Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 88 Marshcel dan Monica jadian


__ADS_3

" Baik , mulai hari ini kita sudah resmi berpacaran , sebelum keluar dari mobil mas pingin cium kamu lagi sayang , biar nanti bisa mas ingat saat sendiri menjelang tidur , siapa dengan cara ini rasa di antara kita akan cepat hadirnya di hati kita " ucap Marshcel lagi


" Aduh , belum apa- apa mas sudah mesum deh " ucap Monica dengan pipi yang merona merah


" Sayang ,mesum dikit kan ngak apa-apa, hitung - hitung untuk penyedap hubungan kita biar tidak hambar , dan lagi mas tidak mau melakukan sesuatu di luar batas kok sebelum ijab qobul " ucap Marshcel lagi


Monica hanya diam berfikir tidak tau harus menjawab apa , ini terlalu terburu- buru buatnya


" Maaf pak , untuk kali ini Nica minta maaf , lain kali aja ya " ucap Monica malu malu menolak sambil keluar dari mobil


Melihat Monica keluar dari mobil , Marshcel hanya bisa garuk garuk kepalanya yang tidak gatal , lalu juga ikut keluar dari mobil untuk menyusul Monica


" Nica kok main pergi aja sih ?" ucap Marshcel sambil meraih tangan Monica


" Habis bapak mesum deh " jawab Monica lagi


" Masa ciuman di bilang mesum sih " ucap Marshcel lagi


" Pokok nya mesum deh" ucap Monica ngotot


" Iya deh sayang , kali ini saya ngalah , tapi besok- besok no " ucap Marshcel sambil mengecup punggung tangan Monica yang lagi di genggamnya itu sambil berjalan


Mereka pun berjalan masuk ke sebuah Restoran dan langsung mencari tempat duduk ,lalu segera memesan makanan


" Pak ini sample undangan sudah cukup banyak , kurang lebih sepuluh sample, coba deh di setor dulu ke pak bos , nanti bila tidak ada yang menarik hati pak bos dan Bu Vera , kita bisa cari lagi ke tempat lain " ucap Monika memberikan pendapatnya


" Baiklah sayang , nanti setelah sampai di rumah langsung saya serahkan undangan ini , mudah-mudahan modelnya ada yang nyangkut di hati si bos


" Mudah mudahan ya pak " ucap Monica lagi


" Sayang , saat kita berdua di luar kantor jangan panggil pak, panggil mas aja ya ?" ucap Marshcel


" Baik m mas" jawab Monica lagi

__ADS_1


" Nah gitu donk, itu baru namanya kita sudah pacaran" ucap Marshcel sambil megenggam tangan Monica


' Tidak tau kenapa , saya nyaman berada di dekat Monica , apa lebih baik saya serius aja ya sama Monica ? selama ini saya melihat Monica adalah gadis baik baik dan tidak macam-macam juga ' ucap Marshcel di dalam hati


" Silahkan mas , mbak " ucap pelayan restoran mempersilahkan Marshcel dan Monica menyantap pesanannya


Merekapun makan dan minum tanpa banyak bicara , setelah selesai makan dan membayarnya , mereka pun kembali ke mobil


" Ayo mas kita langsung pulang , sudah mau malam juga soalnya , Nica takut mama khawatir nanti karena Nica telat pulang kerjanya " ucap Monica sambil masuk ke dalam mobil


" Ok sayang , kamu tenang aja , kalau perlu biar mas yang ngomong dengan mama kamu nanti " ucap Marshcel menenangkan Monica


" Iya mas , makasih " jawab Monica menurut


Setelah itu Marshcel pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Monica , di jalan Monica dan Marshcel pun jarang bicara , karena Marshcel fokus membawa mobil , dan tiga puluh menit kemudian mobil Marshcel pun sudah tiba di depan rumah Monica


" Yuk mampir dulu mas " ucap Monica pada Marshcel sambil turun dari mobil Marshcel


Marshcel pun lalu turun dan mengikuti langkah Monica menuju pintu rumahnya


" Assalamu'alaikum ma " ucap Monica saat pintu telah terbuka ,lalu langsung menyalami mamanya


