
" Baik , mulai hari ini kita sudah resmi berpacaran , sebelum keluar dari mobil mas pingin cium kamu lagi sayang , biar nanti bisa mas ingat saat sendiri menjelang tidur , siapa dengan cara ini rasa di antara kita akan cepat hadirnya di hati kita " ucap Marshcel lagi
" Aduh , belum apa- apa mas sudah mesum deh " ucap Monica dengan pipi yang merona merah
" Sayang ,mesum dikit kan ngak apa-apa, hitung - hitung untuk penyedap hubungan kita biar tidak hambar , dan lagi mas tidak mau melakukan sesuatu di luar batas kok sebelum ijab qobul " ucap Marshcel lagi
Monica hanya diam berfikir tidak tau harus menjawab apa , ini terlalu terburu- buru buatnya
" Maaf pak , untuk kali ini Nica minta maaf , lain kali aja ya " ucap Monica malu malu menolak sambil keluar dari mobil
Melihat Monica keluar dari mobil , Marshcel hanya bisa garuk garuk kepalanya yang tidak gatal , lalu juga ikut keluar dari mobil untuk menyusul Monica
" Nica kok main pergi aja sih ?" ucap Marshcel sambil meraih tangan Monica
" Habis bapak mesum deh " jawab Monica lagi
" Masa ciuman di bilang mesum sih " ucap Marshcel lagi
" Pokok nya mesum deh" ucap Monica ngotot
" Iya deh sayang , kali ini saya ngalah , tapi besok- besok no " ucap Marshcel sambil mengecup punggung tangan Monica yang lagi di genggamnya itu sambil berjalan
Mereka pun berjalan masuk ke sebuah Restoran dan langsung mencari tempat duduk ,lalu segera memesan makanan
" Pak ini sample undangan sudah cukup banyak , kurang lebih sepuluh sample, coba deh di setor dulu ke pak bos , nanti bila tidak ada yang menarik hati pak bos dan Bu Vera , kita bisa cari lagi ke tempat lain " ucap Monika memberikan pendapatnya
" Baiklah sayang , nanti setelah sampai di rumah langsung saya serahkan undangan ini , mudah-mudahan modelnya ada yang nyangkut di hati si bos
" Mudah mudahan ya pak " ucap Monica lagi
" Sayang , saat kita berdua di luar kantor jangan panggil pak, panggil mas aja ya ?" ucap Marshcel
" Baik m mas" jawab Monica lagi
__ADS_1
" Nah gitu donk, itu baru namanya kita sudah pacaran" ucap Marshcel sambil megenggam tangan Monica
' Tidak tau kenapa , saya nyaman berada di dekat Monica , apa lebih baik saya serius aja ya sama Monica ? selama ini saya melihat Monica adalah gadis baik baik dan tidak macam-macam juga ' ucap Marshcel di dalam hati
" Silahkan mas , mbak " ucap pelayan restoran mempersilahkan Marshcel dan Monica menyantap pesanannya
Merekapun makan dan minum tanpa banyak bicara , setelah selesai makan dan membayarnya , mereka pun kembali ke mobil
" Ayo mas kita langsung pulang , sudah mau malam juga soalnya , Nica takut mama khawatir nanti karena Nica telat pulang kerjanya " ucap Monica sambil masuk ke dalam mobil
" Ok sayang , kamu tenang aja , kalau perlu biar mas yang ngomong dengan mama kamu nanti " ucap Marshcel menenangkan Monica
" Iya mas , makasih " jawab Monica menurut
Setelah itu Marshcel pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Monica , di jalan Monica dan Marshcel pun jarang bicara , karena Marshcel fokus membawa mobil , dan tiga puluh menit kemudian mobil Marshcel pun sudah tiba di depan rumah Monica
" Yuk mampir dulu mas " ucap Monica pada Marshcel sambil turun dari mobil Marshcel
Marshcel pun lalu turun dan mengikuti langkah Monica menuju pintu rumahnya
" Assalamu'alaikum ma " ucap Monica saat pintu telah terbuka ,lalu langsung menyalami mamanya
