
" Ok bentar ya, saya akan Carikan cincin model terbaru untuk nak Varel ?" ucap pemilik toko mas yang di panggil om Toni tersebut lalu mengambilkan beberapa macam model cincin emas buat Varel di lemari besinya , lalu membawakan beberapa model cincin terbaru buat Varel
" Ini cincinnya nak Varel , silahkan di pilih " ucap si om Toni menyerahkan beberapa buah model cincin terbaru di tokonya pada Varel
" Sayang , ini cincinnya ,silahkan di pilih " ucap Varel menyodorkan cincin tersebut ke hadapan Vera
" Bentar ya mas " ucap Vera sambil memakaikan cincin tersebut satu satu ke jemarinya
" Kayaknya ini bagus deh mas , cantik banget dengan ukiran yang tembus sampai bagian dalam cincinnya , di tambah lagi dengan kilauan berliannya , cantik banget mas , Vera suka " ucap Vera sambil memandangi cincin pilihannya tersebut di jari manisnya
" Baiklah , kita ambil ini " ucap Varel sambil memegangi jemari Vera memperhatikan cincin pilihat kekasihnya itu
" Om Toni , cincin ini ada pasangannya kan ?" tanya Varel lagi pada pemilik toko emas tersebut
" Oh , ada nak Varel , cuncin itu limited edition , hanya ada dua pasang aja" ucap si om Toni menjelaskan
" Wah bagus donk , saya ambil yang ini aja ya om , beruntung banget kami bisa memakainya " jawab Varel merasa beruntung
" Betul nak Varel, nak Varel beruntung banget mendapatkan cincin ini , dan baiklah om akan bikin surat surat pembelanya dulu ya " jawab om Toni lalu menyiapkan surat- surat pembelian cincin berlian tersebut
Setelah melakukan pembayaran , Vera dan Varel pun keluar dari toko emas tersebut
" Sayang , ini sudah jam makan siang , sebelum balik ke kantor kita makan siang dulu ya " ajak Varel pada Vera
" Baik mas , ayo " jawab Vera
Varel dan Vera pun berjalan mencari rumah makan Padang di sekitar area toko emas tersebut , dan bersyukur tidak jauh dari toko emas tersebut di sebrang jalannya ada rumah makan Padang yang mereka cari
Setelah makan siang Varel dan Vera kembali ke kantor , masuk ke ruangan kerja masing - masing untuk bekerja kembali
Ke esokan harinya ,atau dua hari sebelum hari lamaran , Felly dan keluarga sudah berangkat pulang ke Bandung menyiapkan barang sesuatunya untuk acara lamaran dan pertunangan Vera anak mereka
Varel dan keluarganya juga berangkat ke Bandung sehari sebelum acara lamarannya , Marshcel juga ngak ketinggalan ikut pulang ke Bandung
" Tidak terasa ya bu, cucu kita Varel sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah " ucap ayahnya nya Hanifah
__ADS_1
" Ayah benar , waktu itu cepat berlalu , tidak terasa Varel sudah gede aja " jawab ibunya Hanifah
" Dan Marshcel apa kabar mu ? kamu tidak nakal kan di Jakarta ? kamu selalu bantuin kakak kamu Varel kan ?" tanya ayah Hanifah atau kakeknya Varel dan Marshcel
" Kabar Marshcel baik kek , Marshcel juga selalu bantuin kak Varel kok di kantor , iya kan bos ?" ucap Marshcel dan balik bertanya pada Varel yang duduk tidak jauh darinya
" Iya kek, Marshcel selalu bantu Varel kok, kakek tenang aja , kalau Marshcel malas dan nakal , Varel tinggal kirim aja dia kembali ke Bandung " ucap Varel tersenyum pada kakeknya
" Emangnya barang apa? pake di kirim segala " ucap Marshcel sewot
" Oh iya Hani , apa seserahan kita untuk melamar calonnya Varel sudah di persiapkan semua ?" ucap ibu nya Hanifah
" Sudah Bu , semuanya sudah Hani siapkan jauh jauh sebelum hari , seperti satu set perhiasan, dua set baju untuk Vera , perlengkapan sholat, ,satu paket mikeup dan perlengkapan mandi, makanan tradisional serta buah , tas yang berkualitas , dua pasang alas kaki ,dan juga sepasang cincin pertunangannya " ucap Hanifah menjelaskan pada kedua orang tuanya