" ma ,maafkan Monica terlambat pulang kerjanya, tadi Monica di tugaskan kerja di luar kantor " ucap Monica menjelaskan pada mamanya


" Iya ngak apa-apa kok Nica , mama ngerti " ucap mama Monica sambil melirik ke arah Marshcel


" Oh iya ma , kenalkan , ini Pak Marshcel atasan Nica , asisten pribadi direktur utama di kantor tempat Nica bekerja " ucap Monica mengenalkan Marshcel pada mamanya


" Oh iya , silahkan masuk nak Marshcel " ucap mama Monica sambil bersalaman dengan Marshcel


" Makasih Tante , maaf , saya mengantar Monica sampai di sini aja tante , saya mau balik aja , soalnya sudah mau malam juga , insyaallah lain hari saya akan mampir kesini lagi , dan maafkan sekali lagi saya terlambat mengantar Monica pulang " ucap Marshcel pada mama Monica


" Oh tidak apa-apa nan Marshcel , terimakasih ya sudah mengantarkan Monica pulang " ucap mama Monica lagi

__ADS_1


" Sama sama Tante , kalau begitu saya jalan dulu " ucap Marshcel sambil menyalami mama Monica lagi ,setelah itu langsung masuk ke mobil nya, lalu pergi meninggalkan rumah Monica


" Nica , Bos kamu itu tampan juga ya, boleh tuh di daftarkan menjadi calon mantu mama " ucap mama Monica sambil menutup pintu rumahnya kembali sambil menggoda anak gadisnya tersebut


" Apaan sih mama " ucap Monica sambil berlalu dari hadapan mama nya, lalu memasuki kamarnya


Keesokan harinya Varel dan Marshcel masuk kerja seperti biasa , dan Vera masih di Bandung


Tok,, tok,, tok ,, pintu ruangan Varel di ketuk dari luar


" Masuk " jawab Varel mempersilahkan masuk


"Selamat siang pak , ini jadwal kerja bapak hari ini " ucap Stella menyodorkan buku agenda kerja pada atasannya tersebut


" Kamu bacakan aja Stella " pinta Varel


" Baik pak , jadwal bapak hari ini , jam sebelas sampai jam 12 siang ada pertemuan dengan Bapak Setia Pamungkas dari perusahaan Buana Sakti , dan jam dua nya sampai jam 3:15 bapak ada meeting dengan klien dari perusahaan Kinara Cop " ucap Stella membacakan jadwal kerja atasannya tersebut


" Baiklah kalau begitu , kamu boleh keluar , dan siapkan file untuk bahan pertemuannya nanti " ucap Varel pada sekretarisnya itu


" Baik pak , saya akan mempersiapkan file file nya segera , permisi " jawab Stella sopan lalu berjalan keluar dari ruangan direktur utama menuju ke meja kerjanya


Varel lalu membuka laptopnya untuk memulai kerja , tapi tiba tiba dia berhenti dan memencet telpon di samping meja kerjanya


" Cel ,bisa datang sebentar keruangan saya?" ucap Varel di telpon


" Iya bos , saya akan kesana segera " jawab Marshcel asisten pribadinya tersebut


Lima menit kemudian Marshcel pun telah berada di ruangan direktur utama tersebut


" Ada apa memanggil saya bos ?" tanya Marshcel sambil duduk di kursi depan meja Varel


" Begini , sample - sample yang kamu serahkan semalam , ada dua yang cukup menarik, tapi saya pengen ada yang lebih menarik dan lebih bagus lagi , apa kamu bisa mencarikannya lagi ?" tanya Varel menjelaskan

__ADS_1


" Bisa sih bos , saya akan cari ke arah selatan kota ini , hanya daerah sana yang belum saya jalani bersama Monica kemaren , dan menurut bos , kapan saya akan mencarinya lagi ?" tanya Marshcel lagi


" Nanti sekitar jam tiga bisa kok, soalnya hari ini ada dua pertemuan untuk kita hadiri sampai jam 3:15 , kalau dapat sampai jam tiga aja , bisa kan kamu dan Monica lembur lagi hari ini , soalnya ini waktu tinggal dua puluh delapan hari lagi , bisa kan Cel ?" tanya Varel penuh harap


__ADS_2