jawab Varel lagi


" Ya masanya kapan Varel? " tanya kakek lagi


" Nanti ya kek , Varel atur waktunya dulu sebelum kami balik ke Jakarta " jawab Varel lagi


" Baiklah, kami tunggu waktu yang kamu janjikan itu" jawab kakek lagi


" Iya kek , insyaallah" jawab Varel lagi


Jarum jam di dinding sudah menujukan ke angka 9 malam


" Mi , sudah malam, Varel dan Vera pulang dulu ya , tolong bilang sama papi, kalau kami datang ke sini " ucap Varel pamit


" Baik Varel, hati-hati di jalan ya " jawab Hanifah


" Kakek, nenek, kamu pulang dulu ya " pamit Vera juga , lalu Vera dan Varel menyalami Hanifah dan kakek neneknya


Setelah pamit pada semua orang di rumah, Varel dan Vera pun naik ke mobil, lalu meninggalkan rumah nenek Varel tersebut


Dan satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah Vera


" Apa kabar pa " tanya Vera menyalami papanya setelah sampai di rumah


" Alhamdulillah kabar baik sayang" jawab Fito pada putrinya itu

__ADS_1


" Varel , gimana ? sehatkan?" tanya Fito pada mantunya itu


" Alhamdulillah sehat pa " jawab Varel lagi


Varel dan Fito berbincang-bincang dengan Fito sambil menonton televisi, sementara Vera dan mamanya asyik dengan ponselnya sendiri


" Varel , sudah jam sepuluh malam , bawa Vera untuk istirahat , kasihan kayaknya Vera udah ngantuk tu " ucap Fito pada mantunya


" Baik pa " jawab Varel lalu mendekati Vera yang tidak jauh dari nya


" Sayang istirahat yuk, sudah makan juga soalnya " ucap Varel pada Vera


"Iya mas " jawab Vera lalu berdiri


" Pa, ma , Vera dan mas Varel istirahat dulu ya " ucap Vera pada kedua orang tuanya


" Iya sayang, silahkan " jawab Felly, dan Fito hanya menganggukkan kepalanya


" Mas , Vera mandi dulu ya , ngak enak rasanya kalau tidur sebelum mandi " ucap Vera pada Varel setelah tiba di dalam kamarnya


" Sayang, sudah terlalu malam, tidak usah mandi dulu ya kali ini, nanti Vera masuk angin" ucap Varel melarang


" Tapi tadi siang Vera sudah keringatan mas, masa Vera tidak mandi " jawab Vera lagi


" Ngak papa sayang, Vera cukup cuci muka dan ganti pakaian aja , menjaga kesehatan itu penting sayang , kalau mau mandi malam, di bawah jam sembilan aja om ?" ucap Varel lagi


" Baiklah kalau begitu mas, Vera akan cuci muka dan ganti pakaian dulu " ucap Vera lalu mengambil gaun tidurnya di lemari, lalu masuk ke kamar mandi


" Setelah bersih-bersih dan berganti pakaian, Vera lalu keluar dari kamar mandi , dan duduk di kursi meja riasnya, Vera lalu memakai pelembab untuk merawat wajah dan badannya


Sementara , Varel setelah Vera keluar dari kamar mandi, juga ikut membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan pakaian santainya


Setelah selesai bersih-bersih mereka lalu naik keranjangnya


" Sayang , lusa kita sudah balik ke Jakarta , bagaimana kalau besok kita tidur di rumah kakek , mas ngak enak juga dengan kakek karena tidak bermalam di sana * ucap Varel pada Vera


" Kalau begitu , baiklah mas , malam besok kita tidur di rumah kakek paginya kira balik ke sini untuk packing gimana ? tanya Vera lagi sambil meraih selimut dan menyelimuti tubuhnya


" Setuju sayang , terimakasih ya atas pengertiannya " ucap Varel sambil membawa Vera ke dalam pelukannya lalu mencium kening istrinya itu

__ADS_1


" Iya mas sama-sama " jawab Vera lagi


" Sayang , makasih sudah menjadi istrinya mas ya, kadang mas kerasa bermimpi saat kita lagi berduaan begini , mengingat kita yang sudah terpisah 14 tahun lamanya , dulu mas sampai putus asa karena tidak menemukan keberadaan Vera , dan ternyata Tuhan masih sayang sama mas, kita di pertemukan dan bahkan kita di jodohkan , mas tidak mau kehilangan Vera untuk yang kedua kalinya , tetaplah selalu di samping mas ya sayang ?" ucap Varel mengenang masa lalunya , lalu memeluk tubuh Vera lebih erat lagi seperti takut kehilangan wanita yang dia cintai tersebut


__ADS_2