" Baguslah kalau begitu , ibu senang mendengarnya, jadi tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengan calon cucu mantu" ucap ibu Hanifah lagi
" Iya nek , Varel juga tidak sabar menunggu hari pernikahannya , 3 bulan terasa lama amat nek, serasa menunggu 10 tahun" ucap Varel ikut kasih komentar dan protes
" Waduh si Ujang sudah kebelet nikah rupanya ,bahaya juga kalau begitu " jawab si nenek
" Bahaya gimana maksud ibu ?" ucap bara yang dari tadi hanya diam menyimak duduk tidak jauh dari mereka ikut menimpali
Mendengar penjelasan ibu mertuanya Bara terdiam dan berfikir , begitu juga Hanifah dan kakek Varel
" Kalau begitu ,begini saja , karena mengkhawatirkan bocah gendeng ini , bagaimana kalau pernikahannya di percepat aja , satu bulan setelah acara lamaran atau tunangan ini ?" ucap kakek Varel mengusulkan
" Kakek benar , untuk apa berlama lama tunangannya , toh akhirnya menikah juga, kan lebih baik di segerakan , iya kan Pi , mi ?" ucap Varel sumbringah dengan sinar mata yang berbinar-binar
" Bagaimana menurut mami ?" tanya Bara pada istrinya
" Mami terserah bagaimana baiknya Pi, apa yang ibu bilang memang benar adanya " jawab mami Varel
" Baiklah , papi akan telfon Fito dulu " ucap bara sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mencari nama Fito di kontak telpon tersebut
" Assalamu' Alaikum Fit , ini ada sesuatu yang harus saya omongkan menyangkut hari pernikahan anak anak kita , apa kita bisa bertemu ? soalnya tidak enak juga bila di bicarakan di telpon " ucap bara langsung bicara ke pokok persoalan saat panggilannya tersambung
" Wa'alaikum salam, bukankah hari pernikahannya sudah kita bicarakan sebelumnya ?" jawab Fito di sebrang sana
__ADS_1
" Iya sih fit , tapi ada sedikit perobahan yang di usulkan oleh kakek dan nenek Varel di sini " jawab Bara lagi
" Kalau begitu baiklah , dimana kita akan bertemu ?" tanya Fito lagi
" Kita bertemu di Restoran Padang di jalan Merdeka aja bagaimana ? jam 4 sore ini bawa serta Felly juga ?" tanya Bara lagi
" Baiklah Bara , tunggu kami di sana " jawab Fito lagi
" Makasih Fit " ucap bara lalu meakhiri panggilannya
" Bagaimana Pi " tanya istrinya
" Jam 4 sore ini kita ketemuan di resto Padang di jalan Merdeka , mami siap siap ya ?" jawab Bara
" Pi mi , Varel ikut ya ?" ucap Varel tidak mau ketinggalan
" Sorry kali ini , kamu di rumah aja , ini pertemuan antar orang tua " ucap Bara melarang putranya ikut
"Baiklah Pi ,Varel akan di rumah aja " jawab Varel patuh
Sore harinya jam 4 ,Fito dan istrinya sudah sampai di resto Padang , juga Bara dan istrinya
" Silahkan duduk Fito , Felly"
ucap Bara mempersilahkan calon besannya duduk sambil menyalaminya
" Baik , sudah lama ya ?" tanya Fito sambil menjabat salam calon besannya tersebut
" Belum baru 10 menitan" jawab Bara lagi
"Mas kita pesan makan dulu , setelah itu baru bicarakan maksud nya " ucap Hanifah pada suaminya
" Baiklah mi " ucap bara sambil memberi kode pada pelayan resto tersebut , pelayan itupun menghampiri meja Bara dan Fito tersebut
" Selamatt sore pak , bapak mau pesan apa ?" tanya pelayan tersebut sambil menyerahkan dua buku menunya pada Bara dan pada Fito
Setelah memilih menunya , pelayan tersebut lalu berjalan ke belakang untuk mempersiapkan pesanan dua keluarga itu , dan baru sepuluh menit ,pelayan itu sudah datang lagi bersama temannya membawakan pesanan mereka dan menghidangkannya di meja
__ADS_1
Setelah selesai di hidangkan mereka pun makan dengan hikmat tanpa banyak bicara sampai selesai