Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 8 Rencana


__ADS_3

Setelah menerima lapor semua semua wali murid pun pulang ,begitupun dengan 2 keluarga muda, papa Fito,mama Felly,Papi Bara dan mami Hanifah,mereka pulang mengendarai mobil mereka masing-masing.


Setelah sampai di rumah, Fito dan Bara pergi ke tempat kerja mereka masing-masing


Vera dan Varel juga di masukkan untuk mengaji IQRA yang juga tidak jauh dari rumah mereka, mereka selalu pergi ngaji bareng setiap sore jam 4 sampai jam 7


Begitulah kedua keluarga itu sangat kompak mengenai anak dan pendidikannya


Dan begitupun dengan Varel dan Vera , mereka selalu lengket bak lem yang di tempel  ke kertas, tak terpisahkan, mereka selalu kompak di sekolah, Varel selalu melindungi Vera dari teman-temannya yang jahil, baik teman laki-laki, atau pun itu teman ceweknya, Varel tidak takut melawan teman-teman sekolahnya walaupun umur dan badan mereka .lebih besar dari badan dan umurnya  Varel,


Vera disini merasa terlindungi dan merasa punya kakak laki-laki


Dan Varel pun dari dulu sudah merasa dan meanggap  kalau Vera itu adik perempuannya sendiri  yang sangat dia sayangi dan harus dia jaga


Sama halnya dengan Vera, dia juga selalu melindungi Varel dari teman laki-laki Varel yang jahilin dan gangguin Varel , baik yang perempuan atau pun teman laki-laki, dan dalam belajar pun mereka selalu kompak di kelas. Itulah sebabnya yang selalu pegang juara satu dan dua di kelas adalah Varel dan Vera, kali ngak Vera yang juara satu pasti Varel, begitu seterusnya.


Mereka seperti itu ,seperti amplot dan perangko yang sudah tidak bisah di pisahkan walaupun itu hanya satu hari, pasti akan ada di antara mereka merasa kesepian, begitulah karena mereka sudah dekat dari umur 3 tahun dan mungkin mereka masing-masing adalah anak semata wayang dari orang tua mereka.


Begitulah mereka setiap hari tanpa ada orang yang  mengarahkan mereka


Tidak terasa Varel dan Vera sudah  kelas 5 dan beberapa Minggu  lagi akan  mengikuti ujian terima lapor semester satu,


Tapi sikap dan perlakuan mereka tetap sama dan tidak pernah berubah sedikitpun.


Suatu malam di rumah Varel , setelah selesai makan malam


" Varel kapan ujian semesternya " tanya papinya Bara


" 3 Minggu lagi Pi , emang kenapa " jawab Varel

__ADS_1


" Tidak ada apa apa nak, rajinlah belajar, pertahankan juaranya di kelas "  jawab papinya


" Itu so pasti Pi ,insyaallah " jawab Varel mantap


Setelah makan , Varel pamit pada mami dan papinya untuk ke kamar untuk belajar .


" Mami, ada yang mau papi omongin, ini sangat penting, tapi omongan nya jangan di sini, takutnya Varel dengar " kata bara pada istrinya setengah berbisik


" Sebegitu penting dan rahasianya Pi, hingga papi takut anak kita Varel mendengarnya " jawab istrinya setengah berbisik juga


" Iya mi ,ayuuk kita ngomong di kamar kita saja " kata Bara  pada istrinya


Merekapun langsung menuju ke kamar mereka dan di belokan  ruangan Hanifah melihat asisten rumah tangganya lagi jalan arah ke dapur


" Baik Ijah, tolong beresin meja makan ya " kata Bu Hanifah pada asisten rumah tangganya


"  Baik Bu "  jawab bi Ijah hormat


" Ada Pi, rahasia banget " kata mami Varel


" Begini mi, induk perusahaan yang di pimpin papa di Surabaya ada masalah, jadi kita di minta pindah sama papa ke Surabaya " kata Bara mulai bercerita pada istrinya