" ma ,maafkan Monica terlambat pulang kerjanya, tadi Monica di tugaskan kerja di luar kantor " ucap Monica menjelaskan pada mamanya
" Iya ngak apa-apa kok Nica , mama ngerti " ucap mama Monica sambil melirik ke arah Marshcel
" Oh iya ma , kenalkan , ini Pak Marshcel atasan Nica , asisten pribadi direktur utama di kantor tempat Nica bekerja " ucap Monica mengenalkan Marshcel pada mamanya
" Oh iya , silahkan masuk nak Marshcel " ucap mama Monica sambil bersalaman dengan Marshcel
" Makasih Tante , maaf , saya mengantar Monica sampai di sini aja tante , saya mau balik aja , soalnya sudah mau malam juga , insyaallah lain hari saya akan mampir kesini lagi , dan maafkan sekali lagi saya terlambat mengantar Monica pulang " ucap Marshcel pada mama Monica
" Oh tidak apa-apa nan Marshcel , terimakasih ya sudah mengantarkan Monica pulang " ucap mama Monica lagi
__ADS_1
" Sama sama Tante , kalau begitu saya jalan dulu " ucap Marshcel sambil menyalami mama Monica lagi ,setelah itu langsung masuk ke mobil nya, lalu pergi meninggalkan rumah Monica
" Nica , Bos kamu itu tampan juga ya, boleh tuh di daftarkan menjadi calon mantu mama " ucap mama Monica sambil menutup pintu rumahnya kembali sambil menggoda anak gadisnya tersebut
" Apaan sih mama " ucap Monica sambil berlalu dari hadapan mama nya, lalu memasuki kamarnya
Keesokan harinya Varel dan Marshcel masuk kerja seperti biasa , dan Vera masih di Bandung
Tok,, tok,, tok ,, pintu ruangan Varel di ketuk dari luar
" Masuk " jawab Varel mempersilahkan masuk
"Selamat siang pak , ini jadwal kerja bapak hari ini " ucap Stella menyodorkan buku agenda kerja pada atasannya tersebut
" Kamu bacakan aja Stella " pinta Varel
" Baik pak , jadwal bapak hari ini , jam sebelas sampai jam 12 siang ada pertemuan dengan Bapak Setia Pamungkas dari perusahaan Buana Sakti , dan jam dua nya sampai jam 3:15 bapak ada meeting dengan klien dari perusahaan Kinara Cop " ucap Stella membacakan jadwal kerja atasannya tersebut
" Baiklah kalau begitu , kamu boleh keluar , dan siapkan file untuk bahan pertemuannya nanti " ucap Varel pada sekretarisnya itu
" Baik pak , saya akan mempersiapkan file file nya segera , permisi " jawab Stella sopan lalu berjalan keluar dari ruangan direktur utama menuju ke meja kerjanya
Varel lalu membuka laptopnya untuk memulai kerja , tapi tiba tiba dia berhenti dan memencet telpon di samping meja kerjanya
" Cel ,bisa datang sebentar keruangan saya?" ucap Varel di telpon
" Iya bos , saya akan kesana segera " jawab Marshcel asisten pribadinya tersebut
Lima menit kemudian Marshcel pun telah berada di ruangan direktur utama tersebut
" Ada apa memanggil saya bos ?" tanya Marshcel sambil duduk di kursi depan meja Varel
" Begini , sample - sample yang kamu serahkan semalam , ada dua yang cukup menarik, tapi saya pengen ada yang lebih menarik dan lebih bagus lagi , apa kamu bisa mencarikannya lagi ?" tanya Varel menjelaskan
__ADS_1
" Bisa sih bos , saya akan cari ke arah selatan kota ini , hanya daerah sana yang belum saya jalani bersama Monica kemaren , dan menurut bos , kapan saya akan mencarinya lagi ?" tanya Marshcel lagi
" Nanti sekitar jam tiga bisa kok, soalnya hari ini ada dua pertemuan untuk kita hadiri sampai jam 3:15 , kalau dapat sampai jam tiga aja , bisa kan kamu dan Monica lembur lagi hari ini , soalnya ini waktu tinggal dua puluh delapan hari lagi , bisa kan Cel ?" tanya Varel penuh harap