" Terus perusahaan kita yang di Jakarta ini bagaimana Pi, siapa yang memimpinnya nanti " tanya Hanifah lagi


" Ini yang lagi papi fikirkan mi, papi masih mencari yang cocok untuk penganti papi " kata bara lagi


" Kapan rencananya kita pindah ke Surabaya Pi " tanya Hanifah lagi


" Rencana papi sih nanti pas Varel siap terima lapor di  semester ini " kata Bara

__ADS_1


Itu berarti dalam satu bulan ini donk Pi, ujian kan 3 Minggu lagi, terus apa papi yakin Varel setuju kita pindah ke Surabaya, papi tau sendiri kan bagaimana Varel ke Vera, mami takut Varel panik seperti dulu saat pisah sama Vera 3 hari, mami takut Varel  deppresi, atau  psikisnya  rusak kalau di paksa "  kata Hanifah lagi


" Itu juga yang papi fikirkan, kalau tidak karena terpaksa, papi tidak akan mau pindah untuk saat ini mi, mami sendiri kan tau kalau papi anak laki satu-satunya dari dua bersaudara " kata Bara lagi.


"  Sementara ini Carilah solusinya dulu Pi, kalau dapat kita tidak usah pindah sementara waktu,itu semua demi  psikis anak kita" kata Hanifah


" Baiklah mi, akan papi coba " kata bara lagi


Flashback


Saat itu Felly mendadak pulang ke Tasik selama 3 hari karena pamannya Fito meninggal Dunia, asisten rumah tangganya pun ikut di bawa ke Tasik untuk menolong menjaga Vera di sana.


Saat pagi hari mau berangkat sekolah Varel datang ke rumah Vera dan di dapatinya rumah Vera kosong dan tidak berpenghuni, malam nya Varel datang lagi, tetap sama, rumah Vera kosong dan lampunya mati.


Varel panik lalu pulang berlari pulang ke rumahnya sambil menanggis dan berteriak sekuat-kuatnya memeluk maminya


" Mamii ,, mamiii,, Vera hilang mi , Vera pergi mi, Vera tidak ada di rumahnya mi, rumah Vera gelap mi tidak ada orang di sana, Vera pergi mi   " teriak Varel sambil menangis  tersedu-sedu


" Tenang dulu ya Varel, bilang  sama  mami  sayang, siapa yang  bilang  Vera pergi"


" Kalau tidak pergi apa namanya mii, Vera tadi tidak masuk sekolah, malam ini rumahnya kosong tidak ada orang dan rumahnya gelap tidak ada cahaya lampu, Varel tidak mau di tinggal Vera mi, Varel tidak mau pisah sama Vera mi " kata Varel sambil terus menangis dan tersedu sedu


" Farel tenang ya , Vera dan keluarganya mungkin pergi  ke kampungnya ke rumah neneknya " kata Hanifah lagi membujuk putranya


" Kenapa Meraka tidak bilang pada kita mamii, kalau mereka bilang Varel kan bisa ikut " kata Varel lagi


"Varel sabar ya ,besok pasti mereka sudah balik " kata Hanifah menghibur anaknya biar berhenti menangis


Besoknya Vera dan keluarganya masih belum balik, Varel panik lagi seperti kemaren, dan hari ke 3 pagi sampai sore rumah Vera tetap masih kosong

__ADS_1


Varel tambah panik, sudah 3 hari pula Varel susah makan dan selalu menangis menyebut nama Vera, papi dan mami nya bingung tidak tau harus berbuat apa pada anak semata wayangnya, sudah kelas 3 SD, tapi masih tetap belum berubah sikap pada Vera.


Hari ke 4 pagi-pagi Varel baru bisa tertawa lagi karena Vera sudah pulang dan bisa berangkat bareng ke sekolah


__ADS_2